Home / Alumni / Memperkenalkan Bahasa Indonesia kepada Dunia

Memperkenalkan Bahasa Indonesia kepada Dunia

TIDAK hanya di Indonesia, bahasa kita dipakai di berbagai kawasan lain seperti di beberapa negara. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia merancang program khusus bagi orang asing untuk mempelajari bahasa Indonesia. Program yang dikenal sebagai Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) ini dikoordinasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, secara spesifik oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Aset penting

Dalam beberapa tahun terakhir, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menjadi tuan rumah bagi mahasiswa internasional yang ingin mendapatkan pengalaman kuliah di Indonesia. Unpar menjadi salah satu host institution dalam program The Australian Consortium for  ‘In-Country’ Indonesian Studies (ACICIS) bagi mahasiswa Australia melalui International Relations Program atau West Java Field Study. Program ini didanai oleh pemerintah Australia lewat New Colombo Plan.

Dalam penyelenggaraan program beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB), Unpar bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk memberikan peluang bagi para pelajar potensial yang berasal dari negara-negara berkembang untuk mengembangkan pengetahuan dan kompetensi yang berguna bagi peran mereka di negara masing-masing. Selain itu, Unpar berkolaborasi dengan Viadrina University, Jerman melalui inbound student exchange program.

Tentunya hal tersebut mendorong kebutuhan akan pendidikan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kebutuhan ini datang tidak hanya dari segi akademis, tetapi juga sisi keberlangsungan hidup mahasiswa selama hidup di Indonesia, khususnya di Kota Bandung. Dengan menguasai bahasa Indonesia secara mendasar, mahasiswa mampu menjalin hubungan baik dengan masyarakat lokal.

Meningkatnya jumlah mahasiswa asing yang berkuliah di Unpar menjadikan keberadaan BIPA menjadi semakin penting. Pendirian Lembaga BIPA telah dicanangkan oleh Bagian Pengembangan Bahasa, Pusat Pengembangan Karir (PPK) Unpar, seperti yang disampaikan oleh Kristining Seva, SS MPd, salah satu pengajar bahasa Indonesia bagi mahasiswa asing. BIPA akan menjadi salah satu aset bagi Unpar untuk mengembangkan kerja sama di tingkat internasional.

Saat ini, Bagian Pengembangan Bahasa PPK Unpar telah membantu mahasiswa asing dalam mempelajari bahasa Indonesia. Berbagai tantangan pun muncul, semisal permasalahan inkonsistensi dalam berbahasa yang kerap kali terjadi. Bahasa Indonesia yang diajarkan di kelas belum tentu sama dengan bahasa Indonesia informal yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, rentang umur yang sangat tinggi di antara mahasiswa asing menjadi tantangan dalam mendesain kegiatan perkuliahan.

Tantangan ini menghasilkan berbagai inovasi dalam kurikulum pembelajaran bahasa Indonesia di Tanah Air. Salah satunya dengan meningkatkan praktik bagi mahasiswa asing. Mahasiswa mendapat tugas yang menarik dan “memaksa” mereka berbahasa Indonesia. Contohnya dengan melakukan kegiatan sederhana berbelanja di pasar, berkunjung ke berbagai tempat di Kota Bandung, dan lain sebagainya.

Praktik berbahasa membuat mahasiswa asing memahami perbedaan antara bahasa Indonesia yang formal dan informal, serta mampu mengatasi perbedaan-perbedaan tersebut. Dengan kata lain, membantu mereka mempelajari bahasa Indonesia.

Berbasis Keramahan

Sebagai bagian dari upaya perwujudan internasionalisasi, Unpar tengah mengajukan kerja sama sebagai universitas penyelenggara program Darmasiswa dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia. Hal ini ditandai dengan visitasi dari pihak Kemendikbud ke Unpar pada Jumat (20/10) lalu.

Program BIPA di Unpar dinilai efektif pada saat penilaian visitasi tersebut. Diharapkan tahun ajaran 2018/2019 Unpar sudah dapat menerima mahasiswa asing melalui penyelenggaraan program Darmasiswa.

Pada masa mendatang, BIPA Unpar juga akan menyelenggarakan kursus bagi orang asing yang bukan mahasiswa, tapi tertarik dan memiliki kebutuhan untuk mempelajari bahasa Indonesia. Alih-alih berteori dalam kelas, peserta BIPA nantinya dituntut bergaul dalam masyarakat lokal, belajar berkomunikasi dan mengidentifikasi perbedaan-perbedaan berbahasa yang mungkin terjadi, serta merasakan keramahan khas Indonesia. Lebih jauh lagi, peserta BIPA juga akan mendapat kesempatan tinggal bersama dengan sivitas akademika Unpar dalam mengembangkan kemampuan berbahasa.

Pembelajaran bahasa Indonesia bagi masyarakat internasional menjadi aset penting, tidak hanya sebagai alat menyebarkan bahasa Indonesia sebagai bahasa global, tetapi juga menyebarkan budaya Indonesia ke seluruh dunia. Lewat bahasa, orang mengenal Indonesia sehingga lama kelamaan muncul kecintaan akan Indonesia.

 

Sumber: Kompas Griya Ilmu (Selasa, 7 November 2017)