Home / Berita Terkini / Emmanuel Yudhistira, Mawapres Informatika Unpar 2018
Mawapres

Emmanuel Yudhistira, Mawapres Informatika Unpar 2018

Ajang tahunan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) menjadi kesempatan emas bagi Emmanuel Yudhistira, mahasiswa Program Studi Informatika Unpar angkatan 2015. “Lebih karena penasaran. Saya mau mencoba mengukur kemampuan saya itu sudah sampai mana,” katanya yang ditemui tim Publikasi Unpar, pada Rabu (11/4).Mawapres

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) menyelenggarakan Pilmapres sejak 1986,  untuk memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang meraih kesuksesan dalam kegiatan kurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Akronim “Pilmapres” baru digunakan pada 2017 ketika sejak 2004 lalu menggunakan sebutan Mawapres, kepanjangan dari mahasiswa berprestasi. Serupa seperti tahun sebelumnya, Pilmapres kali ini pun dibagi ke dalam dua kategori, yakni jenjang diploma dan sarjana.

Pilmapres kali ini mengambil tema Sustainable Development Goals (SDGs). Berdasarkan data pada laman Ristekdikti, jumlah peserta yang telah terdaftar pada tahun 2018, yakni 69 peserta sarjana dan 36 peserta diploma. Tujuan gelaran Pilmapres tidak hanya memberi penghargaan, juga motivasi kepada mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan kurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler dalam rangka menyeimbangkan hard skills dan soft skills.

Untuk bersaing di Pilmapres pun terbilang tidak mudah. Kriteria yang tercatat di dalam buku pedoman menuliskan peraihan minimal indeks prestasi kumulatif (IPK), pembuatan karya tulis ilmiah, mencantumkan sepuluh prestasi atau kemampuan yang diunggulkan, mengunggah video yang menunjukkan keterampilan berbahasa Inggris, dan kriteria lainnya. Prosedur pemilihan pun dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat jurusan, fakultas, perguruan tinggi, koordinator perguruan tinggi swasta (Kopertis) wilayah, dan terakhir nasional.

Aplikasi penunjang bagi penyandang tuna netra

Berawal dari keinginan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, dalam hal ini penyandang tuna netra, Emmanuel yang akrab disapa Yudhis, mencoba membangun sebuah aplikasi untuk membantu penyandang tuna netra agar dapat bernavigasi dengan baik di pusat perbelanjaan. Aplikasi tersebut akan bekerja dengan cara mengenali logo-logo (pada merk toko) di pusat perbelanjaan. Setelah mengenali logo-logo tersebut, aplikasi akan mencari lokasi toko yang dituju. Lalu, aplikasi akan memberikan bantuan navigasi berupa GPS.

“Jadi mengenali logo. Misalnya, ada pengguna aplikasi sedang berdiri di dalam sebuah pusat perbelanjaan. Pertama, aplikasinya tau (lokasi pengguna) ada bagian mana,” jelas Yudhis memaparkan proses bekerja aplikasi yang tengah ia garap.

“Ketika aplikasinya mengambil gambar, aplikasinya akan bisa tau lokasi (toko tersebut),” lanjutnya, “Setelah (aplikasi) dapet lokasinya, tinggal ngasih navigasi aja, bantuan.”

Sejauh ini, aplikasi tersebut, kata Yudhis, masih dalam tahap konsep dan prototipe. Keterlibatan dosen pembimbing sangat membantunya dalam menyelesaikan aplikasi ini. “Saya bisa lolos sampai (seleksi universitas), salah satunya, berkat dosen pembimbing saya. Banyak ngasih referensi. Banyak sekali kontribusi beliau,” ungkapnya.

Sebelumnya, Yudhis bersama para mahasiswa lainnya yang menjadi finalis Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Unpar mengikuti sejumlah tahapan seleksi di tingkat universitas.

Proses seleksi tersebut berupa penyerahan kelengkapan persyaratan seperti karya tulis ilmiah (dalam bahasa Inggris), daftar prestasi yang pernah diraih, serta dokumen persyaratan lainnya. Adapun, persyaratan tersebut diserahkan melalui Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) Unpar, yang mana untuk selanjutnya para peserta melakukan presentasi. Kemudian, penilaian dilakukan oleh pihak universitas dan mahasiswa yang terpilih akan mewakili Unpar.

Yudhis yang terpilih sebagai perwakilan Mawapres Unpar (Program Sarjana) telah mengikuti tahapan seleksi Pilmapres berikutnya, di tingkat Kopertis Wilayah IV, Jawa Barat. Saat ini, ia tengah menunggu hasil seleksi, yang mana mahasiswa terpilih akan mewakili wilayah Jawa Barat dan Banten di tingkat nasional.