Home / Berita Terkini / Peluang Kerja Teknik Kimia di Era Disrupsi dan New Normal

Peluang Kerja Teknik Kimia di Era Disrupsi dan New Normal

Pada Rabu (16/9/2020), Jurusan Teknik Kimia Universitas Katolik Parahyangan mengadakan webinar seri keduanya yang bertajuk “Chemical Engineering Job Prospect In The Age of Disruption and New Normal From Regional & International Perspectives”. Secara garis besar webinar ini menjelaskan tentang perubahan di bidang industri karena Revolusi Industri 4.0 dan pandemi COVID-19 serta persiapan untuk beradaptasi dengan new normal, mencari pekerjaan, atau bahkan kesempatan membuat bisnis dan pekerjaan sendiri. 

Webinar ini mengundang Aqsha, S.T., M.Sc., Ph.D. (Assistant Professor Universiti Teknologi PETRONAS, Malaysia dan Alumnus CM Technologies, Canada) sebagai pembicara dan dimoderatori oleh Dr. Asaf Kleopas Sugih, Ir. Acara dibuka dengan kata sambutan oleh Dr. Jenny Novianti M Soetedjo, S.T., M.Sc. selaku Ketua Program Studi Sarjana Teknik Kimia. Selanjutnya Aqsha mengawali paparannya mengenai Teknik Kimia dan berbagai pekerjaan yang ada di dalamnya.

Apa itu Teknik Kimia?

Teknik kimia adalah cabang ilmu dari teknik yang menggunakan prinsip kimia, fisika, matematika, biologi, dan efisiensi biaya untuk memproduksi, mendesain, mentranspor, dan mengubah energi dan material (AIChE, Wikipedia). Hanya teknik kimia yang mampu untuk melakukan scale-up dari skala kecil/lab menjadi skala besar/pabrik. 

Pada umumnya sebelum adanya pandemi COVID-19, sarjana teknik kimia banyak diperlukan dan dicari di berbagai industri. Survei menunjukkan pada rentang 6 bulan setelah lulus, sekitar 58,7% langsung dipekerjakan dan 23,6% melanjutkan studinya ke jenjang S2. Gaji seorang sarjana teknik kimia pun tidaklah sedikit yaitu sekitar 3-50 juta per bulan. 

Sarjana teknik kimia akan mempunyai skill set yang cukup luas dan unik sehingga membuka lapangan pekerjaan yang besar. Hampir semua bidang industri dapat dilakukan oleh sarjana teknik kimia, mulai dari pabrik sampai financial. Contohnya di bidang Aerospace sarjana teknik kimia bisa menjadi fuel engineer karena telah belajar mengenai biofuel. Di Malaysia, semiconductor company mulai membutuhkan sarjana teknik kimia untuk melakukan scale-up produksi mereka.

Tetapi pada kenyataannya, cukup sulit untuk mencari pekerjaan di masa pandemi COVID-19. Perilaku konsumen mulai berubah dan banyak perusahaan yang melakukan PHK terhadap karyawannya. 

Tips mencari kerja di tengah pandemi

10 soft skills yang harus dimiliki seseorang untuk mendapat pekerjaan adalah komunikasi, motivasi pribadi, jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, kerjasama, pemecahan masalah, ketegasan, kemampuan bekerja dalam tekanan dan manajemen waktu, fleksibilitas, negosiasi dan resolusi konflik. Soft skills ini harus ditekankan di dalam resume dan wawancara secara tersirat.  

Buat resume baik secara hardcopy dan online. LinkedIn adalah salah satu media sosial yang sangat penting bagi para pencari kerja maupun para profesional karena media ini seperti “penghubung” bagi para workers. Para HR pun sering mencari pekerja lewat LinkedIn. Kontrol postingan pribadi di media sosial yang kurang layak dimunculkan di publik agar citra kita tidak tercoreng di mata HR. Perluas koneksi melalui berbagai webinar, alumni, pengajar, dan bidang industri jika sudah bekerja. Jika memiliki waktu lebih, sebaiknya gunakan waktu tersebut untuk mempelajari skill yang baru untuk menambah kemampuan di CV.

Apapun pekerjaan yang kita miliki, patutnya disyukuri dan tetap berusaha untuk memberikan yang terbaik agar potensi tersembunyi yang ada dalam diri pun  muncul. Jika memang belum cocok dengan pekerjaan yang dilakukan, terus cari dan jangan menyerah. (JNS/DAN – Divisi Publikasi)