Home / Opini / Mengapa Matematika?

Mengapa Matematika?

Bukan sebuah rahasia lagi kalau matematika sering dianggap sebagai suatu hal yang menakutkan. Padahal, matematika adalah sebuah ilmu dasar yang dapat membantu mempermudah penyelesaian masalah di berbagai bidang kehidupan. Karena hal itu, terbesit sebuah pikiran pada diri saya, “Kalau suatu hal yang penting ditakuti orang, pasti keren kalau saya bisa menguasai pelajaran matematika.”

Matematika bukan hanya sekadar menghafalkan rumus lalu menghitung hasil. Memang kita akan berhadapan dengan banyak rumus dan variabel, tapi kita juga harus bisa memilih rumus mana yang akan kita gunakan dan mengaplikasikan rumus tersebut untuk membantu kita memecahkan masalah matematika.

Dengan belajar matematika, kita akan dengan sendirinya memiliki kemampuan berpikir yang logis, kritis dan sistematis. Kemudian dengan cara berpikir tersebut, kita dapat menganalisa masalah dan menyelesaikannya hingga tuntas.

Banyak orang bertanya, “Apa tidak bosan dan capek menghitung terus?.” Di era modern seperti ini, menghitung seharusnya bukan lagi pekerjaan kita tetapi dapat melalui bantuan program atau aplikasi. Belajar matematika memerlukan ketekunan dan kesabaran, serta keyakinan bahwa apa yang kita kerjakan atau pelajari akan bermanfaat.

Manfaat matematika di kehidupan sehari-hari memang terkadang tidak terlihat atau tidak diketahui banyak orang. Padahal, kita dapat menemukan aplikasi matematika dimanapun kita berada. Di jalan raya, kita melihat sistem lampu merah. Di supermarket atau rumah sakit, kita melihat sistem antrian. Bahkan, perubahan cuaca juga satu hal yang dapat dimodelkan dan diselesaikan dengan cara pendekatan matematika.

Berbagai pengaplikasian matematika dalam kehidupan sehari-hari yang sudah saya sebutkan memang tidak kita pelajari di sekolah. Berbeda dengan matematika yang ada di perkuliahan, terutama pada jurusan matematika terapan. Di jurusan matematika terapan, selain mempelajari serta membuktikan teorema-teorema yang ada, kita juga akan belajar cara mengaplikasikan rumus serta teorema pada kehidupan kita.

Walaupun sedari kecil saya memiliki kecintaan pada matematika, namun kecintaan itu mulai pudar saat harus berhadapan dengan banyak rumus-rumus sulit saat belajar matematika di bangku SMA. Tapi, pada akhirnya pilihan saya adalah berkuliah di Program Studi Matematika Universitas Katolik Parahyangan (Unpar).

Bagaimana berkuliah matematika di Unpar? Ternyata pilihan saya tidak salah. Berkuliah matematika di Unpar sangat menyenangkan. Saya diberi kesempatan untuk mempelajari, mengerti, serta mendalami berbagai konsep matematika melalui berbagai mata kuliah, seperti : kalkulus, aljabar, pemecahan masalah matematika, statistika, pemodelan matematika, analisis real, persamaan diferensial, komputasi serta pemrograman dan lainnya.

Terlihat menyeramkan? Cobalah dan kalian akan merasakan betapa menyenangkan belajar matematika di Unpar. Dengan lingkungan belajar yang serius tapi tetap santai, kita tidak selamanya harus menyelesaikan soal-soal itu sendiri, kok! Ada dosen-dosen berpengalaman serta kakak tingkat yang selalu siap sedia membantu kita.

Program Studi Matematika Unpar menawarkan dua fokus peminatan, yaitu Matematika Industri dan Rekayasa Keuangan. Bidang Matematika Industri mempelajari cara pengambilan keputusan yang efektif dan membangun sistem yang produktif. Bidang rekayasa keuangan, yang didalamnya terdiri dari Matematika Asuransi dan Matematika Keuangan, mempelajari berbagai penerapan matematika pada asuransi dan produk keuangan.

Selain kegiatan belajar, kita juga dapat mengembangkan softskill kita melalui organisasi. Semua mahasiswa aktif Matematika Unpar akan tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Program Studi Matematika (HMPSMa). Melalui program kerja yang diadakan oleh HMPSMa, kita akan diajak untuk mengembangkan minat dan bakat kita baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Kegiatan yang ada pun tidak selalu berhubungan dengan pelajaran matematika. Kita dapat merasakan bagaimana eratnya kekeluargaan yang ada di HMPSMa serta bersenang-senang bersama melepaskan penatnya kehidupan perkuliahan. Terlebih lagi bantuan serta budaya saling menolong antar anggota himpunan, yang membuat perasaan nyaman dan betah.

Seringkali ketika saya menyebutkan titel mahasiswa matematika, banyak yang menanggapi dengan “Oh, mau jadi dosen ya?”. Sebuah anggapan yang kurang benar karena ketidaktahuan akan jurusan matematika itu sendiri. Bidang pekerjaan matematika sebenarnya sangat luas, karena hampir seluruh ilmu lainnya membutuhkan matematika.

Lalu, apa saja sih prospek kerja lulusan matematika? Di “zaman now” ini, kita bisa menjadi aktuaris—sebuah profesi yang diminati oleh lulusan matematika sebab merupakan pekerjaan yang sangat menjanjikan dari segi penghasilan—yaitu ahli yang dapat mengaplikasikan ilmu keuangan dan teori statistik untuk menyelesaikan persoalan-persoalan bisnis. Kita juga bisa menjadi data scientist, analis, ahli statistika, ahli keuangan dan berbagai pekerjaan lainnya.

Banyak perusahaan yang mencari lulusan matematika karena kemampuan analitik serta cara berpikir yang dimiliki. Lulusan matematika dianggap dapat mengoptimalkan kinerja perusahaan berdasarkan pengolahan data secara objektif. Lulusan Matematika Unpar sendiri telah mendapat pengakuan dari masyarakat, terbukti dengan 70% lulusan Matematika Unpar hanya memerlukan waktu tunggu 0-3 bulan setelah lulus untuk memperoleh pekerjaan.

Jadi, untuk kamu para calon mahasiswa baru, masih menganggap matematika menakutkan? Jangan sampai ketakutan menghalangimu mempelajari sebuah hal yang menyenangkan. Sampai bertemu di Matematika Unpar!

 

Livia Belinda Sugiarto

Mahasiswa Matematika Universitas Katolik Parahyangan angkatan 2015

Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Matematika Unpar periode 2017/2018