Home / Berita Terkini / Mahitala dan ‘Kecintaan’ Pada Alam
Sumber foto: Instagram @mahitalaunpar

Mahitala dan ‘Kecintaan’ Pada Alam

Bulan April ditandai dengan Perayaan Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April. Hari Bumi menjadi penting dengan semakin meningkatnya kesadaran akan pelestarian lingkungan saat ini. Anak muda termasuk mahasiswa memiliki andil yang besar dalam mewujudkan hal tersebut, khususnya melalui sikap, pemikiran, dan aktivitas yang positif. 

Memperingati Hari Bumi 2020, berikut profil salah satu wadah kaum muda di Universitas Katolik Parahyangan yang memiliki kecintaan tersendiri akan alam, dan jalan mereka menyalurkan kecintaan tersebut.

Bonum Commune adalah satu dari tujuh prinsip etis yang dimiliki oleh Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). Bonum Commune, artinya kondisi yang harmonis antara sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Keharmonisan juga diikuti dengan kelestarian lingkungan yang menjadi tempat hidup masyarakat

Untuk mendukung prinsip bonum commune, Unpar menyediakan wadah bagi mahasiswa melalui unit kegiatan mahasiswa (UKM). Salah satu UKM yang ikut mendukung prinsip bonum commune, terutama dari sisi pelestarian lingkungan, adalah Mahasiswa Parahyangan Pencinta Alam atau Mahitala.

Mahitala, sebagai organisasi mahasiswa yang bergerak dalam lingkup pecinta alam, menanamkan nilai konservasi sebagai nilai utama kepada anggota-anggotanya. Pembiasaan itu diajarkan bersamaan dengan berbagai kegiatan dan penjelajahan yang dilakukan. Karena mencintai alam bukan hanya tentang mengagumi keindahannya, tapi juga mempertahankan dan melestarikan keindahan tersebut.

Wandering Season

Salah satu kegiatan utama yang dilaksanakan Mahitala setiap tahunnya adalah Wandering Season. Kegiatan ini merupakan program yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada anggota-anggota Mahitala agar dapat belajar melakukan perjalanan alam bebas. 

Kegiatan ini bisa dilakukan lewat outdoor sports atau pengamatan masyarakat tradisional. Wandering Season juga merupakan perwujudan Tri Dharma universitas, yaitu untuk menanamkan kemampuan softskill dan hardskill mahasiswanya. Keduanya diwujudkan melalui proses ekspedisi yang penuh tantangan, baik tantangan fisik maupun psikis.

“Peserta juga akan berkontribusi pada masyarakat, misalnya dengan mengedukasi tentang cara-cara pelestarian lokasi atau memberikan data-data terkait penelusuran dan biota di sekitar lokasi,” ucap Fahri Jazira selaku Ketua UKM Mahitala periode 2019/2020.

Melalui Wandering Season, peserta juga didapuk untuk untuk dapat memberikan kontribusi kepada alam dan masyarakat sekitar daerah ataupun pihak-pihak yang membutuhkan. Kontribusi tersebut diberikan melalui berbagai macam bentuk, seperti edukasi mengenai pelestarian lokasi yang dikunjungi, pendataan biota yang berada di daerah tersebut, hingga data-data penelusuran lokasi. Lewat Wandering Season diharapkan pula nilai-nilai konservasi dan pelestarian alam semakin tertanam dalam diri peserta.

Wandering Season terakhir dilaksanakan pada 2019 di dua tempat oleh tim rafting dan caving. Di Ketahun, Bengkulu untuk tim rafting dan Taman Nasional Aketajawe Lolobata di Maluku Utara oleh tim caving. Kedua tim berhasil menyelesaikan ekspedisi mereka pada bulan Agustus 2019. 

Mereka juga berhasil melakukan sketsatisasi jalur penelusuran dan jalur pengarungan, serta pendataan biota di sekitar lokasi. Hasil tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti pada masyarakat dan pemerintah setempat. (AKA/DAN – Divisi Publikasi. Sumber: Wawancara dengan UKM Mahitala)