Home / Berita Terkini / Peletakan Batu Pertama Pembangunan PPAG (Tahap 2)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan PPAG (Tahap 2)

Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) mengadakan kegiatan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pusat Pembelajaran Arnst-Geise (PPAG) Tahap 2, pada Rabu (5/9). Acara yang diselenggarakan di lobby rektorat Unpar dan area pembangunan gedung PPAG tersebut dihadiri oleh pihak yayasan Unpar, jajaran rekrorat, segenap sivitas akademika unpar, dan para tamu undangan.

Dalam kata sambutannya, Rektor Unpar Mangadar Situmorang Ph.D menyampaikan bahwa pada dasarnya pembangunan PPAG (tahap 2) merupakan keberlanjutan dari pembangunan PPAG (tahap 1) pada 2015 lalu.

“Hari ini kita lanjutkan untuk memulai pembangunan tahap 2. Sebenernya dalam semangatnya, hanya ada 1 PPAG. Dan itu dilakukan atas kesepakatan bersama,” kata Mangadar.

Pembangunan tersebut, tambah beliau, tidak hanya menunjukkan Unpar untuk senantiasa maju dan berkembang tetapi juga kebersamaan seluruh komunutas akademika Unpar.

Harapan juga disampaikan oleh pihak yayasan Unpar, Antonius Tardia. Ada tiga harapan terkait pembangunan tahap kedua ini, katanya, “(Pembangunan) bisa dikerjakan lebih cepat; setelah gedung selesai, isi dan fungsi harus optimal dalam hal ini pemanfaatan gedung; (serta) pemeliharaan dan perawatan gedung agar kondisi selalu optimal.”

“Sinergi dan kebersamaan menjadi kunci,” tegas beliau.

Rangkaian acara meliputi prosesi Reak adat Sunda serta upacara pemberkatan oleh Uskup Bandung Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC.

Selama prosesi adat, diletakkan pula dua telur angsa busuk. ‘Telur’ bulat dilambangkan kekokohan. Sedangkan ‘angsa’ yang tidak mudah dicari mengisyaratkan sesuatu yang berharga. Selain itu, disiapkan tujuh bambu dengan tujuh mata air dari sejumlah daerah di bagian timur kaki gunung Manglayang.

Dalam prosesi ini, ketujuh mata air dibawa oleh para pimpinan Unpar untuk kemudian disiramkan, membersihkan telur tersebut. ‘Air’ itu sendiri berarti kehidupan. Unpar memiliki Sindu yang berasal dari bahasa kawi (berarti air) yang dimaknai sebagai kehidupan. Dengan demikian, kegiatan sakral lewat prosesi Reak bisa menjadi berkat bagi gedung PPAG yang diharapkan dapat menjadi tempat untuk membangun pendidikan yang lebih baik.

Mgr. Antonius mengatakan bahwa prosesi peletakan batu pertama pembangunan PPAG (tahap 2) diibaratkan sebuah pondasi spiritual yang mengingatkan pada pendiri Unpar, Mgr. Arnst dan Mgr. Geise serta perwujudan dari Spiritualitas dan Nilai-nilai Dasar Unpar (Sindu).

“Dengan pembangunan ini saya berharap, Unpar menjadi rumah belas kasih, tempat mendidik anak-anak muda. Tempat mencari ilmu. Ulung dalam karakter dengan sikap hati dan budi. Bisa melayani dan menyentuh anak-anak tidak mampu untuk meraih cita-cita, terutama di Jawa Barat,” ungkapnya.

Adapun, pembangunan PPAG tahap 2 ini diperkiraan akan berlangsung selama 18-20 bulan ke depan.