Home / Berita Terkini / Melestarikan Budaya dengan Memperkenalkan Suku Kamoro

Melestarikan Budaya dengan Memperkenalkan Suku Kamoro

Universitas Katolik Parahyangan bekerjasama dengan PT. Freeport Indonesia mengadakan kuliah tamu dengan tajuk Kamoro: Memperkenalkan Budaya Masyarakat Adat Suku Kamoro dari Pesisir Selatan Papua. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 22 April 2015 pukul 10.00 WIB di Ruang ADVIS FISIP. Kuliah ini menghadirkan pembicara utama Prof. Kalman Muller bersama timnya Luluk Intarti, dan Pastur Onesius Oteneli Daeli, OSC, Ph.D. Acara yang dimoderatori oleh Drs. Arie Indra Chandra, M.Si ini dibuka dengan sambutan oleh Dr. Pius Sugeng Prasetyo (Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Katolik Parahyangan) dan Spencer Paoh, (General Superintendent Stakeholder Relations & Visitor Support Freeport Indonesia).

Budaya Kamoro 1Di dalam sambutannya Spencer Paoh menyatakan bahwa kesempatan ini sangat berharga karena bagi sebagian orang, Papua itu seperti mitos. Banyak yang mengetahui bahwa Papua adalah bagian dari negara Indonesia, tetapi tidak banyak yang memiliki kesempatan untuk datang dan melihat langsung budaya Papua. Anggapan bahwa suku di Papua hanya suku Asmat saja adalah anggapan yang salah. Di Papua ada kurang lebih 267 suku, dan PT. Freeport Indonesia berusaha memperkenalkan salah satu budaya suku yang tinggal di pesisir selatan Papua.

Sebelum dimulainya sharing pengalaman Prof. Kalman Muller dan Luluk Intarti mengenai pengalamannya meneliti budaya Suku Kamoro, dipertontonkan tarian tiga orang perwakilan Suku Kamoro. Antusiasme peserta yang ingin mengikuti sharing ini cukup besar. Peserta bahkan membludak hingga ke luar ruang ADVIS FISIP. Antusiasme yang besar tidak hanya diperlihatkan oleh peserta kuliah saja. Expo yang digelar di Wind Tunnel & Lobby Rektorat pada tanggal 22-23 April 2015 mulai pukul 10.00-16.00 WIB juga tak kalah ramai. Siswa SD datang mengunjungi expo untuk belajar bagaimana Suku Kamoro hidup. Bahkan mereka juga ikut menari bersama dengan orang suku Kamoro.

Selain menari bersama dan belajar menenun, mereka juga diberi kesempatan untuk mendengarkan storytelling yang disampaikan oleh Herman Kamoro orang Suku Kamoro. Siswa-siswa SD yang sengaja datang untuk belajar budaya Suku Kamoro ini terlihat sangat menikmati acara. Selain tarian dari Suku Kamoro, ditampilkan pula tarian Sunda lengkap dengan permainan musik yang dipertunjukan oleh LISTRA. Acara ini digelar karena Universitas Katolik Parahyangan dan PT. Freeport Indonesia merasa memiliki tanggungjawab besar untuk tetap melestarikan kekayaan budaya Indonesia dengan memperkenalkannya pada generasi muda.