Home / Berita Terkini / Mengubah Pola Pikir, Berinvestasi Pada Kesehatan Tubuh

Mengubah Pola Pikir, Berinvestasi Pada Kesehatan Tubuh

Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis Universitas Katolik Parahyangan kembali menggelar webinar dengan topik spesial bertajuk “Smart and Healthy Way to Love Your Body” pada Sabtu (16/5/2020). Acara ini menghadirkan Ahli Fitness Ade Rai yang merupakan Founder Rai Fitness dan Duta BPJS Kesehatan sebagai pembicara. 

Webinar ini merupakan bagian dari “Webinar Series Unlocking Skill” yang digarap oleh Jurusan Administrasi Bisnis dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis (HMPSIAB) Unpar. Rangkaian webinar bertujuan untuk mengembangkan keahlian peserta yang berfokus ke bisnis dengan mengangkat topik-topik menarik, seperti teknologi, e-commerce, kesehatan dan hobi menguntungkan sambil menyikapi keadaan saat ini. 

Investasi Kesehatan 

Kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia untuk dapat berfungsi dengan baik. Akan tetapi, masyarakat seringkali menganggap enteng kesehatan mereka. Pola hidup yang tidak dijaga menjadikan fisik dan mental yang tidak siap untuk menghadapi permasalahan seperti COVID-19. 

“Kita sering ‘semena-mena’ karena tubuh manusia begitu sempurnanya, kadang kita lupa tentang kebiasaan buruk dalam pola hidup kita,” tutur Ade. Ia menganggap kesehatan merupakan bentuk kecerdasan pemahaman dan pertemanan dengan hati yang menciptakan kedamaian diri. “Jadi, sehat itu bukan hanya karena apa yang kita konsumsi dan serutin apa kita berolahraga, tetapi juga dipengaruhi oleh cara pandang dan pola pikir, yang dapat menciptakan ketidak damaian dalam hati kita,” jelasnya.  

Dengan adanya pandemik, seminar tentang kesehatan menjadi lebih menarik bagi masyarakat dibandingkan beberapa bulan lalu. Mau tidak mau, kini masyarakat memfokuskan tenaganya untuk mempelajari kesehatan tubuhnya. Namun Ade menyayangkan, masyarakat terlalu bertumpu pada faktor eksternal, seperti penyakit dan dampaknya, dibandingkan dengan kemampuan dan kecerdasan tubuh untuk menciptakan sistem kekebalan dan pertahanan. 

Ade menggunakan istilah berinvestasi dalam kesehatan untuk menjelaskan permasalahan tersebut. “Sakit itu ibarat sebuah investasi yang buruk, baru bisa dilihat dari akumulasi hasil investasi apakah kita menjalankan kehidupan berdasarkan kesehatan atau enggak, konsekuensinya bisa sehat atau sakit itu tergantung,” jelasnya. 

Hadapi Pandemi

Ade kemudian memaparkan tiga cara pintar menjadi sehat dalam menghadapi situasi pandemi ini. Pertama, untuk tidak terlalu menyikapi berita terbaru dengan menghabiskan seluruh tenaga. Setiap hari masyarakat dihadapkan dengan berita, baik itu positif maupun negatif. Hal ini akan tetap menciptakan nuansa konflik dalam individu sehingga tubuh membuat mekanisme defensif yang akan menurunkan kesehatan fisik dan mentalnya.

Kedua, fokus mengarahkan hati dan pikiran untuk kebaikan diri. Kebijakan PSBB yang membatasi kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial untuk berinteraksi akan menurunkan daya tahan tubuh. Semenjak kebijakan tersebut dijalankan, banyak perusahaan gulung tikar dan pasar-pasar rehat beroperasi, sehingga menciptakan pengangguran, larangan mudik, dan ketidakpastian berusaha. Umum terjadi skenario individu yang merasa tertekan oleh situasi tersebut akan mencari pelarian tidak sehat, yang dapat berupa mengkonsumsi makanan dan minuman berkalori tinggi, alkohol, merokok, bahkan penyalahgunaan obat-obatan. Sebisa mungkin hindari pelarian tersebut dengan melakukan evaluasi diri.

Cara ketiga adalah dengan menyalurkan dorongan untuk ‘lari dari kenyataan’ untuk memperhatikan apa yang dikonsumsi sehari-hari dan berolahraga dengan rutin. “Badan saya adalah kanvas kosong, saya tidak mau dalam keadaan ini menyalahkan penyakitnya, padahal memang gaya hidupnya saja belum siap menghadapi,” ujar Ade. 

Siapkan New Normal 

Ia pun berpesan agar peserta dapat perlahan merubah kebiasaannya dengan mencoba ketiga cara tersebut. “Kita harus membuat the new normal dalam diri. What used to be normal for me, smoke, eat junk food, or rarely work out? Then the new normal for me is to quit smoking, eat healthy and work out regularly, seterusnya bahkan setelah pandeminya selesai,” tambahnya.

Ade turut membagikan pengalaman pribadi tentang upayanya menjaga kesehatan agar tidak perlu bergantung pada obat-obatan, pelayanan kesehatan, ataupun orang lain. Ade ingin agar kesehatan muncul dan menghasilkan penampilan fisik sesuai dengan karakter yang diinginkan. Banyak kasus olahragawan menggunakan jalur pintas untuk membuat penampilan menarik dalam waktu singkat. 

“Kalau dalam menjalani hidup ada tantangan untuk mengembangkan diri, kenapa gak dijalani dengan tepat? Karena apa yang didapatkan nanti pasti akan setimpal dengan usahanya, seperti saya umur segini masih memiliki kemandirian dalam kesehatan,” ungkapnya.

Di penghujung webinar, Ade berharap agar materi dapat bermanfaat dalam mengubah pemahaman peserta untuk mulai mempelajari dan bereksplorasi mengenai kesehatan dan berinvestasi dalam kesehatan tubuh masing-masing. “Kalau teman-teman sudah memiliki kecerdasan dalam memahami kesehatan, maka kalian akan mengerti bahwa pola hidup sehat adalah warisan dari kemandirian,” pungkasnya. (MGI/DAN – Divisi Publikasi)