Home / Berita Terkini / Pengembangan Pendidikan Tinggi Vokasi Memajukan Industri Nasional
  • Suasana sesi pertama Workshop Nasional Teaching Industry dan CP-MEME yang diselenggarakan FPTVI dan Prodi Diploma III Manajemen Perusahaan Unpar pada Jumat (4/10)

  • Rektor Unpar Mangadar Situmorang, Ph.D. membuka rangkaian lokakarya yang diharapkan dapat membantu mengembangkan pendidikan tinggi vokasi di Indonesia

  • Rektor Unpar beserta pimpinan FE Unpar dan para pembicara lokakarya berfoto bersama Duta Vokasi Unpar

Pengembangan Pendidikan Tinggi Vokasi Memajukan Industri Nasional

Pendidikan tinggi vokasi kini tengah mengalami perkembangan yang pesat. Hal ini sejalan dengan program pemerintah memajukan beragam sektor industri untuk menyokong perekonomian nasional. Disisi lain, untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli bagi industri diperlukan sistem pembelajaran vokasi yang baik dan sesuai dengan konteks perekonomian saat ini.

Menjawab tantangan pengembangan pendidikan tinggi vokasi, Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) bekerja sama dengan Program Diploma III Manajemen Perusahaan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menggelar rangkaian lokakarya selama tiga hari, mulai Jumat 4 Oktober 2019 hingga Minggu 6 Oktober 2019. Kegiatan dipusatkan di Kampus Pascasarjana Unpar di Jalan Merdeka, Bandung. 

Kegiatan ini terdiri dari dua rangkaian lokakarya, yaitu Workshop Nasional Teaching Industry: Implementasi Teaching Industry dalam Mewujudkan SDM Kompeten dan Unggul, serta Workshop Nasional CP-MEME: Merancang Capaian Pembelajaran untuk Kurikulum Multi Entry Multi Exit (MEME). Rangkaian lokakarya ini bertujuan untuk mereplika proses pembelajaran sesuai kebutuhan dunia industri serta mempersiapkan dokumen capaian pembelajaran sesuai kurikulum MEME. 

Lokakarya diikuti oleh 85 orang peserta dari berbagai universitas di Indonesia yang menyelenggarakan pendidikan tinggi vokasi, khususnya di bidang teknik, manajemen, pariwisata, akuntansi, kesehatan, tata boga dan perkantoran. Pembukaan lokakarya dihadiri oleh Rektor Unpar Mangadar Situmorang, Ph.D. didampingi Dekan Fakultas Ekonomi (FE) Unpar Dr. Budiana Gomulia dan Ketua Program Studi Diploma III Manajemen Perusahaan (D3MP) Nina Septina SP., MM.

Dalam sambutannya, Rektor Unpar menyampaikan perlunya pembedaan jelas atau demarkasi antara outcome based dan pendidikan berbasis kompetensi yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan tinggi vokasi. Oleh karenanya, ungkapnya, “Forum ini sangat penting.” Ia menambahkan harapannya agar, “Workshop ini akan sangat membantu kita dalam mengembangan pendidikan tinggi vokasi di perguruan tinggi kita masing-masing.” Mengakhiri sambutannya, Rektor membuka secara resmi kegiatan lokakarya.

Lokakarya dibuka dengan paparan dari pembicara utama (keynote speaker), yaitu Direktur Pembelajaran Ditjen Belmawa Kemenristekdikti RI Dr. Paristiyanti Nurwardani MP. Pengalamannya dalam pendidikan vokasi baik di tingkat menengah maupun tinggi memperlihatkan pentingnya kesesuaian antara kebutuhan industri dengan kurikulum yang ada. Sesi pertama diisi pula oleh Kepala Balai Besar Logam dan Mesin Kemenperin Enuh Rosdeni dengan Moderator Arman Faslich.

Lokakarya ini juga mengundang pembicara yang memiliki kompetensi dalam pengembangan pendidikan vokasi. Pembicara ini antara lain Prof. Hamfri Djajadikerta (FE Unpar), Prof. Sigit Pranowo Hadiwardoyo (Direktur Pendidikan Vokasi UI), Hotma Prawoto Sulistiyadi (Direktur Project Implementation Unit UGM), dan Tim Direktorat Pembelajaran Dirjen Belmawa Kemenristekdikti. (DAN)