Home / Berita Terkini / Parahyangan National Accounting Challenge 2018

Parahyangan National Accounting Challenge 2018

Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HMPSA) bekerja sama dengan Program Studi Akuntansi Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) mengadakan Parahyangan National Accounting Challenge (PNAC) 2018, pada 9-11 April di kampus Unpar, Ciumbuleuit, Bandung. PNAC rutin diadakan setiap dua tahun sekali. Kali ini, PNAC bertemakan “Break the Boundaries and Explore Your Knowledge in Accounting”.

“PNAC itu sendiri intinya pasti lomba akuntansi. Tahun ini kita kemas dengan bentuk yang berbeda, (yaitu) seminar sama field trip ke Floating Market di hari pertama,” ungkap Irene Hamzar Ketua Pelaksana PNAC 2018. Ketika selesai kegiatan, kata Irene, harapannya peserta tidak hanya pulang dengan tangan kosong, tetapi membawa ilmu melalui seminar dan pengalaman seru selama di Bandung.

“Tujuan awalnya pasti untuk mengasah kemampuan peserta di bidang akuntansi,” jelas Irene. Selain itu, PNAC juga diharapkan dapat membantu para peserta untuk mengasah kemampuan mereka di luar perkuliahan seperti bidang interpersonal dan communication skills.

Kompetisi nasional ini diikuti oleh 24 tim se-Indonesia. Sebagian peserta berasal dari Surabaya dan Jakarta. Setiap universitas dapat mengirimkan sebanyak 3 tim yang terdiri dari 3 orang/tim.

Di hari pertama, peserta mengikuti seminar PNAC. Kegiatan diselingi dengan field trip di hari kedua. Selanjutnya, lomba diselenggarakan pada hari ketiga. Adapun, tahapan seleksi selama kompetisi terbagi menjadi babak penyisihan, kuarter final (12 tim terbaik), semi final (6 tim terbaik), dan final (3 tim terbaik).

Tidak hanya mahasiswa Akuntansi Unpar yang berperan sebagai tim pelaksana, keterlibatan dosen-dosen Akuntansi selama persiapan dan penyelenggaraan PNAC sangat berpengaruh. “Prodi cukup terlibat banyak,” ungkap Irene. Dalam hal ini, para dosen membantu mempersiapkan soal-soal kompetisi yang bersifat confidential, juga sebagai dewan juri pada saat acara berlangsung.

Irene mengungkapkan, antuasiasme peserta cukup baik dan respon mereka cukup positif. “Cukup baik responnya. Beberapa (tim) yang udah gugur kita kasih kuesioner. Ada beberapa yang bilang, ‘Acara cukup menarik dan lain sebagainya’. Kita juga pasti ada kekurangannya, dan itu menurut saya bisa membangun untuk ke depannya,” terangnya penuh semangat.

Universitas Widya Mandala Surabaya yang mengirimkan dua grup, Tim A dan Tim B serta Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) berhasil lolos ke babak final. Juara 1 dan 2 diraih oleh kedua tim dari Universitas Widya Mandala Surabaya. Menduduki posisi Juara 3, yaitu PKN STAN Tim B. Adapun, Juara Harapan 1 hingga 3, masing-masing diraih oleh Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Bina Nusantara, dan Trisakti School of Management.

“Harapannya mungkin, ke depan, tentunya proker-proker himpunan yang lainnya dapat berjalan dengan lebih baik lagi. Dan untuk PNAC-nya sendiri juga ke depannya bisa belajar lebih baik lagi. Timnya lebih banyak dan acaranya lebih menarik lagi,” kata Irene yang merupakan mahasiswa Unpar angkatan 2016.

“Peserta-peserta di sini juga (bisa) mendapatkan ilmu yang berguna buat mereka sendiri,” pungkasnya.