Home / Berita Terkini / Menimba Pengalaman dan Ilmu Lewat Magang
Pengalaman

Menimba Pengalaman dan Ilmu Lewat Magang

Masa perkuliahan menjadi saat terbaik bagi mahasiswa untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman yang dapat menunjang kehidupan di masa datang. Bukan hanya dari ruang kelas, ilmu yang dimaksud juga bisa diperoleh lewat berbagai kegiatan di luar itu. Salah satunya pengalaman kerja, lazim disebut kerja magang atau internship.

Kesadaran akan pentingnya magang sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa mendorong universitas untuk mendukung kegiatan tersebut, salah satunya dengan memasukan magang ke dalam kurikulum perkuliahan. Hal yang sama dilakukan oleh Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), yang berbagai program studi memberikan dukungan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman lebih guna mengembangkan ilmu dan pengetahuannya dalam bentuk kerja magang.

Salah satu contohnya melalui kerjasama antara Own Games dan Program Studi Teknik Informatika Unpar, yang dirintis beberapa waktu lalu melalui pendirian laboratorium Own Games. Laboratorium tersebut menjadi sarana penunjang pendidikan, sekaligus ruang bagi mahasiswa untuk terus berinovasi, antara lain lewat program magang. Sebagai catatan, Own Games merupakan sebuah perusahaan pengembang game yang didirikan oleh Eldwin Viriya, alumnus Program Studi Teknik Informatika.

Kesempatan

Fakultas Teknik serta Fakultas Teknologi Industri juga mewajibkan setiap mahasiswa untuk mengambil kerja praktik di berbagai perusahaan sebagai bagian dari mata kuliah yang harus ditempuh.

Di sisi lain, berbagai program studi lain seperti Ilmu Hubungan Internasional mendorong mahasiswa untuk mengambil program magang sebagai mata kuliah pilihan, dengan kebebasan untuk memilih tempat magang sesuai konsentrasi keilmuan masing-masing.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unpar Paulus Cahyono Tjiang, Ph.D menjelaskan, dalam kegiatan perkuliahan, magang menjadi suatu kesempatan yang sangat penting bagi setiap mahasiswa untuk terjun langsung dalam masyarakat, terutama ketika masih berstatus sebagai mahasiswa.

Leluasa

Berbagai upaya dilakukan Unpar untuk mendukung proses magang mahasiswa. Salah satunya dengan memberikan keleluasaan bagi setiap program studi dalam menyusun kurikulumn serta membantu perizinan bagi mahasiswa magang.

Selain itu, untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk magang, maka Unpar membantu membentuk jaringan dengan perusahaan dan instansi, sebagai tempat magang. Dengan berbagai persyaratan dan preferensi perusahaan, setiap program studi, fakultas, maupun Unpar sendiri membutuhkan suatu kesepakatan resmi dalam menyalurkan mahasiswa magang.

Hal tersebut, kata Paulus, sudah difasilitasi lewat keberadaan Kantor Internasional dan Kerjasama (KIK) Unpar. Keberadaan jaringan ini akan membantu mahasiswa dalam mencari tempat magang yang tepat untuk menunjang pengembangan ilmunya.

Lalu, apa kompetensi yang diharapkan oleh Unpar dari keberadaan proses magang ini? Paulus menjelaskan bahwa yang utama adalah keahlian atau skill praktis. Magang menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengenal kondisi kerja yang akan mereka lalui setelah menuntut ilmu selama masa perkuliahan.

Ketika mahasiswa kembali, mereka membawa pengalaman tersebut sebagai persiapan untuk menjadi sarjana. Lewat magang, papar Paulus, mahasiswa mendapat pengalaman sendiri. Selain itu, mereka dapat mengembangkan pemikiran kritis mengenai ilmu-ilmu yang telah mereka pelajari dalam perkuliahan. Sementara itu, masukan yang diberikan oleh mahasiswa magang menjadi kunci bagi program studi untuk meningkatkan kualitas kurikulum yang dibina oleh Unpar.

Kualitas mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan ilmu teori, tetapi juga pengalaman dalam mengamalkan ilmunya dalam dunia nyata. Dengan semakin meningkatnya persaingan dalam dunia kerja dan usaha, pengalaman yang diperoleh melalui kerja magang menjadi semakin penting. Kerja magang membantu mahasiswa untuk mengasah ilmu yang dimiliki secara kritis serta mendapatkan pengalaman secara langsung, sehingga meningkatkan kualitas dan kompetensi lulusan secara nyata.

Sumber: KOMPAS – Griya Ilmu (Selasa, 11 Juli 2017)