Home / Berita Terkini / Menjadi Pembelajar Mandiri Lewat Perpustakaan

Menjadi Pembelajar Mandiri Lewat Perpustakaan

Keberhasilan proses belajar di perguruan tinggi perlu didukung berbagai fasilitas. Satu satunya, perpustakaan.

Perpustakaan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) berupaya mengembangkan, menyebarkan informasi terseleksi dengan mempertimbangkan relevansi dan kebaruan, serta mendekatkan sumber informasi dan menyediakan ruang bagi pemustaka.

Saat ini, Perpustakaan Unpar memiliki 59.455 judul koleksi buku tercetak dengan 76.418 eksemplar. Koleksi buku ini ada yang dapat dipinjam dan tidak dapat dipinjam (seperti misalnya buku referensi dan tandon).

Selain koleksi tercetak berupa buku, terdapat pula terbitan berkala yang rutin dilanggan berupa jurnal, koran, majalah, buletin, juga tabloid terbitan dalam dan luar negeri. Tersedia pula koleksi hasil karya dosen dan hasil karya mahasiswa, termasuk skripsi, tesis dan disertasi. Hasil karya sivitas akademika Unpar dalam bentuk koleksi digital dapat diakses melalui http://repository.unpar.ac.id.

Koleksi digital dan buku elektronik

Perpustakaan Unpar tidak hanya menyediakan koleksi berbentuk tercetak. Tersedia pula koleksi digital yang dapat diakses dari dalam dan luar Unpar. Koleksi digital yang dimiliki Perpustakaan Unpar berupa buku elektronik dan jurnal elektronik.

Ketersediaan koleksi digital ini memungkinkan mahasiswa mengakses beragam informasi dari berbagai bidang ilmu. Dengan demikian, mahasiswa dapat mempelajari ilmu lain di luar disiplin ilmunya, yang dapat diunduh secara tak terbatas setiap saat dibutuhkan.

OPAC

Begitu banyak koleksi dan informasi yang ada di Perpustakaan Unpar. Pemustaka dapat mengetahui daftar koleksi Perpustakaan Unpar dan melakukan pencarian koleksi melalui katalog daring (OPAC-Online Public Access Catalogue). Katalog daring Perpustakaan Unpar dapat diakses dari dalam dan luar lingkungan kampus melalui http://library.unpar.ac.id.

Katalog daring memberikan petunjuk kepada pemustaka mengenai ketersediaan dan lokasi penyimpanan koleksi sehingga pemustaka dengan cepat dan mudah dapat mengetahui apakah koleksi yang dibutuhkan tersedia di perpustakaan serta mengetahui lokasi penyimpanan koleksi.

Khusus bagi sivitas akademika Unpar, katalog daring ini dapat digunakan untuk mengakses karya mahasiswa dalam bentuk digital, yang dibuat sebelum tahun 2017. Sivitas akademika pun dapat mengakses sejarah peminjaman koleksi yang memuat daftar koleksi yang sedang dan telah dipinjam, yang pada daftar koleksi yang sedang dipinjam memuat informasi tanggal peminjaman, tanggal pengembalian, dan notifikasi keterlambatan.

Pemanfaatan dan fasilitas

Sivitas akademika Unpar (dosen, mahasiswa, dan karyawan) secara otomatis terdaftar sebagai anggota perpustakaan serta dapat memanfaatkan semua koleksi dan fasilitas yang tersedia di Perpustakaan Unpar. Dengan menjadi anggota perpustakaan, mahasiswa program D3 dan sarjana dapat meminjam maksimal 3 eksemplar buku. Mahasiswa program magister dan doktoral dapat meminjam maksimal 6 eksemplar buku.

Layanan yang tersedia bagi anggota perpustakaan adalah layanan informasi, jasa referensi, print out, penelusuran koleksi peraturan perundang-undangan, layanan sirkulasi, fotokopi, dan penelusuran koleksi daring. Informasi mendalam mengenai etika dan ketentuan lainnya dapat dilihat di http://perpustakaan.unpar.ac.id.

Untuk mendekatkan diri kepada pemustaka, Perpustakaan Unpar berada di empat lokasi, yaitu Perpustakaan bagi Program Sarjana (FE, FH, FISIP, FT, FTI, dan FTIS) di Gedung 9 Lantai 2 dan 3 Ciumbuleuit, Perpustakaan Laboratorium Hukum di Gedung 2 Lantai 4 Ciumbuleuit, Perpustakaan Fakultas Filsafat di Jalan Nias No.2 Bandung, dan Perpustakaan Program Pascasarjana di Jalan Merdeka Nomor 30 Bandung.

Perpustakaan Unpar menyadari bahwa dalam menjalankan perannya sebagai jantung tidak dapat sepenuhnya memenuhi kebutuhan informasi pemustaka. Oleh karena itu, Perpustakaan Unpar bergabung dengan asosiasi perpustakaan perguruan tinggi yang ada di Indonesia yaitu JPA (Jaringan Perpustakaan APTIK – Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik) dan FPPTI Jawa Barat (Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Jawa Barat).

Dengan bergabungnya Perpustakaan Unpar di kedua asosiasi tersebut, sivitas akademik Unpar dapat berkunjung dan memanfaatkan koleksi dari perpustakaan yang menjadi anggota kedua asosiasi tersebut.

Perpustakaan Unpar diharapkan dapat menjadi tempat belajar yang menyenangkan. Pemustaka, khususnya mahasiswa, juga diharapkan dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang ada di perpustakaan Unpar dengan semaksimal mungkin serta memperkaya khazanah dan wawasan keilmuan di luar ruang kelas. Menjadi pembelajar mandiri seumur hidup sebagai bekal mengabdikan diri kepada masyarakat.

 

Sumber: Kompas Griya Ilmu (Selasa, 4 September 2018)