Home / Berita Terkini / Menciptakan Unpar Hijau Lewat Zero Waste Management

Menciptakan Unpar Hijau Lewat Zero Waste Management

Bisakah kita menciptakan komunitas tanpa limbah?

Bukan tidak mungkin mimpi ini terwujud jika didukung dengan kesadaran akan lingkungan dan inovasi dalam pengelolaan sampah. Hal tersebut kini mulai diinisiasi dalam Kampus Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). Lewat semangat #2019UnparHijau, seluruh elemen komunitas Unpar diajak untuk mengurangi sampah dari sumbernya, sekaligus mengoptimalkan pengelolaan sampah dalam lingkungan kampus.

Mulai dari Sumbernya

Tahun 2019 menjadi awal baru dalam pengelolaan sampah di Unpar, seperti yang disampaikan oleh Roni Sugiarto, Kepala Biro Umum dan Teknik (BUT) Unpar. Menurutnya, di tahun-tahun sebelumnya, pemilahan sampah masih kurang efektif. “Kita akui belum maksimal,” ujarnya. Oleh karena itu, bekerja sama dengan Kahiji, Pihak BUT memulai langkah penerapan zero waste management di Unpar. Hal ini dimulai dengan pendataan volume limbah dari sumber produksi sampah utama di Unpar, seperti kantin dan pantry kantor.

Data sampah ini menjadi sumber acuan penting untuk menginisiasi langkah-langkah berikutnya. Contohnya, menurut Roni, adalah penggunaan biodigester. “Dengan adanya biodigester,” ujarnya, “kita tidak buang sampah (organik) ke dinas kebersihan lagi.” Ia juga menyambut baik inovasi dari mahasiswa dalam mengurangi sampah, seperti memfasilitasi eksperimen mahasiswa mendaur ulang plastik bekas menjadi barang yang bermanfaat.

Roni mengakui jika belum semua sampah bisa diolah, seperti perabot kantor dan kaca. Namun, Unpar akan terus meningkatkan sistem pengelolaan sampah di dalam kampus. Bisa jadi kedepannya proses pengolahan sampah secara terpadu dapat dilakukan di Unpar.  “Harapannya kubikannya (volumenya) berkurang,” jelasnya. “Yang dibuang hanya residu.”

Tidak hanya fasilitas terpusat saja yang perlu ditingkatkan. Roni menambahkan beberapa perubahan lain, seperti penggunaan kantong yang dapat digunakan kembali (reusable) dalam tempat sampah yang diterapkan di pantry yang tersebar di perkantoran Unpar. Ia mengungkapkan bahwa hal ini dilakukan agar, “Dari pusat sumber sampahnya sudah ada pemilahan.” Melalui proses pengolahan awal ini, maka petugas kebersihan Unpar akan terbantu dalam mengolah sampah lebih lanjut. “Pekarya atau ISS sudah mendapatkan sampah yang sudah terolah,” katanya.

Merubah Karakter

Lalu, tantangan terbesar apa yang mesti dihadapi dalam mewujudkan zero waste management ini? “Karakter,” jawab Roni secara singkat. Menurutnya, mengubah karakter dan kesadaran masing-masing akan pentingnya mengurangi sampah tidak mudah. “Mengubah untuk, misalnya, buang sampah di tempat yang benar pun itu sebuah effort.” Oleh karenanya, karakter cinta lingkungan harus terus dikampanyekan secara berkesinambungan, khususnya bagi mahasiswa selaku generasi muda yang aktif dalam kehidupan kampus.

Kampanye Hari Bumi lewat penukaran botol plastik dengan tumbler yang diinisiasi pihak universitas serta mahasiswa beberapa waktu lalu menjadi contoh baik. Roni menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini, selain memberikan manfaat aktual bagi komunitas, juga mendorong perubahan menuju gaya hidup ramah lingkungan. Seperti yang ia sampaikan, “Tidak hanya physically barang, tapi investasi karakter.”

Tidak hanya mahasiswa saja, para tenaga pendidik dan kependidikan di Unpar juga diharapkan aktif mewujudkan kampus zero-waste ini. “Program peduli lingkungan harus banyak kita kembangkan,” tutur Roni. Mulai dari kegiatan bersih-bersih lingkungan, pemanfaatan tumbler, hingga pengurangan air mineral kemasan plastik secara menyeluruh. “FISIP sudah memulai”, Roni mencontohkan, lewat penggunaan cangkir dan tumbler dalam berbagai aktivitas akademik maupun perkantoran.

Roni menjelaskan bahwa untuk mencapai kampus bebas sampah, semua pihak harus terlibat dan mendukung program tersebut. “Harus ada semangat yang sama,” tegasnya. Dengan semangat mencintai lingkungan serta didukung penggunaan sistem dan teknologi tepat guna, bukan tidak mungkin Unpar mampu mewujudkan program Zero Waste Management dalam menciptakan kampus hijau dan ramah lingkungan.