Home / Alumni / Perkuat Komitmen Bersama #2019UnparHijau

Perkuat Komitmen Bersama #2019UnparHijau

Memperingati Hari Bumi (Earth Day) yang jatuh pada 22 April 2019, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) memperkuat komitmennya dalam mewujudkan kampus hijau yang ramah lingkungan. Rangkaian kegiatan Earth Day di Kampus Unpar Ciumbuleuit merupakan hasil kolaborasi antara pihak universitas, mahasiswa, serta alumni.

Komitmen bersama #2019UnparHijau direalisasikan secara simbolik dalam Deklarasi Unpar Hijau yang ditandatangani oleh Rektor Unpar Mangadar Situmorang Ph.D., Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung Sofyan Hernadi, Direktur PD Kebersihan Deni Nurdyana Hadimin, serta perwakilan organisasi dan komunitas mahasiswa.

Peresmian biodigester

Salah satu agenda penting dalam acara tersebut yakni peresmian biodigester (pengolah sampah organik). Momen ini menjadi simbol keinginan Unpar untuk meningkatkan pengelolaan sampah menuju kampus bebas limbah (zero-waste campus). Pembuatan biodigester ini didukung oleh Kahiji (Khazanah Hijau Indonesia), rintisan alumni TI Unpar yang memfokuskan diri pada pengelolaan sampah berbasis permakultur.

Prosesi pengguntingan pita yang dilakukan oleh Rektor Unpar dan perwakilan dari Pemerintah Kota Bandung menandakan beroperasinya satu dari dua biodigester yang ada di Unpar. Pasca peresmian, Ernest Layman dan Joshua Valentino dari Kahiji menampilkan manfaat biodigester, yaitu penggunaan metana untuk keperluan memasak. Biodigester juga menghasilkan produk padat yang bisa digunakan sebagai pupuk organik, sehingga bermanfaat bagi pemeliharaan tanaman di dalam komplek Unpar.

Sebelumnya, kerja sama biodigester serupa sudah dilakukan Unpar dengan masyarakat sekitar pada kegiatan “Unpar Peduli Lingkungan” bersamaan dengan Dies Natalis 64 awal tahun ini.

(Berita terkait: http://unpar.ac.id/dies-natalis-64-unpar-kepedulian-unpar-bagi-bumi-parahyangan/)

Dukungan pemerintah

Aksi Unpar mewujudkan kampus ramah lingkungan mendapat dukungan dari pemerintah, khususnya Kota Bandung yang kini tengah menggalakkan gerakan Kang Pisman (Kurangi – Pisahkan – Manfaatkan).

Dalam sambutannya, Kabid Kebersihan DLHK Kota Bandung Sofyan Hernadi, menyoroti bahwa permasalahan lingkungan hidup semakin penting dalam kehidupan manusia, apalagi dalam momen ‘ulang tahun’ bumi ini. ”Kesadaran hari bumi ini memang harus terus digaungkan,” ujar Sofyan. Ia menegaskan, bila kesadaran ini tidak muncul maka yang terancam adalah manusia itu sendiri.

Oleh karenanya, inisiatif Unpar memperingati Hari Bumi, termasuk mengelola sampah secara permakultur, sangat diapresiasi dan diharapkan oleh pemerintah. “Mudah-mudahan (kegiatan) ini akan membangkitkan kesadaran (terhadap lingkungan),” harapnya mengakhiri sambutan.

Inovasi mahasiswa

Tidak hanya sampai di level institusi, mahasiswa pun ikut dalam upaya mewujudkan Unpar Hijau. Selama tiga hari berturut-turut, Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) Unpar mengajak mahasiswa untuk menukarkan limbah botol plastik dengan tumbler. Mahasiswa yang membawa tumbler juga berhak mendapat thai tea gratis. Hal ini adalah stimulus yang diberikan oleh LKM agar mahasiswa berminat untuk beralih ke gaya hidup hijau, salah satunya dengan menggunakan tumbler untuk keperluan minum sehari-hari.

Mahasiswa juga aktif menciptakan komunitas yang berorientasi ramah lingkungan. Salah satunya adalah Greenate, komunitas yang meyuarakan aksi untuk mereduksi sampah di sekitar kampus. Bersamaan dengan kegiatan Hari Bumi di Unpar, mereka mempresentasikan hasil amatan mereka, juga konsep pengelolaan sampah dalam lingkungan Unpar.

Kolaborasi wujudkan komitmen

Komitmen #2019UnparHijau adalah komitmen bersama. Artinya, seluruh masyarakat Unpar memiliki andil yang penting dalam menciptakan lingkungan Unpar dan sekitarnya sebagai green campus yang diharapkan dapat berujung pada efisiensi energi dan kelestarian lingkungan.

Kolaborasi bahkan dalam hal-hal kecil semudah memilah sampah sebelum dibuang dan meninggalkan kemasan sekali pakai akan mendukung komitmen tersebut. Sejalan dengan yang disampaikan oleh Rektor Unpar, “Sekecil apapun (aksi), dampaknya akan sangat penting.”