Home / Berita Terkini / Merangkum Caturwarsa Parahyangan dalam Angka

Merangkum Caturwarsa Parahyangan dalam Angka

Masa Bakti Rektor Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Periode 2015-2019 telah berada di penghujung waktu. Empat tahun, telah terjadi perkembangan positif di lingkungan Unpar. Perubahan ini dapat dilihat dari data berupa angka yang dihimpun oleh berbagai unit kerja di lingkungan Unpar. Berikut ini sekilas Caturwarsa Parahyangan dalam Angka.

Kemahasiswaan

Lebih dari 64 tahun Unpar membuktikan kualitas pendidikan yang baik bagi masyarakat luas. Dan selama usia inilah, Unpar terus menarik minat generasi muda untuk mengembangkan ilmu sesuai minat dan keinginannya masing-masing dengan menjadi mahasiswa Unpar.

Dalam empat tahun Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB 2015 hingga 2018), Biro Administrasi Akademik (BAA) mencatat 9446 mahasiswa sarjana dan diploma baru bergabung dengan Unpar. Jumlah ini merupakan hasil penjaringan atas lebih dari 52 ribu orang peminat. Selain itu, Unpar juga menerima 554 mahasiswa baru program magister serta 78 orang mahasiswa program Doktor.

Masa-masa sebagai mahasiswa harusnya tidak hanya diisi dengan perkuliahan semata. Para mahasiswa Unpar didorong untuk mengeksplorasi diri dan meraih prestasi. Dan mahasiswa Unpar telah membuktikan diri mampu mengharumkan nama Unpar, Jawa Barat, dan Indonesia. 

Selama empat tahun antara 2015 hingga 2018, mahasiswa-mahasiswi Unpar berhasil meraih 302 prestasi nasional dan regional, serta 68 prestasi internasional. Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) mencatat bahwa prestasi tersebut mayoritas diisi dengan prestasi non-akademik dalam bidang olahraga, seni, serta minat khusus, juga prestasi yang memiliki keterkaitan dengan bidang studi yang dipelajari oleh mahasiswa berprestasi.

Tentu saja, kualitas luar biasa yang ditunjukkan oleh mahasiswa baik di bidang akademik maupun non-akademik patut diapresiasi melalui beasiswa yang dikelola oleh Unpar. Sejak 2015 hingga sekarang, Unpar telah menyalurkan lebih dari beasiswa dengan nilai total lebih dari 36 miliar rupiah, baik dalam skema beasiswa internal maupun eksternal.

Secara internal, Unpar memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang telah terseleksi dalam PMB, mahasiswa yang meraih prestasi akademik maupun non-akademik, serta Dharmasiswa, yang disalurkan kepada lebih dari 4500 penerima beasiswa dengan nilai total sekira 26 miliar rupiah. Mahasiswa Unpar juga menerima beasiswa eksternal dari berbagai sumber, baik dalam maupun luar negeri. 

Lulusan

Akhir perjalanan perkuliahan bagi mahasiswa Unpar adalah Wisuda yang sejak tahun 2015 dilakukan dua kali dalam setahun. Sejak Wisuda Kedua Tahun Akademik 2015-2016 pada September 2016, hingga Wisuda Pertama Tahun Akademik 2018-2019 yang diadakan awal Maret lalu misalnya, Unpar telah melepas 6605 lulusan untuk berkarya dalam masyarakat. 

Secara rinci, jumlah tersebut mencakup 62 orang Doktor dari empat program studi, 375 orang Magister dari sembilan prodi, 6052 Sarjana dari 15 program studi, serta 116 orang yang bergelar Diploma III Manajemen Perusahaan. Menarik untuk disimak, wisuda dengan jumlah lulusan terbanyak pada kurun waktu tersebut ialah Wisuda Kedua Tahun Akademik 2017-2018, dengan jumlah total 1352 orang lulusan.

Penelitian dan Proses Pembelajaran

Untuk mendukung kegiatan perkuliahan di Unpar, digitalisasi pembelajaran semakin digalakkan. Salah satunya dengan implementasi Interactive Digital Learning Environment (IDE). Berdasarkan data yang dimiliki Pusat Inovasi Pembelajaran (PIP), mahasiswa yang mengakses IDE pada Tahun Akademik 2018-2019 telah mencapai 82 persen dari total mahasiswa aktif meningkat dari tahun akademiknya yaitu 78 persen, dengan persentase kelas aktif mencapai lebih dari 30 persen

Penggunaan IDE didukung oleh para dosen yang semakin giat menggunakan platform tersebut untuk mendukung proses pembelajaran, baik dalam kaitannya dengan pembagian materi, pelaksanaan tugas, dan diskusi secara daring. Angka kelas aktif di IDE terus mengalami kenaikan. PIP mencatat pada Semester Ganjil 2017/2018, terdapat 395 kelas aktif yang dapat diakses melalui IDE. Setiap semester, angka tersebut meningkat menjadi 456 kelas, kemudian 633 kelas, dan pada 2019 ini telah mencapai 679 kelas aktif.

Selain kegiatan perkuliahan, penelitian dan pengabdian masyarakat menjadi bagian penting dalam kegiatan keilmuan para akademisi Unpar. Setiap tahunnya, ratusan penelitian diselenggarakan oleh dosen dan pusat kajian yang ada di Unpar. Sejak 2015, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) mencatat ada 371 penelitian yang mendapat pendanaan, 227 didanai melalui skema internal.

Selain itu, terdapat pula 144 penelitian yang dijalankan menggunakan skema eksternal yang difasilitasi LPPM. Angka tersebut menunjukkan tren positif, dengan kenaikan yang konsisten setiap tahunnya. Total realisasi dana penelitian selama empat setengah tahun antara 2015 hingga pertengahan 2019 adalah  mencapai lebih dari lima milyar rupiah, baik yang didanai hibah internal maupun eksternal.

Sumber data: Biro Administrasi Akademik (BAA), Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA), Pusat Inovasi Pembelajaran (PIP), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)