Home / Berita Terkini / Menyongsong Transformasi Keadaban Baru

Menyongsong Transformasi Keadaban Baru

Dunia adalah tempat yang selalu berubah setiap waktu. Dan karenanya, manusia terus beradaptasi terhadap perubahan-perubahan tersebut. Transformasi melalui teknologi dan perubahan cara hidup (way of life) merupakan cara manusia dan masyarakat untuk bertahan dan menunggangi arus perubahan.

Saat ini, dunia tengah dilanda ketidakpastian dengan merebaknya pandemi Covid-19. Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, hal-hal yang dulu lazim kita lakukan kini seakan tinggal kenangan. Aman berkumpul dan melakukan kontak fisik dengan kawan, bertemu dalam ruang fisik, beraktivitas bersama orang lain dalam jumlah dan ruang fisik yang besar tidak bisa lagi kita lakukan sebebas waktu-waktu lalu. Justru, kita dipaksa untuk membatasi jarak fisik, mengantisipasi penyebaran virus dengan sering-sering membersihkan diri dan mengenakan perlengkapan pelindung serupa masker.

Namun, di tengah masa-masa sulit, manusia justru mendapat kesempatan untuk berubah, bertransformasi. Tidak berapa lama lalu, pembelajaran “daring” dan “digital” yang dulu hanya sebagai komplemen pendidikan tatap muka misalnya, kini menjadi tulang punggung aktivitas akademik di seluruh lini. 

Contoh lain seperti forum intelektual yang dahulu selalu diadakan secara tatap muka, kini dapat berpindah memasuki ruang virtual. Hal ini merambah pula ke aktivitas sosial sehari-hari. Tentu tidak sedikit dari kita yang baru mencoba aplikasi pertemuan daring atau mengikuti webinar untuk pertama kalinya selama pandemi ini.

Transformasi Universitas

Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) turut mengalami dampak transformasi yang diakibatkan pandemi. Perkuliahan daring, webinar, dan kebijakan kerja dari rumah adalah beberapa contoh perubahan tersebut. Bukan berarti transformasi ini menjadi tantangan, namun bisa jadi adalah momentum belajar baru. Hal ini akan menjadi modal yang baik dalam mendukung adaptasi dan inovasi universitas menuju masa depan yang lebih baik.

Lebih dari sekedar transformasi universitas, Unpar dapat maju selangkah lebih depan. Melalui materi dan metode pembelajaran yang inovatif, Unpar mampu membangun generasi baru yang transformatif pula, siap menghadapi perubahan, bahkan menjadi agen perubahan itu sendiri. Tentunya, generasi ini tidak akan lepas dari nilai-nilai institusional yang ditanamkan oleh almamater. Generasi muda yang humanum dan transformatif inilah yang dapat menyongsong perubahan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Tentu saja, tidak semua pribadi maupun kolektif manusia dapat menghadapi perubahan drastis ini dengan baik. Refleksi kemanusiaan kita akan perubahan merupakan sesuatu yang penting dijalankan, mengingat berbagai sikap, tindakan dan perilaku tidak lagi cocok dengan masyarakat transformatif ini. Tak kalah penting adalah aspek psikologis manusia menyikapi perubahan yang cepat dan dampak-dampak yang tidak terduga karenanya.

Kini, siap tidak siap, kita harus menyongsong transformasi dalam keadaban baru ini. Kini, siapkah kita menjadi contoh baik bagi yang lain, dan memberikan kontribusi positif nyata dalam menyambut perubahan menuju keadaban baru? (DAN – Divisi Publikasi)