Home / Berita Terkini / Mekatronika, Jawaban dalam Menghadapi Industri 4.0

Mekatronika, Jawaban dalam Menghadapi Industri 4.0

Era revolusi industri 4.0 kini mulai merambah dalam berbagai industri strategis di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Bentuk revolusi ini tidak bisa lepas dari perkembangan dunia digital dan teknologi informasi yang sangat pesat. Hal tersebut tentunya juga dipengaruhi oleh penguasaan teknologi oleh sumber daya manusia yang mumpuni.

Kebutuhan proses manufaktur cerdas mendorong perubahan paradigma bagi akademisi dan praktisi terkait. Kini, industri tidak hanya sekadar perancangan dan penggunaan peralatan semata, tetapi juga integrasi teknologi manufaktur dengan perangkat lunak dan sistem informasi. Oleh karenanya, pakar industri dituntut untuk menguasai berbagai disiplin ilmu, seperti teknik kendali dan teknik komputer yang bersandar pada teknologi digital.

Menjawab tantangan tersebut, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menghadirkan Program Studi (Prodi) Teknik Elektro pada tahun 2015, yang berada di bawah Fakultas Teknologi Industri (FTI). Tahun ini, Prodi Teknik Elektro juga mendapatkan akreditasi B.

Teknik Elektro Unpar merupakan program studi pertama di Indonesia yang berkonsentrasi pada mekatronika. Secara umum, Mekatronika adalah suatu ilmu lintas disiplin, yang menggabungkan berbagai aspek dari ilmu-ilmu lain seperti teknik elektro, teknik mesin, teknik kendali dan teknik komputer, yang nantinya akan menjadi landasan bagi perkembangan industri di masa mendatang.

Kurikulum dan sarana

Mekatronika Unpar menggunakan kurikulum yang disusun berdasarkan panduan dari Forum Teknik Elektro Indonesia (FORTEI), dengan dua puluh tiga kategori badan pengetahuan (body of knowledge). Kurikulum tersebut merupakan kunci dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang baik dalam bidang mekatronika berdasarkan berbagai indikator capaian pembelajaran, seperti karakter kepemimpinan, berdaya saing, serta menjunjung tinggi tanggung jawab dan etika profesi.

Dalam mendukung proses belajar mahasiswa, Mekatronika Unpar memiliki berbagai sarana penunjang pembelajaran. Salah satunya, laboratorium Mekatronika. Sesuai fungsinya, terdapat empat laboratorium yang dimiliki program studi Mekatronika Unpar, yaitu laboratorium elektronik, laboratorium pengukuran dan akuisisi data, laboratorium komputasi data, serta laboratorium sistem kendali dan robotika.

Selain menjadi sarana bagi proses pendidikan, laboratorium Mekatronika senantiasa mencari peluang dan kesempatan untuk melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Pengembangan kemahasiswaan

Proses pembelajaran di lingkungan kampus tidak hanya berkutat pada proses akademis semata, tapi juga didukung oleh pengembangan diri non-akademis. Menyadari pentingnya hal tersebut, pendirian Program Studi Mekatronika diiringi oleh pendirian Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Konsentrasi Mekatronika (HMPSTEM) sebagai wadah pengembangan diri mahasiswa. Berbagai program kerja telah dilakukan oleh HMPSTEM, salah satunya  Mechatronics Robotic Competition, ajang kompetisi robot tingkat SMA sederajat di Kota Bandung. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang memperkenalkan mekatronika kepada masyarakat luas, khususnya terkait prospek kerja bagi lulusan di masa mendatang.

Meski tergolong prodi yang masih muda, mahasiswa Mekatronika Unpar telah membuktikan diri dalam prestasi. Mahasiswa yang tergabung dalam Tim Parahyangan Mechatronics (Paratronics) berhasil meraih peringkat delapan besar dalam ajang Kontes Robot Indonesia 2018. Hal ini merupakan prestasi yang membanggakan, mengingat saat ini Mekatronika Unpar baru terdiri atas tiga angkatan mahasiswa. Prestasi yang telah diinisiasi ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa, khususnya dalam program studi Mekatronika, untuk terus meningkatkan kemampuan dirinya.

Inovasi Unpar sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan di Indonesia memberikan solusi bagi fenomena yang terjadi dalam masyarakat. Mekatronika Unpar hadir saat bangsa bersiap menyongsong era industri berbasis informasi digital. Baik sebagai praktisi dalam industri manufaktur, menjadi technopreneur, maupun menjadi akademisi.

Komunitas keilmuan Mekatronika Unpar diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dan mengembangkan potensi lokal menuju tataran global, menjadi jawaban bagi masyarakat untuk menghadapi Industri 4.0.

 

Sumber: KOMPAS – Griya Ilmu (Selasa, 3 Juli 2018)