Home / Alumni / Mempersiapkan Ujian Masuk Universitas

Mempersiapkan Ujian Masuk Universitas

Setelah mengikuti Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Atas (SMA), para siswa mulai fokus pada ujian saringan masuk perguruan tinggi atau universitas. Tentunya, hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi mereka yang ingin melanjutkan kuliah ke jenjang pendidikan tinggi. Berbagai hal mulai dari pemilihan program studi, persyaratan administratif, informasi mengenai registrasi tes di universitas yang dituju, juga kelengkapan dokumen tengah dipersiapkan.

Tak terkecuali Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) yang setiap tahun menerima mahasiswa baru. Para siswa dapat mengikuti tahap penerimaan melalui berbagai jalur, baik jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) serta ujian saringan masuk (USM) yang tersebar dalam 17 program studi di tujuh fakultas.

Pilihan program studi (Prodi) di Unpar beragam, diantaranya Prodi Akuntansi, Manajemen, Ekonomi Pembangunan, DIII Manajemen Perusahaan (Fakultas Ekonomi); Ilmu Hubungan Internasional, Administrasi Bisnis, Administrasi Publik (FISIP); Teknik Informatika, Matematika, Fisika (FTIS); Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Elektro Konsentrasi Mekatronika (FTI); Arsitektur, Teknik Sipil (Fakultas Teknik); Ilmu Filsafat (Fakultas Filsafat); dan Ilmu Hukum (Fakultas Hukum). Selain itu, Unpar juga memiliki Sekolah Pascasarjana yang terbagi menjadi 10 program magister dan 4 program doktor.

USM II Unpar

USM merupakan jalur penerimaan melalui ujian tertulis di sejumlah perguruan tinggi maupun universitas. Unpar juga menyelenggarakan USM bagi calon mahasiswa baru. Unpar membuka ujian penerimaan melalui USM bagi peminat Program Sarjana dan Diploma III.

Calon mahasiswa dapat memilih dan menentukan hingga 3 pilihan program studi. Pilihan ke-3 terbatas pada program studi tertentu seperti; Ekonomi Pembangunan, Ilmu Administrasi Publik, Teknik Elektro, Matematika, Fisika, dan DIII Manajemen Perusahaan. Adapun, persyaratan khusus untuk Program Studi Teknik Kimia dan Teknik Elektro: tidak buta warna, dibuktikan dengan melampirkan Surat Keterangan Tidak Buta Warna dari Dokter Spesialis Mata.

Unpar menyelenggarakan USM II pada 29 April 2018 di di kampus Unpar Bandung dan SMA Regina Pacis Bogor.

Jadwal pendaftaran peserta USM gelombang II akan dibuka hingga 24 April  2018. Pendaftaran sebagai peserta Seleksi Program USM Unpar dilakukan secara daring dengan membuka laman http://pmb.unpar.ac.id dan mengisi/melengkapi formulir isian yang tersedia sesuai dengan petunjuk. Adapun, syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh para siswa peminat seleksi program USM ini, meliputi persyaratan umum, persyaratan khusus program studi pilihan, kelengkapan berkas pendaftaran, dan lainnya.

Beasiswa bagi calon mahasiswa

Unpar senantiasa berupaya untuk memberikan kesempatan kepada mereka yang membutuhkan pendidikan tetapi tidak mampu secara ekonomi dan sosial. Keinginan ini berlandaskan semangat preferential option for the poor, yang merupakan salah satu dari tujuh prinsip etis Spiritualitas dan Nilai Dasar Unpar (SINDU). Dalam hal ini, Yayasan Unpar senantiasa berkomitmen untuk menyediakan dana sebagai beasiswa bagi mahasiswa Unpar.

Tidak hanya mahasiswa aktif, beasiswa Unpar juga diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang memiliki potensi dan mampu menyelesaikan studinya tetapi perlu mendapatkan dukungan finansial.

Dalam pelaksanaannya, beasiswa diberikan dalam bentuk pengurangan kewajiban pembayaran biaya registrasi dan pengembangan. Sebagai penyedia beasiswa, Unpar tidak semata memberikan bantuan finansial kepada calon mahasiswa baru. Unpar mewajibkan para penerima beaiswa untuk mengikuti program pendampingan unggulan seperti gladi, seminar, career workshop, serta Program Pendidikan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M).

Sejumlah kegiatan di atas diselenggarakan atas kerja sama dengan Lembaga Pengembangan Humaniora (LPH) Unpar. Mahasiswa diajak untuk semakin belajar mengenali, menggali, mengembangkan, dan mengoptimalkan potensi yang dimilikinya. Adapun, jenis gladi yang ditawarkan seperti gladi spiritual, kreativitas intelektual, kepribadian, budaya, dan gladi kepemimpinan.

Lain halnya dengan P3M Unpar. Program yang juga dikoordinasi oleh pihak LPH ini bertujuan meningkatkan kepekaan mahasiswa terhadap isu sosial kemasyarakatan. Program tersebut mewadahi mahasiswa Unpar untuk dapat tumbuh dan berkembang sebagai pribadi sekaligus anggota masyarakat.

Dengan demikian, para penerima beasiswa mendapatkan pengembangan kemampuan interpersonal dan soft skills yang diharapkan dapat menunjang kegiatan perkuliahan.

Sumber: Kompas Griya Ilmu (Selasa, 17 April 2018)