Home / Berita Terkini / Membina Budaya Berprestasi di Unpar

Membina Budaya Berprestasi di Unpar

Tak disangkal, masyarakat Indonesia sudah menyadari pentingnya pendidikan, termasuk pendidikan tinggi. Tidak sedikit kualifikasi pekerjaan di pasar mengharuskan seseorang memiliki minimal pendidikan, seperti vokasi, diploma, atau sarjana. Kelebihan populasi pun berdampak pada daya saing individu yang ketat sehingga seseorang terdorong untuk memiliki nilai tambah, baik itu pendidikan formal, keterampilan, dan lainnya.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada tahun 2015 mengenai perkembangan pendidikan tinggi tahun 1999/2000 sampai dengan 2013/2014, terjadi peningkatan jumlah mahasiswa perguruan tinggi sebesar 6,61% per tahun. Pada tahun ajaran 1999/2000, jumlah mahasiswa perguruan tinggi sejumlah 2.384.674 orang, kemudian meningkat secara fluktuatif sampai dengan tahun ajaran 2013/2014 sejumlah 5.839.587 orang. Data ini membuktikan, masyarakat Indonesia memiliki dorongan untuk mengejar pendidikan yang layak.

Pendidikan dan perguruan tinggi merupakan wadah bagi peserta didik untuk menimba ilmu dan beraspirasi. Selain itu, perguruan tinggi mendorong seluruh sivitas akademika untuk berprestasi dalam bidang akademik maupun nonakademik. Sesuai dengan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, perguruan tinggi berfungsi untuk mengembangkan sivitas akademika yang inovatif, responsif, kreatif, terampil, berdaya saing, dan kooperatif melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Maka, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), melalui perguruan tinggi, mendorong sivitas akademika untuk memelihara budaya berprestasi. Budaya berprestasi itu dapat mengasah dan mengembangkan hard skills dan soft skills. Prestasi tidak terpaku hanya pada akademik, namun juga nonakademik, yakni melalui kegiatan-kegiatan kurikuler, kokurikuler, atau ekstrakurikuler.

Menorehkan prestasi pun tidak hanya menyangkut pengembangan keterampilan dan karakter, tetapi juga membuka pintu kesempatan bagi seseorang demi masa depan. Selain itu, mengharumkan nama almamater dan bangsa.

Berprestasi bukan hanya dengan meraih juara pada berbagai ajang lomba akademik dan nonakademik. Selain itu, publikasi karya tulis ilmiah, mengikuti program pengabdian masyarakat, dan aktif di berbagai organisasi mahasiswa merupakan bentuk lain pencapaian prestasi.

Budaya berprestasi di tiap perguruan tinggi di Indonesia perlu ditingkatkan. Sebab, daya saing individu semakin tajam di era digital yang tanpa batas dan pasar tenaga kerja yang terbuka karena Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) saja tidak cukup, juga harus diiringi dengan keterampilan dan keahlian tambahan, serta nilai dan moral baik.

Dalam mengembangkan karakter, Unpar menanamkan spiritualitas dan nilai dasar kepada setiap individu di seluruh komunitas akademik universitas. Maka, lulusan yang dicetak Unpar diharapkan memiliki intelektualitas tinggi dan hati nurani. Spiritualitas dan nilai dasar Unpar (Sindu) bersumber pada spiritualitas pendiri dan sesanti Unpar, semangat cinta kasih dalam kebenaran kristiani, dan tradisi luhur kebijaksanaan dalam masyarakat tatar Sunda. Maka, setiap pribadi Unpar diharapkan memiliki tujuh prinsip etis yang terdiri dari keterbukaan, kejujuran, keberpihakan untuk mengutamakan kaum papa, bonum commune, subsidiaritas, dan nirlaba.

Unpar memiliki visi, menjadi komunitas akademik humanum yang mengembangkan potensi lokal hingga ke tataran global demi peningkatan martabat manusia dan keutuhan alam ciptaan. Humanum yang dimaksud adalah kemanusiaan yang utuh dan penuh yang mana setiap pribadinya memiliki sikap hidup yang menghormati martabat manusia dan keutuhan alam ciptaan berlandaskan pada iman, harapan, dan kasih. Prestasi yang dicapai Unpar pun tidak hanya di kancah nasional atau regional, tetapi juga global. Budaya berprestasi kerap dibangun untuk mencapai visi dan misi menuju the Great Unpar.