Home / Berita Terkini / Peluncuran Buku P.C. Suroso: Guru dan Sahabat, Membahas Lebih Jauh tentang Percik Pemikiran P.C. Suroso
  • Acara Peluncuran Buku P.C. Suroso diawali Misa Syukur dan Jumat Pertama

  • Para pembahas buku memaparkan isi buku di hadapan hadirin

  • Foto bersama Uskup Bandung, perwakilan yayasan, pimpinan universitas, dan penulis buku

  • Sajian musik angklung memeriahkan acara peluncuran buku

Peluncuran Buku P.C. Suroso: Guru dan Sahabat, Membahas Lebih Jauh tentang Percik Pemikiran P.C. Suroso

Pada Jumat, (3/5/2019) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menyelenggarakan peluncuran buku P.C. Suroso: Guru dan Sahabat, dengan pembahasan buku yang berjudul “Percik Pemikiran dan Pergulatan: Manusia Bagi Sesama”. Acara ini bertujuan untuk membahas bagian keempat dari buku, yakni percik pemikiran P.C. Suroso (alm.) yang kerap kali dianggap sebagai sebuah anomali dan visioner.

Rangkaian acara peluncuran buku dibuka dengan Misa Syukur Peluncuran Buku dan Jumat Pertama. Usai misa, acara dilanjut dengan bedah susunan buku.

Peluncuran buku ini berlangsung pada pukul 11.00-15.00 di Gedung 3, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpar. Pembahasan buku dimoderatori oleh Anton J. Wisnu Praboto dan mengundang Prof. Mari Elka Pangestu, Ph.D., Mangadar Situmorang, Ph.D., dan Januarita Hendriani Ph.D. sebagai pembicara.

P.C. Suroso (alm.), dosen di Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi Unpar, dikenal sebagai dosen yang dekat dengan anak muda, sosok aktivis, dan juga sosok yang berani demi kebenaran. Kenangan tersebut dituangkan ke dalam tulisan-tulisan yang menjadi saksi kehidupan P.C. Suroso, yang dikumpulkan secara gotong royong untuk dijadikan sebuah buku berjudul P.C. Suroso: Guru dan Sahabat.

Buku ini menceritakan tentang kiprah P.C. Suroso di masyarakat, khususnya pada saat beliau menjadi kepala Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Unpar (LPKM, kini LPPM), di mana beliau terlibat secara nyata membangun masyarakat Unpar. Hal yang menarik dari buku ini adalah terdapat beberapa pandangan yang berbeda dari P.C. Suroso.

Beliau mengenalkan konsep partisipatoris, yaitu berperan sebagai sahabat dan mau belajar dengan masyarakat sebagai pendekatan kepada masyarakat. Berbekal pendekatan itu, buku ini menceritakan bahwa P.C. Suroso telah memberikan kontribusi besar dalam bagaimana Unpar hadir di masyarakat. Kontribusi tersebut dijadikan oleh P.C. Suroso sebagai bentuk pujian bagi Tuhan yang dipercayainya.

Rangkaian acara ditutup oleh penampilan angklung yang membawakan lagu Hymne Guru, sebagai persembahan rasa hormat kepada P.C. Suroso.