Obituari: Prof. Dr. Benedictus Suprapto Brotosiswojo

An educated man is one whose reason disciplines his attitude and action, but in whom the emotion is still alive, in whom there is an artistic perception and spiritual commitment.” – Sterling M. McMurrin

Komunitas Akademik Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) berbelasungkawa  atas kepergian Guru Besar Fisika dan Anggota Pembina Yayasan Unpar Prof. Dr. Benedictus Suprapto Brotosiswojo di Bandung, Kamis, 26 November 2020, dalam usia 86 tahun. 

Lahir di Yogyakarta pada 20 Mei 1934, Prof. Benedictus Suprapto Brotosiswojo yang akrab disapa “Pak Benny” menyelesaikan studi Doctorandus di Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA) Universitas indonesia di Bandung (kini ITB) pada 1960. Beliau kemudian melanjutkan studinya di Department of Physics and Astronomy, Purdue University, West Lafayette, Indiana, Amerika Serikat. Pada 1964, beliau berhasil mempertahankan disertasi yang berjudul “The Orientational Orderings of Tetrahedral Rotators in the Hexagonal Close-Packed Lattice.”

Almarhum aktif terlibat sebagai anggota Pengurus Yayasan Unpar sejak 1968. Pada kurun waktu 1989-1998, beliau mendapat kepercayaan sebagai Ketua Yayasan Unpar. Di bawah kepemimpinannya, Unpar mendirikan Fakultas Teknologi Industri (FTI) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA, kini FTIS) pada 1993, juga pembukaan Program Magister pada 1995. Pada masa ini pula dibangun sarana dan prasarana pembelajaran berupa Gedung Rektorat, Gedung 7, dan Gedung 8. 

Di tengah krisis yang dialami oleh Bangsa Indonesia, Almarhum mengemban amanah sebagai Rektor Unpar periode masa bakti 1998 sampai dengan 2002.  Pada kurun waktu tersebut Unpar mendapat kepercayaan sebagai perguruan tinggi swasta pertama penyelenggara program Doktor di Indonesia pada tahun 2000. Dalam lingkup akademis, beliau aktif mengembangkan bidang ilmu fisika, khususnya komputasi kuantum.

Tidak hanya di Unpar, Almarhum aktif berkarya mengembangkan ilmu di tingkat nasional dan internasional. Pengalaman beliau meliputi Direktur Lembaga Fisika Nasional (LFN) pada 1964-1974; Associate Member The Abdus Salam International Center for Theoretical Physics (ICTP) pada 1971-1975; Pengurus Himpunan Fisika Indonesia yang didirikan pada 1973; Direktur Pendidikan Menengah Umum (Dikmenum) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Republik Indonesia pada 1976-1988; Direktur Pendidikan Menengah Kejuruan (Dikmenjur) pada 1988-1992; Rektor (Kedua) Universitas Terbuka pada 1992-1996; serta keterlibatan dalam International Evaluation of Educational Achievement (1987-1997), proyek-proyek pada United Nations Development Project (UNDP) (1988-1992) dan Asian Development Bank (ADB), juga Indonesia Toray Science Foundation.

Prof. Benedictus Suprapto Brotosiswojo terpilih sebagai salah satu dari 14 Guru Besar ITB yang mendapatkan Anugerah Sewaka Winayaroba dari Pemerintah indonesia pada 2007. Atas jasa-jasanya dalam pengembangan Unpar, Yayasan Unpar memberikan Anugerah Arntz-Geise kepada beliau pada tahun 2013.

Selamat jalan Pak Benny, karya dan sumbangsihmu dalam mengembangkan Komunitas Akademik Unpar akan selalu kami kenang.