Home / Opini / Membuat Perjalanan a la Mahitala

Membuat Perjalanan a la Mahitala

Pada prinsipnya, dalam melakukan perjalanan alam bebas (mounteneering, caving, rafting, climbing, diving, pengamatan masyarakat tradisional, dll.) atau sebuah ekspedisi harus mengutamakan safety atau keamanan. Sebab di alam bebas kita dihadapkan dengan kondisi yang penuh tantangan dan risiko yang tinggi, sehingga ada beberapa hal yang perlu diketahui untuk membuat perjalanan ke alam bebas menjadi aman dan nyaman.

Membuat perjalanan alam bebas dapat dibagi dalam 3 tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan penyelesaian atau pertanggungjawaban. Hal penting dari suatu perjalanan adalah perencanaan dan persiapan. Biasanya hambatan yang terjadi saat pelaksanaan disebabkan oleh perencanaan yang kurang baik. Untuk itu dibutuhkan perencanaan yang baik dan matang karena berpengaruh terhadap keberhasilan perjalanan. Pada tahap pelaksanaan akan lebih mengandalkan kemampuan yang dilatih dan informasi yang didapat dari tahap persiapan. Saat pelaksanaan juga akan lebih banyak mengambil keputusan dan bertindak secara cepat dan tepat, sehingga peserta harus bisa dan terbiasa melakukan 2 hal tersebut. Dalam tahap penyelesaian, pekerjaan yang dilakukan adalah evaluasi perjalanan secara menyeluruh, pembuatan laporan, dan presentasi hasil perjalanan/ ekspedisi.

Perjalanan dan persiapan

Langkah awal dari suatu perjalanan adalah perencanaan dan persiapan. Pada tahap perencanaan ini akan ditetapkan tujuan, terkait dengan dasar dilakukannya perjalanan, sasaran dan target yang ingin dicapai, lokasi dan lain-lain. Perencanaan harus dibuat sedetail mungkin, sehingga resiko terjadi hambatan dapat dikurangi. Perencanaan dan persiapan lebih mudah dilakukan dengan metode sederhana yaitu 5W+1H (why, what, where, when, who dan how).

Berikut contoh perumusan dengan metode 5W+1H.

  • Why: Kenapa perjalanan ini dilakukan? Kenapa lokasi ini dipilih?
  • What: Apa yang ingin didapat dari perjalanan ini? Apa yang diperlukan untuk melakukan perjalanan? Apa saja perlengkapan yang dibutuhkan?
  • Where: Kemana akan melakukan perjalanan? Dimana tempat untuk menginap?
  • When: Kapan dilaksanakan? (menyangkut berapa lama waktu pelaksanaan, musim, keuangan dan sebagainya)
  • Who: Siapa saja personil dalam perjalanan? Siapa yang bertugas membeli tiket? Siapa yang mengambil keputusan?
  • How: Bagaimana mempersiapkan perjalanan ini? Bagaimana cara mencukupi keuangan? Bagaimana jika terjadi keadaan darurat?

Di tahap persiapan, ada beberapa hal yang tidak boleh terlupakan. Pertama, membuat daftar checklist. Daftar tersebut dapat mempermudah saat persiapan, terlebih untuk perlengkapan supaya tidak ada yang tertinggal. Kedua, pembagian tugas. Dalam perjalanan/ekspedisi Mahitala, biasanya tugas dibagi menjadi beberapa posisi sesuai dengan perannya yaitu ketua perjalanan, operasional (atau orang2 menyebutnya divisi acara), logistik, administrasi, konsumsi, transportasi, dan dokumentasi. Tugas ketua perjalanan adalah mengkoordinir seluruh pekerjaan dan sebagai pengambil keputusan tertinggi, operasional bertugas untuk menyusun kegiatan/ pergerakan tim selama ekspedisi, logistik mengurus seluruh perlengkapan yang dibutuhkan, administrasi mengurus perizinan, konsumsi mengatur makanan dan minuman seluruh anggota, transportasi mengatur kendaraan untuk pergi menuju lokasi dan pulang dari lokasi dan dokumentasi yang bertugas mendokumentasikan perjalanan/ ekspedisi yang hasilnya dipakai untuk pertanggungjawaban.

Pembagian tugas tidak harus dipegang oleh satu orang untuk setiap tugas, bisa saja seorang menjalankan lebih dari satu tugas sekaligus, tetapi harus sesuai dengan kemampuan. Jika perjalanan atau ekspedisi besar dilakukan, biasanya dibutuhkan banyak personil supaya pekerjaan lebih mudah. Bisa juga diadakan seleksi, jika perjalanan khusus yang memerlukan skill tertentu dari pesertanya. Ketiga latihan. Latihan sangat penting untuk menunjang selama pelaksanaan kegiatan. Mulai dari fisik, softskill, dan hardskill harus dipersiapkan sesuai dengan kegiatan yang dilakukan di alam bebas nanti. Kempat, perizinan/ peraturan. Hal ini juga sering kali menghambat keberhasilan suatu perjalanan/ekspedisi. Memang betul bahwa kita melakukan perjalanan di alam bebas. Namun, bebas bukan berarti kita dapat berbuat semaunya. Perlu diperhatikan peraturan yang ada, apakah sesuai dengan hukum yang berlaku misalnya, kode etik pencinta alam.

Di Mahitala sendiri untuk mengkoordinasikan persiapan dari setiap divisi (operasional, logistik, konsumsi, dll) tersebut selalu diadakan rapat koordinasi (rakoor), yang mana rakoor tersebut adalah pembahasan persiapan atau kebutuhan bersama (seluruh divisi) agar setiap divisi bisa mengerjakan tugasnya tanpa terjadi miskomunikasi saat perjalanan nanti. Hal tersebut dilakukan agar semua divisi mengetahui apa yang harus dikerjakan oleh divisi lain supaya bisa saling mengingatkan dan membantu antardivisi. Setelah tugas-tugas di dalam rakoor dilakukan, kemudian diadakan briefing yang mana briefing ini lebih membahas detail pelaksanaan perjalanan alam bebas agar semua divisi tahu apa yang akan dikerjakan saat di lapangan agar bisa sesuai rencana. Dan setiap melakukan rakoor dan briefing, seluruh divisi wajib mencatat hasil dari rakoor dan briefing tersebut.

Perjalanan dan pelaksanaan

Tahap selanjutnya dalam suatu perjalanan adalah pelaksanaan. Pelaksanaan ini berjalan harus sesuai dengan hasil briefing sebelumnya. Namun terkadang, saat di lapangan terdapat kejadian-kejadian yang tak terduga atau tidak dapat dihindari. Dari kondisi tersebut, setiap anggota dituntut untuk bisa bertindak sebaik mungkin. Maka, sebaiknya dilakukan pembahasan yang lebih mendalam tentang emergency procedure saat persiapan. Selanjutnya, tahap akhir yaitu pertanggungjawaban. Sebuah perjalanan/ ekspedisi yang baik adalah yang dapat dipertanggungjawabkan, baik berhasil mapun tidak. Pertanggungjawaban tersebut bentuknya dapat bermacam-macam sesuai dengan tujuan awal dari perjalanan itu sendiri. Adapun, pertanggungjawaban bisa berupa laporan, presentasi, dan sebagainya. Sebelum membuat pertanggungjawaban biasanya akan dilakukan evaluasi dari setiap kekurangan terkait persiapan dan pelaksanaan agar kedepannya tidak terjadi kesalahan lagi.

Penulis: Tim Mahitala Unpar