Home / Berita Terkini / Mengangkat Potensi Lokal ke Tataran Global

Mengangkat Potensi Lokal ke Tataran Global

Salah satu visi Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) adalah “Menjadi komunitas akademik humanum yang mengembangkan potensi lokal hingga ke tataran global demi peningkatan martabat manusia dan keutuhan alam ciptaan”. Visi ini terumuskan oleh tim yang terdiri dari yayasan dan universitas melihat bahwa ada banyak potensi yang dapat dianggap sebagai keunggulan, bukan hanya Unpar, tetapi masyarakat, bangsa dan negara Indonesia, terutama dimana Unpar berada yaitu Tatar Sunda.

Rektor Unpar Mangadar Situmorang, Ph.D. dalam wawancara dengan Tim Publikasi berbagi pandangannya akan pentingnya pengembangan potensi yang ada di Unpar dalam upaya menjadi universitas yang mengglobal. Lebih dari itu, ia juga mengajak seluruh komunitas Unpar untuk terlibat dalam hal tersebut.

Ciri Khas Unpar

Ada banyak kekhasan dalam arti yang baik luhur, sakral yang ada di masyarakat jawa barat, indonesia, dan di unpar. Keunggulan-keunggulan inilah yang sebenarnya perlu digali dan dirumuskan. Misal sikap toleran dan saling menghargai di Unpar datang dengan latar belakang yang sangat beragam. 

Kesukuan, budaya, agama, bahkan mungkin juga status sosial dan juga beragam dalam hal tingkatan pengetahuan dan ekspektasi. Di Unpar kita saling menghargai secara kuat kita bisa rukun, harmonis, dan maju bersama hanya bisa terjadi sekali lagi karena kita saling menghargai. Keunggulan nilai seperti itu itu tentu menjadi sesuatu yang bisa kita kembangkan.

Orang yang berprestasi tidak perlu menunjukkan kehebatannya kepada khalayak bahwa dirinya adalah seorang yang mumpuni. Civitas akademika Unpar memiliki rasa hormat, toleran terhadap keberagaman pada saat yang sama juga ada rasa bersahaja dan rendah hati atas prestasi prestasi yang dicapai. Ini poin penting yang dikemukakan oleh Pak Mangadar yang dirasa dapat menjadi keutamaan Unpar. 

Toleransi yang dibahas menjadi penting bukan hanya di dalam Unpar melainkan hingga nasional dan global. Penting karena perlunya harmonisasi antara ketertiban dan kedamaian yang berbasis pada rasa hormat sekaligus menciptakan ruang-ruang untuk berprestasi. Para dosen di Unpar telah membuat berbagai prestasi dan capaian yang spektakuler. Contohnya di media publikasi jurnal seperti Scopus atau Google Scholar

Namun prestasi yang telah dicapai tidak lantas membuat diri menjadi tinggi dan lupa dengan yang lain. Selain dosen ada sejumlah alumni Unpar termasuk juga mantan Dosen Unpar go globalized baik dari karya mereka atau menjadi pengajar di perguruan tinggi lain. Mereka tetap bergelut dalam intelektualitas dengan komunitas akademik yang humanum. 

Harapan untuk Unpar kedepannya agar lebih go internasional dalam arti Unpar itu diketahui dan diperhitungkan dalam komunitas global. Misal jika ada orang dari mancanegara ingin melakukan studi atau riset di Indonesia orang-orang dapat berkata Unpar adalah jawabannya. Hal ini bisa terwujud dari karya karya dosen  Diharapkan dosen-dosen ini akan menjadi pengajar yang internationally recognized di mata global. 

Langkah Pengembangan Local Wisdom

Banyak langkah yang dapat dilakukan oleh Unparians untuk mengangkat potensi lokal ke tataran global karena adanya kesempatan dan berbagai kemudahan yang mahasiswa punya saat ini seperti kemajuan teknologi informasi dan  Pak Rektor berpesan, “Saya ingin teman-teman mahasiswa Unpar menanamkan mindset bahwa tidak lagi sebatas Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia.”

“Kita sudah menjadi Global citizen dan itulah sebabnya teman-teman  mahasiswa bisa nonton film dari luar negeri, mendengarkan musik yang diproduksi oleh negara-negara lain.” Artinya sadar atau tidak mahasiswa Unpar sudah menjadi bagian dari global culture. Meskipun sekarang masih menjadi user. Unparians harus memiliki keinginan melangkah lebih dari sekedar user. Harus ada keinginan untuk menjadi active, critical user, atau bahkan prosumer (produser sekaligus consumer). 

Civitas akademika Unpar harus lebih membuka mindset untuk international orientation. Jangan terlalu terbebani dengan merumuskan mengangkat potensi lokal ke tataran global. Tidak hanya terbatas pada produk produk intelektual, tetapi hal tersebut harus muncul dalam keseharian kita. Kalau civitas akademika dapat membawa visi Unpar diatas maka akan memungkinkan untuk memperlambat proses kapitalisme atau konsumerisme global. (JNS/DAN – Divisi Publikasi)