Home / Berita Terkini / Pendidikan Kejuruan, Metode Ampuh Lawan Kemiskinan di Pedesaan

Pendidikan Kejuruan, Metode Ampuh Lawan Kemiskinan di Pedesaan

Kemiskinan menjadi fenomena kontemporer dalam kehidupan masyarakat dunia. Tidak dapat dimungkiri bahwa kemiskinan tetap menjadi penghambat kemajuan, terutama dalam bidang perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Hal inilah yang mendorong masyarakat global menjadikan kemiskinan sebagai agenda penting.

Di Indonesia, tingkat kemiskinan telah mengalami penurunan konstan yang cukup berarti selama beberapa tahun terakhir. Namun, penurunan yang terjadi saat ini tidak serta merta menjadikan Indonesia sebagai negara yang terbebas dari masalah kemiskinan.

Peran penting pendidikan dalam menanggulangi kemiskinan menjadi tema utama yang diangkat pada Dies Natalis Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan (FE Unpar) pada 27 Januari yang lalu. Dengan mengangkat tema “Peran Sentral Pendidikan dalam Mengentaskan Kemiskinan di Pedesaan dan Menjaga Ketahanan Pangan Nasional”, FE Unpar kembali mengingatkan pentingnya pendidikan sebagai kekuatan utama dalam mencegah, bahkan mereduksi kemiskinan. Untuk itu, pendidikan terbaik dan terjangkau harus diberikan bagi semua warga negara, terutama masyarakat kalangan bawah.

Dalam Orasio Dies, Hilda Leilani Masniaritta Pohan, Ph.D menyoroti pentingnya pendidikan dalam proses pengentasan kemiskinan. Penggunaan industrialisasi sebagai salah satu solusi dalam pengentasan kemiskinan, khususnya di Indonesia, tidak selalu menjadi solusi terbaik. Menurutnya, pendidikan, terutama pendidikan khusus seperti sekolah menengah kejuruan (SMK) adalah solusi jangka panjang yang efektif dalam menyelesaikan permasalahan kemiskinan.

Kebijakan Terbaik Jangka Panjang

Salah satu permasalahan utama dalam pengentasan rakyat dari kemiskinan adalah keberadaan lingkaran kemiskinan, yang seringkali disebut dengan vicious circle of poverty.

Ketidakmampuan menyimpan dan melakukan investasi membuat penanaman modal terhambat sehingga menyebabkan turunnya produktivitas. Dengan menurunnya produktivitas, terjadi penurunan terhadap tingkat pendapatan. Tidak bisa dipungkiri, hal ini berujung pada kondisi kemiskinan yang semakin buruk.

Kunci utama pengentasan kemiskinan adalah memutus aliran lingkaran kemiskinan tersebut. Ada berbagai teknik dan kebijakan yang bisa diambil untuk mengurangi kemiskinan, berkaitan dengan komponen-komponen yang ada dalam lingkaran kemiskinan. Salah satunya, peningkatan produktivitas. Lewat peningkatan produktivitas, tingkat pendapatan akan naik, dan tingkat kemiskinan tentu akan mengalami penurunan.

Di seluruh dunia, pemerintah melakukan berbagai kebijakan yang bertujuan mendongkrak produktivitas masyarakat. Kebijakan yang populer saat ini adalah program industrialisasi. Peningkatan produksi yang dihasilkan oleh program tersebut menuntut penambahan jumlah pekerja, sehingga mengurangi jumlah pengangguran. Selain itu, tingkat pendapatan masyarakat akan meningkat, seiring dengan peningkatan status mereka menjadi pekerja industri. Kesinambungan pada dua hal tersebut, berkurangnya pengangguran dan meningkatnya pendapatan, diharapkan dapat mengentaskan kemiskinan.

Permasalahan baru yang muncul adalah dengan pembukaan lahan investasi baru, khususnya di pedesaan, tidak serta merta membawa perubahan signifikan dalam jumlah penduduk miskin. Dengan industrialisasi, penduduk pedesaan belum tentu memiliki kesempatan dan kualifikasi untuk menjadi tenaga kerja. Selain itu, industrialisasi yang tidak diregulasi dengan baik juga mengancam mata pencaharian masyarakat desa, yang sebagian besar menggantungkan hidup di bidang agraris. Pada titik ini, kebijakan industrialisasi sudah tidak efektif lagi dalam menanggulangi kemiskinan, bahkan cenderung berakibat kontra-produktif bagi masyarakat desa.

Di sinilah pendidikan memainkan peranan penting. Pendidikan sendiri dapat dibagi dalam dua kategori: pendidikan umum, dan pendidikan khusus, atau yang kita kenal sebagai pendidikan kejuruan. Di antara kedua bentuk pendidikan tersebut, pendidikan kejuruan memiliki tempatnya tersendiri. Pendidikan yang mendasarkan kurikulumnya berdasarkan spesifikasi dan kebutuhan tertentu mampu menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan tertentu, yang utamanya langsung dapat diterapkan secara langsung dalam praktik.

Dengan menyesuaikan kebutuhan suatu daerah, sekolah kejuruan mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan perekonomian daerah tersebut. Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan dapat berkontribusi secara langsung dan cepat dalam membangun perekonomian daerah, salah satunya melalui peningkatan produksi maupun membantu optimalisasi proses industrialisasi.

 

Sumber: KOMPAS – Griya Ilmu (Selasa, 7 Februari 2017)