Home / Berita Terkini / Persiapan Unpar Dalam Adaptasi Kebiasaan Baru

Persiapan Unpar Dalam Adaptasi Kebiasaan Baru

Seiring dengan persiapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) yang tengah gencar dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat, Universitas Katolik Parahyangan turut bersiap menyongsong normal baru atau new normal. Hal ini terlihat dari beberapa perubahan, baik kecil maupun besar, di lingkungan Unpar sebagai wujud implementasi protokol persiapan AKB yang telah dirancang oleh pihak universitas.

Protokol WFO

Mulai hari Senin (22/6/2020), dosen dan tenaga kependidikan Unpar kembali bekerja dari kantor (Work From Office atau WFO). Meskipun begitu, tidak semua pegawai diperbolehkan untuk melakukannya. Kondisi kesehatan pegawai dinilai melalui formulir penilaian diri dan komorbiditas. Bagi mereka yang memiliki penyakit bawaan dapat memilih untuk bekerja dari rumah (WFH).

Bagi yang bekerja di Unpar, rutinitas pagi hari sedikit berubah. Jika biasanya masuk dan melakukan absensi sidik jari, kini digantikan dengan absensi menggunakan aplikasi. Setiap pegawai mendapat kode unik sendiri, yang kemudian akan dipindai oleh petugas saat datang dan pulang. Melalui sistem ini, aktivitas kerja pegawai di lingkungan Unpar akan terdata dengan baik sembari mengurangi kontak fisik. Masker menjadi perlengkapan wajib yang harus dipergunakan selama beraktivitas di lingkungan Kampus.

Pengaturan ketat juga diberlakukan di dalam ruangan kerja. Setiap ruangan kerja hanya dibatasi 50 persen kapasitas untuk menjaga jarak sesama. Oleh karenanya, diberlakukan sistem piket dengan rotasi pegawai harian yang diatur oleh masing-masing kepala unit. Jam kerja di Unpar turut dibatasi antara pukul 09.00 hingga 15.00 WIB.

Lihat juga: Masa Persiapan dan Protokol Adaptasi Kebiasaan Baru di Unpar

Mengurangi Kontak Fisik

Kesehatan komunitas dan lingkungan menjadi prioritas Unpar dalam mempersiapkan AKB. Di dalam lingkungan Unpar, sarana penunjang pola hidup sehat telah dipersiapkan di beberapa titik strategis. Tempat cuci tangan yang dilengkapi sensor otomatis disebarkan di dalam kawasan Unpar. Pejalan kaki serta kendaraan baik roda dua maupun empat yang akan memasuki area kampus juga melalui ruang sterilisasi sebelum masuk kampus.

Upaya menghindari kontak fisik juga dilakukan di dalam ruangan. Selain membatasi kapasitas ruangan kerja hanya setengah kapasitas semula, pembatasan jarak juga dilakukan di ruang publik seperti menandai bangku pengunjung dengan tanda silang. Sarana lift di gedung-gedung Unpar telah dimodifikasi dengan menambahkan pedal kaki dan sensor sehingga pengguna tidak perlu menekan tombol dan dapat mengurangi kontak tangan.

Adapun berbagai hal ini merupakan langkah Unpar dalam mempersiapkan AKB di tengah masa pandemi. Pelaksanaan protokol kesehatan dan keselamatan di dalam komunitas akademik Unpar akan terus disempurnakan dalam upaya memberikan layanan yang optimal bagi masyarakat. (DAN – Divisi Publikasi)