Home / Berita Terkini / Perpisahan Mahasiswa ACICIS (Semester Genap 2018)

Perpisahan Mahasiswa ACICIS (Semester Genap 2018)

Setelah enam bulan lamanya belajar di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), mahasiswa asing yang tergabung dalam program Australian Consortium In-Country Indonesian Studies (ACICIS), mengakhiri masa studi mereka.

ACICIS merupakan sebuah program yang ditujukan bagi mahasiswa dari Australia untuk berkuliah di Unpar melalui International Relations Program atau West Java Field Study. Program ini didanai oleh pemerintah Australia lewat New Colombo Plan.

Di akhir masa belajar, mereka melakukan presentasi sebagai tugas akhir dari program pertukaran pelajar yang telah mereka ikuti selama paruh waktu 2018 ini. Sebelum, mereka kembali pulang ke Australia, Kantor Internasional dan Kerjasama (KIK) Unpar menyelenggarakan kegiatan perpisahan untuk mahasiswa ACICIS di Tizi Cake Shop & Restaurant Bandung, pada Senin (14/5). Acara ini dibuka oleh Ratih Indraswari, S. IP, MA Kepala Bagian Kerja Sama KIK. Beliau mengucapkan terima kasih untuk kerja sama mahasiswa ACICIS yang telah menempuh study exchange di Unpar. Acara juga dihadiri oleh sejumlah staf KIK Unpar dan perwakilan ACICIS Bandung.

Beberapa mahasiswa ACICIS yang hadir memberikan testimoni dan kesan selama mereka belajar di Unpar. “Very thanks to Unpar. It’s been a life-changing experience one way or another,” kata Philip Hibbard. Ia senang belajar budaya Indonesia dan berinteraksi dengan masyarakat, khususnya di Kota Bandung.

Begitupun dengan Eva Van Dijk, yang pada awalnya tidak mengira dapat mengikuti program ACICIS di Indonesia. Ia mengungkapkan, “I came here with the intention of pushing no limits of my comfort zone. Now. I’m much more flexible and strong and adaptive person because of it. I think that ACICIS is such an important program. And I hope it still continues its prospect and development.”