Home / Berita Terkini / Penghargaan untuk Karya dan Kreasi

Penghargaan untuk Karya dan Kreasi

Berbagai pencapaian yang diraih seluruh elemen sivitas akademika, membanggakan dan mengharumkan nama instansi yang menaungi. Peraihan tersebut tidak selalu hanya pada bidang akademik, namun juga nonakademik melalui kegiatan-kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler. Olimpiade, lomba, penelitian dan karya tulis ilmiah, keorganisasian serta ekspedisi hanya segelintir dari bentuk wadah dalam mengembangkan dan mewujudkan karya, kreasi, juga prestasi.

Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) tidak hanya dikenal sebagai perguruan tinggi swasta tertua se-Bandung Raya, tetapi juga mencetak mahasiswa serta lulusan yang berprestasi dan berkarakter. Hal ini, tak lepas dari kualifikasi dosen pengajar yang ketat dan juga berprestasi.

Di bidang karya tulis dan riset, seorang mahasiswa Fisika Unpar berhasil menjuarai tahap Kopertis Wilayah IV di ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) pada April lalu. Kemudian, tiga mahasiswa Akuntansi Unpar meraih juara kedua pada kompetisi paper yang mengkritik penyelenggaraan Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty. Selain itu, Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Industri (HMPSTI) memamerkan prototipe produk kreatif terbaik hasil rancangan mahasiswa Fakultas Teknologi Industri yang sedang mengambil mata kuliah Perancangan dan Pengembangan Produk pada sebuah acara bertajuk “Industrial Design Exhibition Alley (IDEA).

Masih dari mahasiswa Teknik Industri, dua Tim Teknik Industri Unpar berhasil meraih penghargaan Anang Zaini Gani Awards atas perolehan juara 1 dan 3 pada kompetisi perancangan tata letak fasilitas (PTLF) yang diselenggarakan oleh Universitas Trisakti.

Serupa dengan IDEA yang memamerkan produk, Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis (HMPSIAB) menyelenggarakan Startup Fest. Gelaran ini merupakan pameran dan bazaar produk kewirausahaan mahasiswa Ilmu Administrasi Bisnis yang sedang mengambil mata kuliah Simulasi Bisnis.

Prestasi lain dalam ajang kompetisi diraih oleh Tim Akuntansi Unpar yang berhasil merebut juara ke-3 pada Widyatama Accounting Competition (WAC) 2017 dan Macarony Competition 2017. Adapula prestasi di bidang olahraga, diraih oleh tim basket putri Alligators Unpar yang menduduki peringkat dua nasional dalam ajang Ganesha Basketball Competition pada April lalu. Kemudian, tim WISSEMU yang terdiri dari dua mahasiswi Hubungan Internasional yang sudah menapaki lima puncak dunia dan akan mendaki dua puncak terakhir, yaitu Gunung Denali dan Everest, sampai tahun 2018 mendatang.

Selain itu, Warta Himahi yang merupakan bagian dari  Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HMPSIHI) mendapatkan Bronze Award dalam kategori Best of Java Magazine pada ajang Indonesia Students Print Media Awards (ISPRIMA) yang dikelola oleh Serikat Perusahaan Pers (SPS) Indonesia, dan masih banyak prestasi dan penghargaan yang ditorehkan oleh mahasiswa-mahasiswa Unpar lainnya.

Dalam rangka mengapresiasi mahasiswa Unpar yang berprestasi, Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) Unpar menggelar Malam Penghargaan Unpar (MPU) setiap tahunnya. Mengangkat tema “Lumiere”, acara MPU tahun ini berlangsung di Hotel Mercure, Bandung pada Sabtu (9/4) lalu.

Adapun, penghargaan yang diberikan untuk mahasiswa berprestasi terbagi ke dalam tiga kategori yaitu prestasi akademik, non akademik, dan international outstanding. Acara tersebut dihadiri oleh sebanyak 356 mahasiswa berprestasi. Turut diundang pula sejumlah perwakilan rektorat Unpar, para dosen serta berbagai lembaga kemahasiswaan seperti Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM), LKM, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Tidak hanya mahasiswa, dosen-dosen Unpar pun meraih beberapa penghargaan dan prestasi pada tahun 2017 ini. Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Sylvia Yazid, Ph.D menerima Alumni Grant Scheme (AGS) dari pemerintah Australia yang dikelola melalui Australia Awards in Indonesia. Dari 200 ajuan proposal, tulisan milik beliau menjadi salah satu dari 25 proposal yang berhasil mendapatkan dukungan dana dari pemerintah Australia.

Adapun, dosen prodi Teknik Kimia Unpar Arenst Andreas Arie, Ph.D yang terpilih sebagai dosen berprestasi tingkat Kopertis Wilayah IV. Ia pun berhasil mempertahankan gelar perolehan juara yang pada tahun 2016 lalu yang diraih oleh Ratna Frida Susanti, Ph.D.

Meraih prestasi melalui berbagai lomba, kompetisi, bahkan melalui program-program kemahasiswaan dan kegiatan belajar mengajar bukan hanya mengasah dan menguji keahlian serta ilmu. Juga, membina karakter yang menjunjung nilai dan norma bangsa Indonesia. Maka, budaya berprestasi di lingkungan pendidikan perlu ditingkatkan.