Home / Berita Terkini / Ngabuburit dan Buka Bersama Mitra Unpar

Ngabuburit dan Buka Bersama Mitra Unpar

Memasuki bulan Ramadan yang penuh berkah, tidak ada salahnya bagi setiap insan untuk mempererat tali silaturahmi di antara sesama. Hal yang sama menjadi perhatian bagi Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). Tahun ini, Unpar kembali menggelar kegiatan “Ngabuburit” dan Buka Bersama sebagai wujud kebersamaan antara Unpar dan mitra kerjanya, khususnya dengan sekolah menengah se-Bandung Raya serta rekanan media.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grandia pada Jumat (24/5), diisi dengan Tausyiah yang disampaikan oleh Ustad Gozali Abdillah Rahman. Selain itu, kegiatan diisi oleh pengenalan Unpar kepada para mitra dan acara Buka Puasa Bersama. Acara dihadiri oleh Rektor Unpar Mangadar Situmorang Ph.D. dan Wakil Rektor Bidang Kerjasama Dr. Budi Husodo Bisowarno.

Dalam sambutannya, Rektor Unpar menggaris bawahi pentingnya kreativitas dalam pendidikan menengah maupun tinggi. Hal tersebut memerlukan kolaborasi dan dialog, tidak hanya di kalangan pendidikan tinggi, namun juga dengan sekolah-sekolah. Hal ini tidak lepas dari peningkatan kualitas pendidikan di Unpar. “Satu-satunya ukuran bagi kami adalah kualitas, mutu; ini yang ingin kami jadikan daya tarik bagi calon mahasiswa,” jelasnya.

Untuk itu, kegiatan silaturahmi menjadi penting sebagai bentuk interaksi dan pertukaran pikiran dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh Unpar, juga pengembangan diri dan talenta mahasiswa. “Talenta para mahasiswa itulah yang kami lihat, kami rawat, kami dukung dan kami bantu untuk mewujudkan mimpi-mimpi mereka,” ujarnya. Semua ini, lanjutnya, tidak lain sebagai bentuk semangat dan bakti kemanusiaan, sejalan dengan inti bulan Ramadan.

Tausyiah menjelang berbuka

Siraman rohani yang dibawakan oleh Ustadz Gozal disampaikan dengan santai namun penuh makna. Beliau mengingatkan hadirin akan pentingnya Bahasa Cinta dalam kehidupan. Ia mencontohkan lewat kegiatan silaturahmi yang diadakan oleh Unpar dengan kolega-koleganya. “Dengan pertemuan seperti ini, kita terasa lebih dekat, serasa lebih enak,” tuturnya. Lebih lanjut, cinta kasih yang luar biasa tidak hanya membalas kebaikan dengan kebaikan pula, namun juga menanggapi hal yang kurang baik dengan yang baik. Karena cinta kasih, hal-hal bisa berubah menjadi  makin indah, yang rumit pun menjadi mudah.

Hati manusia direfleksikan dalam perkataan seseorang. Oleh karenanya, hati yang penuh cinta akan menyebarkan kasih lewat ucapannya. Apalagi, perkataan yang buruk dapat memberi dampak negatif dan melemahkan mental seseorang. “Yang penting hadirkan kecintaan karena kalau sudah cinta, semua akan jadi kreatif. Karena cinta semua jadi inovatif,” ujarnya. Kuncinya adalah selalu berpikir positif dan melatih hati.

“Orang Parahyangan harus penuh kecintaan,” tegas Ustadz Gozal. Untuk itu, ia berharap agar setiap orang dapat menciptakan kecintaan bagi sesama, sebab dengan cinta kasih semua bisa bertransformasi menjadi lebih baik lagi. “Cinta itu menenangkan. Kalau orang sudah tenang dekat dengan kita berarti kita penuh kecintaan.” Menghadirkan cinta dalam setiap langkah hidup merupakan kunci dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik.