Home / Berita Terkini / Momen Dies 65, Wadah Apresiasi Bagi Warga Unpar Berprestasi

Momen Dies 65, Wadah Apresiasi Bagi Warga Unpar Berprestasi

Pada peringatan Dies Natalis ke-65, Jumat (17/1), Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) secara khusus memberikan apresiasi berupa penghargaan bagi dosen dan karyawan yang memiliki prestasi dalam berbagai bidang. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pemberian penghargaan diselenggarakan di sela Acara Kekeluargaan bagi komunitas akademik Unpar yang diadakan di Selasar Pusat Pembelajaran Arntz-Geise (PPAG).

Ada beragam kriteria penghargaan yang didasari pada kinerja para dosen dan karyawan di lingkungan Unpar. Penghargaan tersebut meluputi penghargaan bagi dosen terbaik, presenter terbaik dalam seminar terpusat, poster penelitian terbaik, penghargaan bagi fakultas, penghargaan bagi dosen luar biasa dan pegawai dengan masa bakti 10, 15 dan 30 tahun.

Penghargaan dosen terbaik Unpar berkaitan dengan kinerja penelitian dan pengabdian kepada masyarakat diraih oleh Arenst Andreas, Ph.D. dari program studi Teknik Kimia (FTI). Peringkat dua hingga lima dosen terbaik Unpar, secara berurut, didapatkan oleh Tua Agustinus Tamba, Ph.D. (Teknik Elektro, FTI), Prof. Paulus Pramono Rahardjo (Teknik Sipil, FT), Dr. Sentosa Sembiring (FH), dan Sylvia Yazid, Ph.D. (Hubungan Internasional, FISIP).

Selain itu, dalam seminar terpusat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unpar dipilih pula para presenter terbaik dalam tiga kategori kelas, berdasarkan penilaian reviewer dan peserta seminar. Pada kategori pengabdian kepada masyarakat, presenter terbaik diberikan kepada Mariskha Tri Adithia, PDEng. Hans Kristianto, M.T. meraih penghargaan presenter terbaik dalam kategori Sains dan Engineering, sedangkan Dr. Sylvia Fettry Elvira Maratno mendapat penghargaan tersebut pada kategori Sosial dan Ekonomi.

Berdasarkan penilaian pada pameran poster hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan menjelang Dies 65, Unpar melalui LPPM memberikan penghargaan bagi tiga poster terbaik. Adapun penerima penghargaan tersebut adalah Anastasia Prima Kristijarti, M.T. (Proses Pengolahan Limbah Logam Dengan Metode Biosorpsi Alga Hijau) Dr. Yohanes Karyadi Kusliansjah (Biokaramba Tumpangsari Rekayasa Desain Ecoteknologi Kajian Laboratorium) dan Maria Ulfah, M.Hum. (Meja Hijau). Terakhir, Unpar memberikan penghargaan bagi Jurnal Ilmu Hubungan Internasional (JIHI) dari FISIP yang telah masuk Akreditasi Jurnal Nasional Sinta 2.

Pada kesempatan yang sama, diberikan pula penghargaan bagi Dosen Luar Biasa serta karyawan Unpar yang telah berkarya dalam jangka waktu tertentu. Penghargaan bagi dosen luar biasa diberikan kepada Leika Amalia Prabandari, S.T., (FT, 10 tahun), David Lamapuas, S.E. (FISIP, 15 tahun) dan Tommy Projo Hartomo, S.T., (FF, 15 tahun). Adapun dosen dan karyawan yang memperoleh penghargaan atas karya mereka selama 30 tahun adalah Michael Wasito, Siwi Nugraheni, Dra., M.Env., Aloysius Triwahyudi, S.E., Dadang Jumarsa, Nita Merianti, S.H., Dr. Purnama Salura, Ir., M.T., MBA., Dr. Bachtiar Fauzy, Ir., M.T., Dr. Yohannes Karyadi K., Ir., M.T.. IAI., Dr. Anton Soekiman, Ir., M.T., M.Sc., Ng Yin Kuan, Ir., M.T., Anastasia Caroline Sutandi, Ir., M.T., Ph.D., Anastasia Sri Lestari, Ir.,M.T., Mira Dewi Setiawan Pangestu, Ir., M.T., Tjia Adinata Iwan Irawan, Ir., M.T., Dr. Yasmin Suriansyah, Ir., MSP., Buen Sian, Ir., M.T. serta Prof. Sani Susanto, Ir., M.T., Ph.D.

Penghargaan bagi dosen dan karyawan yang telah menunjukkan kinerja terbaik diharapkan dapat memberikan semangat bagi seluruh komunitas akademik Unpar untuk meningkatkan karya mereka. Hal ini tentu dapat meningkatkan kualitas Unpar secara keseluruhan, baik dalam layanan akademik, riset, maupun pengabdian kepada masyarakat. (DAN)