Home / Alumni / Mahasiswa Teknik Sipil Unpar Juara 1 Geotechnical Engineering Competition

Mahasiswa Teknik Sipil Unpar Juara 1 Geotechnical Engineering Competition

Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) meraih juara 1 di ajang Geotechnical Engineering Competition pada acara Civil Expo 2017 yang diselenggarakan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Kompetisi ini bertemakan “Creative Design of Soil Improvement with Less Cost and Easier to be Applicated”. Tim Unpar beranggotakan tiga orang mahasiswa, yaitu Raymond Utama, Dominico Savio Steven, dan Jimi Utomo di bawah bimbingan salah satu dosen Prodi Teknil Sipil Unpar Budijanto Widjaja, Ph.D.

Bersama 8 tim lainnya, Ares, tim dari Unpar berhasil lolos tahap awal lomba berupa studi literatur dan seleksi tahap 1 pada awal Mei lalu. Peserta yang lolos berkumpul di ITS pada 27 September-1 Oktober untuk melakukan kunjungan lapangan kemudian mendesain kasus jalur pendakian jembatan di Pasuruan selama masa karantina. Esok harinya, tim mempresentasikan desain kasus tersebut baik dari segi geoteknik, penjadwalan, dan rancangan anggaran biaya. Pengumuman pemenang diumumkan pada 30 September 2017 dengan Tim Ares Unpar sebagai Juara 1 diikuti tim dari ITB dan ITS yang menempati posisi 2 dan 3.

Raymond Utama salah satu anggota tim mengatakan, “Mahasiswa tidak boleh merasa berpuas diri dan merasa pintar hanya karena mendapatkan nilai bagus di perkuliahan atau memenangi kompetisi. Belajar adalah pekerjaan seumur hidup. Ketika Anda berhenti belajar maka Anda bukan siapa-siapa.”

Berkaca dari negara-negara maju, mahasiswa dituntut mandiri belajar melalui buku, jurnal, atau referensi lainnya. Dasar inilah yang diterapkan Tim Ares sehingga dapat memenangi juga beberapa kompetisi sebelumnya seperti Juara 2 Geo Challenge Competition 2017 (Unpar) dan Juara 3 Lomba Pondasi dalam Civil National Expo 2017 (Untar).

Pesan dari Tim Ares untuk para penerus Teknik Sipil Unpar, carilah ilmu (hard skills maupun soft skills) bukan hanya mengejar nilai kuliah semata. Ilmu ada maka nilai mengikuti karena nilai baik hanya berfungsi sebagai tiket masuk dalam proses penerimaan pegawai baru. Kemampuan hard skills dan soft skills berbicara dalam perjalanan karir seseorang.