Home / Berita Terkini / Membangun Partisipasi Koperasi Mahasiswa Menuju Bandung Juara

Membangun Partisipasi Koperasi Mahasiswa Menuju Bandung Juara

Koperasi Keluarga Besar Mahasiswa (KKBM) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) berpartisipasi dalam seminar berjudul “Bangun Partisipasi Koperasi Mahasiswa Menuju Bandung Juara” pada Rabu (29/3) di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang no. 45 Bandung. Seminar itu merupakan rangkaian dari kegiatan Sosialisasi Prinsip-prinsip Pemahaman Perkoperasian 2017 Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Bandung dan dihadiri oleh 16 perwakilan koperasi mahasiswa dari sejumlah universitas di Bandung.

Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Agung Sudjatmoko menjelaskan mengenai kaitan antara koperasi, bisnis, dan pengembangan sumber daya manusia di dalam koperasi mahasiswa. Ia menekankan dasar-dasar filosofi koperasi di Indonesia, yakni dasar koperasi sebagai sistem ekonomi keadilan yang tertera dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 alinea keempat, Pancasila sila kedua dan kelima, serta Pasal 33 UUD 1945 tentang Pengertian Perekonomian, Pemanfaatan Sumber Daya Alam, dan Prinsip Perekonomian Nasional.

Kolaborasi dan modernisasi koperasi, ia sebut sebagai hal operasional yang krusial. Kolaborasi yang ia maksud adalah gotong royong dengan semua pihak yang dapat menunjang keberlangsungan koperasi, termasuk antar koperasi mahasiswa. Sedangkan modernisasi, Agung menyebutkan tiga hal penting agar koperasi dapat melakukan modernisasi yang tepat, yaitu memperbanyak transaksi dan penggalian informasi, serta adaptasi teknologi.

Agung memaparkan berbagai permasalahan yang dihadapi koperasi di Indonesia, termasuk koperasi mahasiswa yang perlu diperbaiki. Kurangnya ideologisasi koperasi, lanjutnya, menjadi hal yang kerap terjadi dalam keberlangsungan koperasi. Kemudian, ia mengungkapkan koperasi lemah dalam kelembagaan sehingga terjadi inkonsistensi operasional. Agung turut mencatat beberapa masalah penting lainnya, seperti pencatatan database, penguasaan pasar, inovasi dan kreativitas minim, implementasi teknologi informasi lamban, dan keterbatasan jaringan.

Ketua Harian Dekopin itu mengungkapkan koperasi turut berkontribusi terhadap pendapatan negara sebesar 268 triliun rupiah. Namun, ia mengkritisi dan menyesalkankan angka tersebut yang masih jauh dibandingkan dengan kontribusi koperasi di Amerika Serikat terhadap pendapatan negara yang mencapai 748 milyar dolar AS.

Berdasarkan materi serta data tersebut, Agung mengajak koperasi mahasiswa di Bandung untuk terus melakukan peningkatan agar memenuhi dasar-dasar filosofi demi tercapainya kesejahteraan ekonomi di Indonesia. Ia memotivasi seluruh perwakilan koperasi, termasuk KKBM Unpar untuk terus berkarya, berkreasi, berinovasi, dan beroperasi demi mendukung “Bandung Juara”.