Home / Berita Terkini / Merdeka Untuk Terus Berkarya

Merdeka Untuk Terus Berkarya

Tahun 1945 menjadi momentum bersejarah bagi Republik Indonesia. Secara de facto, pada 17 Agustus 1945, Indonesia menyatakan diri sebagai negara bangsa yang siap untuk berdiri tegak di atas tanah Air berasaskan Pancasila, merdeka. Dibacakannya teks proklamasi oleh Bung Karno 71 tahun silam, menjadi tonggak awal perjalanan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan sejati.

Berakhirnya tugas pahlawan kemerdekaan tak menghentikan para pemuda untuk terus berjuang bagi cita-cita bangsa Indonesia. Perjuangan dan pengorbanan para pahlawan bangsa mengantarkan generasi saat ini menuju kemerdekaan yang sejalan dengan kemandirian bangsa. Inilah yang menjadi masa emas bagi kaum muda untuk meneruskan perjuangan pahlawan melalui karya dan kreasi mereka.

Begitu pula perguruan tinggi yang memiliki peran strategis dalam memaknai kemerdekaan, yang tidak semata diartikan sebatas perayaan rutin setiap tahun melainkan dalam tugas berkelanjutan sebagai wadah pendidikan yang mencetak para pemuda terdidik berkarakter. Pendidikan tidak dimungkiri menjadi akar yang menumbuhkan pohon negeri yang kuat dan kokoh untuk menghasilkan buah bangsa berkualitas. Dalam hal ini, perguruan tinggi tidak terlepas dari perannya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai wujud nyata kemerdekaan. Hal tersebut dituangkan ke dalam tiga pilar yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Semangat Muda, Semangat Berkarya!

Sebagai pemegang peranan eksekutif dalam Persatuan Mahasiswa (PM) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) Unpar meyakini bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan satu momentum yang membuka gerbang harapan bangsa akan terwujudnya kebebasan dan kedaulatan untuk memperoleh hak sebagai pribadi yang sejati.

Menapak tilas sejarah kemerdekaan Indonesia, terlihat peran pemuda. Dimulai dengan pergerakan pemuda intelektual Budi Oetomo sejak tahun 1908, hingga desakan golongan muda kepada golongan tua untuk menyegerakan kemerdekaan pada malam sebelum proklamasi dalam Peristiwa Rengasdengklok. Sejarah pergerakan ini selayaknya mengajarkan pemuda soal perjuangan dan makna diri bagi negeri karena melalui sikap proaktif positif para pemudalah kemerdekaan Indonesia bisa terwujud.

Dalam konteks Indonesia saat ini, LKM Unpar menegaskan bahwa perjuangan dan pemaknaan diri pemuda atau mahasiswa terhadap kemerdekaan bangsa dinilai tidak lagi relevan jika melibatkan agresi apalagi peperangan. Dengan pemikiran yang merdeka, suara yang merdeka dan langkah yang merdeka, semangat perjuangan dapat diaplikasikan mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan positif, salah satunya melalui kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang berorientasi pada tri dharma perguruan tinggi.

Presiden Mahasiswa Unpar (2016/2017), Ira F. Aulia meyakini bahwa hal tersebut yang selalu menjadi acuan bagi teman-teman PM Unpar dalam melancarkan aktivitas kemahasiswaan. Mahasiswa sebagai bagian dari institusi pendidikan sudah seyogyanya mencerminkan pribadi yang luhur, pribadi yang mampu menuntut ilmu dan mengaplikasikan ilmunya pada proses pengembangan diri serta berkontribusi kepada lingkungan sekitarnya.

Untuk itu, sudah selayaknya mahasiswa sebagai generasi muda penerus bangsa memanfaatkan bekal pendidikan tinggi dalam mengisi kemerdekaan melalui beragam kegiatan baik yang bersifat akademik maupun non-akademik. Aktivitas akademik mahasiswa di antaranya mencakup kegiatan perkuliahan, diskusi atau forum akademik, karya ilmiah mahasiswa, hingga berpartisipasi dalam penelitian dosen.

Di sisi lain, ada banyak aktivitas nonakademik bagi mahasiswa yang tidak kalah penting dan menarik. Aktivitas nonakademik tersebut tentunya menjadi sarana untuk menumbuhkembangkan soft skills mahasiswa dalam berkarya. Beberapa acara, seperti keikutsertaan dalam komunitas sosial, bakti desa, pengabdian kepada masyarakat, eksplorasi kekayaan budaya Iokal hingga partisipasi dalam komunitas mahasiswa global maupun event internasional merupakan beberapa wujud nyata dalam mengisi kemerdekaan Indonesia.

Dirgahayu bangsaku, dirgahayu negeriku! Merdeka Indonesia! Merdeka untuk terus berkarya!

 

Sumber: Kompas – Griya Ilmu (Selasa, 16 Agustus 2016)