Pentingnya Analisis Data Menanggulangi Pandemi

Dewasa ini, ketersediaan dan analisis data menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita. Mulai dari kegiatan belajar dan bekerja hingga belanja secara daring dipengaruhi oleh sistem dan algoritma berbasis data yang ada. Data memungkinkan diambilnya keputusan yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Ketua Program Studi Informatika Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Mariskha Tri Adithia, SSi, MSc, PDEng menegaskan pentingnya hal tersebut khususnya dalam menanggulangi pandemi yang tengah terjadi. Ketersediaan data yang akurat disertai analisis yang baik mampu membantu menanggulangi penyebaran Covid-19, sekaligus mempersiapkan masyarakat menyambut New Normal melalui Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Peran Teknologi Informasi

Mariskha menyampaikan bahwa secara umum, teknologi informasi saat ini sangat berkontribusi dalam membantu kita melawan pandemi. “Bisa bantu banyak sebenarnya,” ungkapnya. Salah satunya adalah melalui peran otomatisasi dalam penanggulangan penyebaran Covid-19. Perangkat robot desinfeksi, misalnya, dapat beroperasi secara optimal menggabungkan bidang ilmu robotika dengan informatika dan data science

“Dengan teknologi informasi, banyak hal bisa dilakukan secara daring dengan mudah,” tambah Mariskha. Aktivitas jarak jauh dan virtual kini bisa dilakukan dengan mudah, seperti kegiatan perkuliahan serta beragam aktivitas akademik yang tengah berlangsung di Unpar. 

Tetapi, ada hal yang lebih penting dari sekadar otomatisasi dan pemanfaatan teknologi informasi daring tersebut.

Data yang Akurat

“Yang utama,” menurut Mariskha, “adalah analisis data.” Data dan analisisnya dapat membantu masyarakat memprediksi banyak hal berkaitan dengan pandemi. “Misalnya, kita bisa melihat karakteristik kelompok(persebaran)nya.” Data terolah dapat membantu kita memvisualisasikan sebaran pandemi, seperti dengan kategori klaster kelompok ataupun melihat wilayah geografisnya. Dengan demikian, lanjut Mariskha, “Kita bisa beri early warning yang baik bagi masyarakat.”

Data penting terkait jumlah dan sebaran Covid-19 memudahkan dilakukannya contact tracing, sehingga membantu prediksi akan kemungkinan seseorang terjangkit Covid atau tidak. Analisis data tersebut, ujar Mariskha, akan memberi informasi yang akurat. Data-data lain yang tersebar di media sosial serta diintegrasikan dalam Big Data untuk diproses lebih lanjut dapat pula membaca sentimen masyarakat akan pandemi.

Tentunya, data-data yang dihimpun harus akurat dan aktual. Menanggapi hal itu, Mariskha menegaskan bahwa, “Kita perlu sistem informasi yang baik.” Dengan basis data yang lebih baik, informasi yang tersedia bagi masyarakat akan lebih akurat. Basis data sebagai dasar kebijakan yang tepat tentu akan mempersiapkan masyarakat untuk aman beraktivitas menyongsong AKB.

Usul Rancangan

Dalam bidang analisis data, Informatika Unpar mencoba berkontribusi bagi penanggulangan pandemi. “Kita ingin buat sebuah aplikasi yang bisa memberi warning (bagi masyarakat),” jelas Mariskha. Aplikasi yang memanfaatkan koneksi nirkabel radius sempit ini akan membantu menentukan resiko pengguna terpapar Covid-19 di masa lalu. 

“Aplikasi akan merekam pergerakan kita dimana saja, dan menghubungkannya dengan lokasi orang lain,” kata Mariskha. “Jika kita pernah dekat dengan dia (pasien), kita bisa tahu apakah kita beresiko atau tidak,” sambungnya. Tentunya, aplikasi ini akan sangat bergantung dengan data yang tersedia, termasuk data yang dikumpulkan oleh aplikasi dan disimpan secara aman dalam server dengan mempertimbangkan privasi penggunanya. 

Tidak menutup kemungkinan, aplikasi akan membantu meningkatkan kewaspadaan dalam lingkungan yang bersifat lebih sempit, seperti dalam Kampus Unpar. Terwujudnya aplikasi seperti ini diharapkan dapat pula mendorong inisiatif pengguna untuk memeriksa diri secara mandiri dan membantu mencegah penyebaran pandemi lebih luas. 

Tidak hanya sampai di situ, Informatika Unpar giat menyelenggarakan sosialisasi akan pentingnya data science dalam kehidupan. Salah satunya dengan menggunakan contoh data covid yang tersedia secara global. Selain itu, para tenaga pendidik Informatika Unpar turut menyusun buku “Pengantar Data Science dan Aplikasinya untuk Pemula” yang memuat visualisasi data Covid-19. Melalui paparan yang mudah dipahami dan visualisasi data, tutur Mariskha, “Kami mencoba membuka pikiran masyarakat.” 

Data, Data, Data

“Zaman sekarang, yang penting adalah data, data, dan data,” tegas Mariskha. Data yang berkualitas akan membantu masyarakat bergerak. Ia melanjutkan bahwa, “Kita harus punya data yang terintegrasi untuk dapat dianalisis.” Keputusan yang cepat, terutama di masa pandemi ini, harus diambil dengan pertimbangan yang matang, termasuk dengan mempertimbangkan analisis data yang akurat dan aktual. “Kita harus mau menggunakan data science dalam mengambil keputusan,” pungkasnya. (DAN – Divisi Publikasi)