Home / Berita Terkini / Pelatihan Unpar Ambassador Batch 2020

Pelatihan Unpar Ambassador Batch 2020

Setiap tahun, mahasiswa terbaik Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) berkompetisi untuk menjadi duta universitas dalam program yang dikenal sebagai Unpar Ambassador. Program ini ditujukan tidak hanya untuk memilih mahasiswa yang dapat mewakili universitas dalam berbagai event, namun juga menjadi wadah pengembangan diri para mahasiswa terpilih.

Melalui proses seleksi ketat yang menilai wawasan kandidat akan Unpar, personalitas dan karakter, terpilihlah 80 mahasiswa sebagai Unpar Ambassador Batch 2020. Mereka terjaring dari lebih 200 orang calon potensial yang berasal dari berbagai program studi di Unpar. Adapun seleksi dilakukan melalui beberapa tahapan, seperti tes tertulis daring melalui Google Classroom serta wawancara kandidat.

Tentunya, para ambassador baru perlu meningkatkan skill mereka dalam mewakili Unpar. Untuk itu, Divisi Pemasaran Interaktif, Kantor Pemasaran dan Admisi (KPA) Unpar memberikan serangkaian pelatihan secara daring bagi anggota Unpar Ambassador, baik yang berasal dari batch 2020 maupun batch-batch sebelumnya. Pelatihan ini berlangsung setiap hari Sabtu, dimulai dengan sesi Internal pada 25 Juli 2020, diikuti lokakarya (workshop) sebanyak tiga kali, dan berakhir dengan simulasi pada 22 Agustus 2020.

Kemampuan Story-Telling

Lokakarya pertama pelatihan Unpar Ambassador yang diselenggarakan pada Sabtu (1/8/2020) membahas “The Power of Story-Telling”. Sebagai narasumber, Riko Anggara dari Kompas TV mengajak para ambassador untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam ‘bercerita’. Tentu bukan sembarang bercerita, melainkan bagaimana caranya berbagi informasi yang menarik serta inspiratif dalam memperkenalkan Unpar kepada masyarakat. 

Selain memberi paparan tentang dasar dan strategi Story-Telling, Riko juga tidak segan mengajak rekan-rekan ambassador untuk mempraktekkan ilmu baru yang mereka dapatkan. Riko juga memberikan tips dan trik untuk meningkatkan kualitas story telling, seperti memilih materi yang tepat dan menggunakan gestur yang baik. “Ketika sedang pidato, gak merasa sedang dipidatoin. Ketika sedang ceramah, gak merasa sedang diceramahin. Ketika sedang selling, gak merasa sedang jualan banget,” ujar Riko, “That’s story telling.”

Tidak hanya story telling, para ambassador baru Unpar akan menimba berbagai ilmu lain dalam pengembangan diri mereka. Pada sesi lokakarya berikutnya yang akan diselenggarakan pada 8 Agustus 2020, Sapta Dwikardana, Ph.D. dari Unpar akan memberikan materi bertajuk “Be Nice and Be A Strong Team Player.” Divisi Pemasaran Interaktif juga mengundang Miss Indonesia 2018 yang juga alumnus Unpar, Alya Nurshabrina, untuk membahas self-branding dengan tema “To Influence is Key of Self Branding” pada lokakarya 15 Agustus 2020. (DAN – Divisi Publikasi)