Home / Berita Terkini / Menanggulangi Dampak Ekonomi dari Perubahan Iklim

Menanggulangi Dampak Ekonomi dari Perubahan Iklim

Permasalahan lingkungan hidup merupakan isu yang hangat untuk dibahas dewasa ini. Dampak dari perubahan iklim, salah satunya menjadi pusat perhatian dari isu tersebut. Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat rentan dengan kerugian ekonomi yang diakibatkan dari perubahan iklim, terutama dari munculnya kesenjangan sosial yang menghambat pertumbuhan negara.

Dalam rangka meningkatkan kesadaran mahasiswa akan permasalahan tersebut, Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) mengadakan kuliah tamu pada Kamis (23/5) di Operation Room, Gedung Rektorat Unpar. Acara kuliah tamu ini mengangkat tema “Peran Pemerintah dalam Meminimalkan Kerugian Ekonomi Akibat Perubahan Iklim di Indonesia”. Materi kuliah tamu disampaikan oleh Eka Hendra Permana, S.I.P., M.A. (Kepala Bidang Kajian Fiskal Perubahan Iklim, Kementerian Keuangan).

Dalam materinya, pembicara membahas bagaimana pemerintah Indonesia merespon dan mengantisipasi kerugian ekonomi yang diakibatkan oleh perubahan iklim. Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai langkah, mulai dari membangun kerjasama dengan berbagai lembaga internasional dan pemerintah daerah, hingga menyusun berbagai strategi nasional dan program penanggulangan dampak perubahan iklim.

Upaya yang dilakukan oleh pemerintah ditargetkan agar Indonesia dapat beralih menjadi negara yang lebih ramah lingkungan dengan meningkatkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan. Selain itu, upaya juga ditargetkan dapat memaksimalkan pemanfaatan bantuan dana internasional, swasta, maupun pendapatan daerah untuk mendukung berjalannya program-program tersebut.

Kedua hal tersebut diharapkan dapat menjadi faktor yang memperkuat perekonomian Indonesia dalam menghadapi dampak dari perubahan iklim. Salah satu hal yang digarisbawahi oleh pembicara adalah keinginan pemerintah untuk melibatkan peran perempuan dalam pengambilan kebijakan perubahan iklim yang lebih responsif terhadap isu gender. Hal ini dikarenakan perempuan pada dasarnya memiliki dua peran, yakni sebagai korban, tetapi juga sebagai agen perubahan.

Acara kuliah tamu ini dihadiri oleh sejumlah dosen serta mahasiswa Ekonomi Pembangunan Unpar. Melalui dua sesi tanya jawab, para mahasiswa aktif bertanya kepada pembicara. Kuliah tamu kemudian ditutup dengan pemberian plakat dan sertifikat kepala pembicara oleh Ibu Ivantia Savitri Mokoginta, S.E., MBA., M.A. dosen prodi Ekonomi Pembangunan Unpar.