Home / Berita Terkini / Pengalaman Mahasiswa Baru Awali Perkuliahan di Unpar

Pengalaman Mahasiswa Baru Awali Perkuliahan di Unpar

Awal dari dunia perkuliahan merupakan sebuah masa-masa peralihan di mana mahasiswa baru merasakan berbagai hal-hal menarik. Lingkungan kampus yang belum familiar dan wajah-wajah baru dari masyarakat universitas, baik dosen, pengurus, maupun sesama mahasiswa, mungkin menjadi suatu tantangan tersendiri bagi mahasiswa baru yang memasuki dunia perkuliahan.

Memasuki tahun ajaran baru 2019-2020, Universitas Katolik Parahyangan menyambut 2,692 mahasiswa baru pada 5 Agustus 2019. Mahasiswa baru diagendakan untuk mengikuti rangkaian acara Inisiasi dan Adaptasi (SIAP) yang terbagi ke dalam dua acara, yaitu SIAP gabungan dan SIAP fakultas. Seusai menjalankan kedua acara SIAP, mahasiswa pun melanjutkan perjalanan pembelajarannya di Unpar dengan mengikuti kelas.

“Capek tentu, tetapi senang bisa belajar bagaimana menjadi mahasiswa,” jawab Veronica Anastasya Kartono (Hubungan Internasional 2019) saat ditanyakan bagaimana kesannya menjadi mahasiswa baru di Unpar. Veronica mengaku rangkaian acara SIAP yang padat dalam rentang waktu yang singkat yang dilanjutkan dengan perkuliahan cukup menguras tenaga. Selain itu, Veronica merasa kaget dengan lingkungan baru yang mengharuskan ia untuk beradaptasi secara mandiri. 

Begitu juga dengan Priscilla Angel (Akuntansi 2019) yang merasa tertantang dengan dunia perkuliahan. “Sempat takut juga dengan sistem pembelajaran yang berbeda dari SMA seperti moving class, soalnya harus berbaur dengan lingkungan dan teman-teman yang ada di kelas yang berbeda,”ungkap Priscilla.

Renaldi Febriana (Matematika 2019) turut merasakan tantangan yang sama. “Dari segi materi pembelajaran masih aman, hanya bingung dengan lingkungan barunya saja,” jawab Renaldi saat ditanya tantangan apa yang dihadapi selama menjalankan satu minggu pertama perkuliahan di Unpar. Ia memberikan apresiasinya kepada panitia SIAP atas rangkaian acara yang sudah disusun secara teratur. Renaldi yang sempat mengalami kondisi tubuh yang kurang baik mengaku bahwa ia masih dapat menikmati rangkaian acara SIAP atas bantuan panitia-panitia. 

Di sisi lain, Audwin (Teknik Sipil 2019) lebih menggaris bawahi kesan baiknya mengenai SIAP dan perkuliahan minggu pertama ini. Audwin melihat lingkungan belajar dan pertemanan baru dari perspektif yang berbeda, yakni sebagai sesuatu yang berkesan dan lebih mendorong dirinya untuk belajar beradaptasi lebih jauh lagi. “Seru karena bisa merasakan langsung pengalaman SIAP yang tadinya hanya sempat saya lihat melalui video yang diunggah di Youtube, rasanya jauh lebih seru dan berkesan,” tutur Audwin.

Kaget, capek, dan menyenangkan, adalah kata-kata sering terdengar dari mahasiswa yang baru menjalankan rangkaian kegiatan SIAP. Walaupun menghadapi berbagai tantangan baru untuk mendewasakan diri, keempat mahasiswa tersebut masih memiliki semangat untuk belajar lebih dalam lagi mengenai Unpar dan juga perkuliahan sesuai dengan jurusan yang diambil oleh masing-masing mahasiswa. “Lingkungan yang baru menuntut kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik, yang mau berusaha berdiri di atas kaki sendiri. Memang sulit, tapi harus bisa,” tutur Veronica. (MGI/DAN)