Home / Berita Terkini / Pangdam III Siliwangi Kenalkan Program “Citarum Harum”

Pangdam III Siliwangi Kenalkan Program “Citarum Harum”

Pangdam III Siliwangi menyambangi Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) pada Kamis (14/12) lalu. Rektor Unpar Mangadar Situmorang Ph.D menyambut Mayor Jenderal TNI Doni Munardo beserta jajarannya di Gedung Rektorat Unpar.

Selain memperkenalkan sejumlah pimpinan rektorat dan fakultas serta sivitas akademika yang hadir, Rektor Unpar juga menyampaikan profile singkat serta gambaran umum tentang Unpar. Sebagai salah satu universitas swasta pertama di Jawa Barat, Unpar akan menginjak usia ke-63 pada 17 Januari 2018 mendatang. Juga, mengenai prestasi Unpar yang baru saja meraih Akreditasi A oleh BAN-PT. Acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan mahasiswa Bela Negara dan Mahitala Unpar.

Dalam kunjungan tersebut, Mayjen Doni menyampaikan, “Adapun hal yang paling penting yang mungkin bisa saya utarakan di sini adalah  tentang bagaimana kiranya Parahyangan juga bisa memberikan kontribusi untuk membantu penataan ekosistem di wilayah Jawa Barat ini, terutama di kawasan sepanjang daerah aliran sungai Citarum.”

Beliau mengatakan, salah satu langkah yang dilakukan Kodam III Siliwangi adalah berkomunikasi dengan semua pihak yang ada di Jawa Barat terkait program tersebut. “Dua tahun terakhir ini Kodam sudah dilibatkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam program Citarum Lestari: Bersih, Indah, Lestari. Namun, porsi yang diberikan hanya sebatas untuk kebersihan saja,” paparnya.

Kondisi Citarum hari ini, ujarnya, adalah sungai tercemar di dunia. Artinya, nomor satu tercemar di dunia. Semua limbah itu ada di sana. Yang paling utama, adalah limbah kotoran hewan. Kedua, tinja manusia. Semua anak sungai dan ‘cucu’ sungai, sebagian besar menjadi tempat pembuangan kotoran manusia. Ketiga, yaitu limbah industri tekstil. “Ada sekitar 1,500 limbah industri tekstil yang kita tidak bisa kontrol. Karena memang sistemnya sangat jelek. Dan mereka berada pada ketinggian 500, 600, 700 meter dari permukaan laut,” ia menjelaskan.

“Tentunya (kondisi ini) sangat fatal,” tegasnya mendeskripsikan keadaan sungai Citarum saat ini.

Mayjen Doni menyampaikan, terdapat belasan peneliti yang sudah mencoba berkoordinasi dengan pihak Kodam. Tentunya, diperlukan sebuah gerakan bersama untuk mewujudkan program ‘Citarum Harum’. “(Kami) tidak mungkin bisa bekerja sendirian tanpa dibantu oleh para akademisi,” ungkap beliau.

Menanggapi pertemuan tersebut, sivitas akademika Unpar menyambut positif rencana kerja sama antara Unpar dan Kodam III Siliwangi dalam membantu mewujudkan program ‘Citarum Harum’.

“Universitas ini (Unpar) didirikan di Tatar Sunda, di Parahyangan… Sehingga Unpar pun bertanggung jawab juga untuk merawat, menjaga alam, tatar Parahyangan ini,” pungkas Mangadar.

Adapun, program “Citarum Harum” Kodam III Siliwangi dilakukan dalam upaya penataan kembali ekosistem sungai Citarum. Diharapkan, program tersebut dapat terlaksana pada Januari 2018 mendatang.