Home / Berita Terkini / Meningkatkan Karakter Kemanusiaan Akademisi Muda

Meningkatkan Karakter Kemanusiaan Akademisi Muda

Pendidikan merupakan bagian dari pengembangan diri seseorang untuk menjadi manusia yang utuh, baik dari segi ilmu maupun karakternya. Oleh karena itu, sekolah dan perguruan tinggi harus mengintegrasikan pendidikan yang tidak hanya mengedepankan ilmu formal semata, namun juga ilmu-ilmu humaniora.

Sekolah masa kini diharapkan untuk tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga tempat dimana siswa mampu memperkuat karakter dan mengembangkan keterampilannya. Hal yang sama juga diharapkan dapat terjadi di lingkungan akademis pendidikan tinggi. Alih-alih hanya terpaku untuk menjalani kegiatan akademik seperti perkuliahan, mahasiswa harus aktif dalam berbagai kegiatan di luar perkuliahan. Salah satunya dengan terlibat dalam organisasi internal dan eksternal kampus.

Kebutuhan mahasiswa untuk mengembangkan karakter dan soft skills merupakan bagian dari peningkatan nilai-nilai kemanusiaan atau humanisme yang mereka miliki. Humanisme yang dimaksudkan disini memandang pentingnya penekanan akan peningkatan martabat manusia dan kemampuannya.

Bangsa yang maju ialah bangsa yang mampu menjadikan nilai kemanusiaan sebagai dasar kebangsaan, serta melaksanakannya dengan optimal. Tentunya, hal ini menjadi penegas akan tugas kaum muda untuk mengasah kemanusiaannya melalui pendidikan di dalam dan, terlebih lagi, di luar ruang belajar formal.

Sebagai salah satu perguruan tinggi berkualitas di Indonesia, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) selalu mengetengahkan pendidikan yang mengarah pada insan yang humanum. Artinya, generasi muda Unpar tidak hanya kompeten dalam bidang ilmu yang digeluti, tetapi juga memiliki karakter yang baik dan kemanusiaan yang tinggi. Oleh karena itu, Unpar mendorong mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan yang memiliki dampak positif dalam proses pembelajaran ekstrakurikuler tersebut.

Mengangkat humanitas dalam pentas seni

Menyoroti fenomena kemanusiaan masa kini, Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi (HMPSA FE) Unpar mengangkat topik “Humanity” melalui kegiatan Thirteen Night Time (TNT) 2018: Humanity x Fireflies, yang diselenggarakan pada 24 November 2018 di Kampus Unpar Ciumbuleuit. TNT sendiri merupakan sebuah malam pentas seni yang diselenggarakan setiap tahun oleh HMPSA Unpar sejak tahun 2004.

Melalui tema tersebut, TNT 2018 ingin menyampaikan pesan mengenai pentingnya nilai kemanusiaan dan membangun kembali kesadaran akan hal tersebut, serta mengembangkan kepribadian mahasiswa Unpar.

Kegiatan TNT 2018 diadakan dengan tujuan untuk membangun kebersamaan dan relasi Mahasiswa Program Studi (Prodi) Sarjana S-1 Akuntansi FE Unpar. TNT 2018 juga bertujuan untuk mengasah soft skills khususnya kreativitas, komunikasi, kemampuan berorganisasi, dan mempersiapkan mahasiswa Prodi Sarjana S-1 Akuntansi FE Unpar angkatan 2018 dalam menghadapi perkembangan zaman. Selain itu, kegiatan ini juga ditujukan untuk menjadi sarana menunjukkan eksistensi Prodi Sarjana Akuntansi Unpar kepada masyarakat umum.

TNT 2018 menampilkan pertunjukan musik dari mahasiswa Program Studi Sarjana S-1 Akuntansi FE Unpar dan dihadiri oleh lebih dari seribu orang yang terdiri atas panitia, pengisi acara, dan pengunjung. Melalui TNT 2018 sebanyak 758 pengunjung ikut berpartisipasi dalam melakukan donasi kepada komunitas Our Dream Indonesia, sebuah komunitas sosial yang berfokus pada pendidikan anak berkebutuhan khusus di Kota Bandung.

TNT 2018 tidak hanya jadi wadah hiburan, tetapi juga pengembangan soft skills serta karakter untuk lebih peduli serta berempati bagi mereka yang membutuhkan.

 

Sumber: Kompas Griya Ilmu (Selasa, 4 Desember 2018)