Obrolan Santai Seputar Magister Teknik Industri

Memutuskan untuk mengambil studi lanjut S2 bukanlah hal yang mudah. Tentu banyak pertimbangan yang harus diambil. Salah satunya, apakah sesuai dengan benefit yang akan dirasakan setelah mendapat gelar master nantinya?

Mengangkat pertanyaan tersebut, Magister Teknik Industri Universitas Katolik Parahyangan (MTI UNPAR) menggelar “Obrolan Santai Studi Lanjut Magister Teknik Industri UNPAR” pada Jumat (5/2/2020). Kegiatan ini menghadirkan Alumni MTI UNPAR Angkatan 2013, Sendy Gunawan (Product Supply Senior Manager at Procter & Gamble) sebagai narasumber.

Menempuh Magister

Ada beberapa alasan untuk melanjutkan pendidikan ke magister, jelas Sendy, terutama di teknik industri sendiri. Peningkatan karier, peningkatan spesialisasi, maupun peningkatan penghasilan adalah beberapa contohnya.

Dalam jenjang magister, mahasiswa mempunyai kesempatan untuk fokus kepada ilmu dan kemampuan yang dimiliki sehingga memiliki nilai ‘jual’ yang lebih di dunia kerja. Misal, ilmu yang sedang dibutuhkan untuk global development adalah teknik, statistik (data), dan supply chain E2E expertise.

Namun, Sendy juga mengingatkan bahwa jika sudah mendapat gelar, jangan berpikir bahwa kita tidak perlu kerja keras dalam karier kita. Peningkatan karier, lanjutnya, akan mudah jika tahu bagaimana cara berperilaku di dalam sebuah perusahaan. Kesempatan di luar sana akan semakin banyak jika bekerja dan mempromosikan diri dengan baik. 

Tidak hanya meningkatkan jenjang karier, menempuh gelar magister juga dapat menjadi personal investment dan personal accomplishment dimana diri sendiri mendapat kepuasan ketika mencapai suatu pencapaian dalam hidup. 

Lalu, mengapa kita harus memilih MTI Unpar?

Kelebihan yang Dirasakan

Banyak kelebihan yang dapat dirasakan di MTI Unpar. Pertama, waktu kuliah yang fleksibel (terdapat kuliah malam) membuat mahasiswa dapat berkuliah sambil bekerja. Kedua, kualitas pengajar di UNPAR yang sangat baik dan berwawasan luas. 

Ketiga, berbagai info yang terbaru seperti jurnal atau artikel ilmiah. Keempat, pembelajaran yang responsif antara dosen dan mahasiswa. Terakhir, memperluas relasi dengan alumni.

Sendy berpesan, “Visualisasikan tujuan hidup baik dari aspek personal dan profesional. Kesuksesan bergantung pada diri sendiri dan jangan pedulikan hal yang tidak dapat dikontrol oleh diri sendiri.” (JNS/DAN – Divisi Publikasi)