Home / Berita Terkini / Pengukuhan Guru Besar Teknik Kimia Unpar Prof. Dr. Judy Retti B. Witono, Ir., M.App.Sc.

Pengukuhan Guru Besar Teknik Kimia Unpar Prof. Dr. Judy Retti B. Witono, Ir., M.App.Sc.

Pada Senin (25/11), Senat Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka dalam rangka mengukuhkan Prof. Dr. Judy Retti B. Witono, Ir., M.App.Sc. sebagai Guru Besar Teknik Kimia Unpar. Sidang dipimpin oleh ketua senat universitas Prof. Bambang Sugiharto, didampingi oleh Rektor Unpar Mangadar Situmorang Ph.D. beserta jajarannya. Hadir pula Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Prof. Uman Suherman, perwakilan Yayasan Unpar, para guru besar dalam dan luar negeri, serta keluarga dan kolega Prof. Judy Retti.

Adapun pidato pengukuhan Prof. Judy Retti berjudul “Peran Rekayasa Proses dalam Peningkatan Kesejahteraan Manusia”. Pidato ini seakan menjadi refleksi dari pengalaman ilmiah beliau dalam berbagai penelitian dan pengabdian masyarakat yang telah diselenggarakan oleh Unpar. Pemahaman dan wawasan akan rekayasa proses dalam mengolah sumber daya alam, serta aplikasinya pada bidang-bidang usaha masyarakat seperti pengembangan pupuk yang terkendali pelepasannya (CRF) dan teknologi pemurnian garam dari air laut membuktikan peran penting rekayasa proses, serta teknik kimia sebagai sebuah ilmu, dalam meningkatkan kualitas hidup orang banyak.

Acara dibuka dengan pembacaan surat keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) mengenai Pengangkatan Dr. Judy Retti B. Witono menjadi Guru Besar Teknik Kimia dengan bidang keahlian Rekayasa Proses, oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Unpar Tri Basuki Joewono, Ph.D. Sebelum penyampaian pidato pengukuhan, Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Unpar Dr. Thedy Yogasara membacakan Curriculum Vitae Prof. Judy Retti.

Apresiasi bagi Guru Besar

Rektor Unpar Mangadar Situmorang Ph.D. mengapresiasi capaian Prof. Judy Retti sebagai Guru Besar Teknik Kimia di dalam komunitas Unpar, sekaligus kepada seluruh pihak yang telah mendukung capaian tersebut. Dengan capaian ini, Rektor berharap Prof. Judy Retti dapat meningkatkan kontribusi keilmuannya, sekaligus mencetak para guru besar baru. “Dengan jabatan Guru Besar, Prof. Judy Retti saatnya untuk berbagi (ilmu),” ungkapnya. 

Rektor juga menyoroti formasi lektor dan lektor kepala yang ada di Unpar, dengan jumlah kurang lebih 400 orang yang memiliki potensi sebagai guru besar di masa mendatang. “Ini menjadi modal besar bagi Unpar untuk maju dan berkembang,” ujarnya, sekaligus menyampaikan harapan agar perkembangan Unpar, “Secara substansial menjadi meaningful, menjadi bermakna.”

Sejalan dengan Rektor Unpar, Kepala LLDIKTI Wilayah IV Prof. Uman Suherman mengungkapkan kebanggaan bagi capaian Prof. Judy Retti. “Menjadi seorang guru besar bukan ketahanan keilmuan yang paling utama,” jelasnya, “tetapi keilmuan itu didukung dengan sebuah kesabaran.” Ia juga mendorong Unpar, sebagai salah satu universitas unggulan di Indonesia, untuk terus mencetak guru besar baru sebagai bagian dari tanggung jawab keilmuan, sekaligus meningkatkan kualitas pembelajarannya.

”Keberadaan seorang guru besar bukan hanya untuk dirinya tapi akan membangun dan menjamin masa depan bangsa yang lebih berkualitas,” ungkap Prof. Uman. Harapannya, dengan peran Prof. Judy Retti selaku Guru Besar Teknik Kimia, akan muncul guru besar-guru besar berkualitas dari Unpar yang dapat berkontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi dan kemajuan bangsa. (DAN)

Foto bersama Prof. Judy Retti B. Witono bersama keluarga, senat akademik Unpar, dan guru besar dalam dan luar negeri