Home / Berita Terkini / Menelisik Peran Matematika di Era Digital
Digital

Menelisik Peran Matematika di Era Digital

Matematika dan digitalisasi adalah dua hal yang memiliki keterkaitan erat. Hal ini sangat masuk akal, bila melihat hakikat dunia digital yang dibangun oleh dua bilangan biner.

Matematika menjadi fondasi besar bagi terciptanya dunia digital dan kemajuan-kemajuan di dalamnya. Seiring dengan perkembangan tersebut, ilmu matematika juga dituntut untuk beradaptasi.

Peran matematika yang berubah seiring perkembangan teknologi digital menjadi hal yang diangkat dalam Seminar Nasional Matematika (Semmat) yang diselenggarakan Program Studi (Prodi) Matematika, Fakultas Teknologi Informasi dan Sains Universitas Katolik Parahyangan (FTIS Unpar).

Seminar tahunan rutin yang telah diadakan selama 13 tahun ini bertajuk “Matematika di Era Teknologi Digital”.

Menyikapi kemajuan zaman

Matematika, sama seperti ilmu yang lain, perlu beradaptasi secara kritis terhadap perkembangan zaman. Demikian disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik Paulus Cahyono Tjiang Ph.D, yang juga merupakan pengajar di FTIS Unpar. Bila matematika, baik ilmu maupun ahli, tidak dapat beradaptasi, tidak menutup kemungkinan hal ini mampu menjadikan teknologi digital sebagai “senjata makan tuan” bagi matematika.

Teknologi digital diakui telah menjadi suatu alat yang sangat membantu akademisi, khususnya di bidang matematika, dalam menyelesaikan permasalahan tertentu. Pemodelan matematika yang dulu membutuhkan waktu yang lama, kini dapat diselesaikan dengan cepat tanpa mengurangi tingkat akurasinya. Hal ini juga mendorong penyederhanaan dalam pemodelan matematika sehingga menghasilkan solusi yang realistis.

Di sisi lain, metode pembelajaran matematika juga berubah, khususnya di dunia pendidikan tinggi. Contohnya, penggunaan media digital dalam penyampaian materi, pencarian data, hingga penyelesaian model dan masalah matematis.

Dengan kemunculan berbagai alat berbasis digital yang mempermudah kerja matematikawan, muncul pertanyaan, untuk apa mempelajari matematika secara sulit, menguasai teorema dan model, yang semuanya telah mampu dipecahkan menggunakan komputer dan gawai?

Inilah hal yang digarisbawahi dalam Semmat tahun ini. Bagaimana matematika menyikapi perubahan yang terjadi terkait dengan dunia digital, dan bagaimana matematikawan memperoleh kekuatan baru dari perubahan tersebut, di samping tetap mengembangkan teorema dan asumsi baru di masa mendatang.

Semmat Unpar tahun ini membuktikan bahwa matematika masih, bahkan semakin relevan dengan perubahan dan perkembangan di zaman digital. Contohnya, memperkecil ketidakpastian dalam pengukuran sesuai dengan prinsip Ketidakpastian Heisenberg, seperti yang dikemukakan oleh Prof. Hendra Gunawan. Meski ketidakpastian dalam perhitungan apapun akan selalu ada, tapi tingkat akurasi tinggi yang ditawarkan oleh teknologi digital akan semakin mempermudah ilmuwan dalam perhitungan tingkat mikro dengan lebih baik.

Peluang profesi baru

Perubahan di dunia digital ternyata terlihat dampaknya dalam dunia profesi. Kemunculan profesi seperti analis internet dan media sosial memberikan peluang baru bagi individu yang memiliki kualifikasi di bidang matematika. Hal ini disampaikan oleh Reza Felix Citra, S.Si., seorang pembicara yang berlatar belakang media.

Dengan meningkatnya data yang dimiliki, kebutuhan akan pengolahan data untuk segala keperluan semakin meningkat. Hal ini adalah potensi yang sangat baik bagi lulusan matematika.

Contoh profesi lain yang terbuka bagi lulusan matematika adalah aktuaris, yang saat ini sangat dicari, khususnya di bidang bisnis dan finansial. Kebutuhan akan aktuaris di Indonesia semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat serta didorong oleh kemajuan di bidang teknologi digital.

Prodi Matematika Unpar, sebagai salah satu mitra kerja pemerintah Kanada dalam Proyek READI (Risk Management, Economic Sustainability and Actuarial Science Development in Indonesia), mendukung peningkatan kualitas lulusan dalam bidang aktuaria, sebagai bagian dari perkembangan Indonesia di masa depan.

Melalui kemajuan di bidang teknologi, berbagai perubahan terjadi di seluruh lini kehidupan masyarakat. Matematika sebagai fondasi kemajuan, khususnya di bidang teknologi digital, dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan agar mampu berkontribusi bagi komunitas global.

 

Sumber: KOMPAS – Griya Ilmu (Selasa, 3 Oktober 2017)