Home / Berita Terkini / Mahasiswa Teknik Kimia UNPAR Juarai CEFEST HMTK ITI 2020

Mahasiswa Teknik Kimia UNPAR Juarai CEFEST HMTK ITI 2020

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Katolik Parahyangan (TK Unpar) kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Tim mahasiswa sarjana TK Unpar yang terdiri dari Edwin Reynaldi (2016620108) dan Khrysna Taruna Putra (2016620112) berhasil meraih Juara 1 lomba esai tingkat nasional Chemical Engineering Festival (CEFEST) 2020 yang digelar 15 Februari 2020.

CEFEST adalah kegiatan tahunan berskala nasional yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Institut Teknologi Indonesia (HMTK ITI). Tema kompetisi CEFEST tahun ini adalah Glorious in Chemistry, Facing Revolution Industri 4.0 Towards Golden Era 2045 dengan subtema energi terbarukan, material ramah lingkungan, teknologi pengolahan limbah, dan teknologi proses terintegrasi. Lomba ini diikuti oleh berbagai mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia.

Esai yang diajukan berjudul “Pemanfaatan Mikroalga Botryococcus braunii sebagai Bahan Baku Pembuatan Green Diesel dan Bio-avtur”. Gagasan ini muncul dari keprihatinan terkait isu penipisan cadangan minyak bumi dan pencemaran lingkungan akibat gas emisi karbon dioksida dari bahan bakar fosil. 

Mikroalga berpotensi menjadi sumber energi terbarukan karena kandungan lipidnya yang tinggi. Namun saat ini, pengembangan mikroalga menjadi bahan bakar masih dalam tahap uji coba skala laboratorium karena teknologinya masih terbatas dan cukup mahal. Hal tersebut menjadi tantangan bagi kita semua agar dapat terus berinovasi untuk mendukung ketahanan dan kemandirian energi di Indonesia.

Dalam wawancara dengan Tim Publikasi, pada awalnya Edwin mengetahui lomba ini dari media sosial Instagram dan dianggap temanya menarik dan bagus. Mereka merasa pesimis karena baru mengetahui info ini 2 hari sebelum deadline pengumpulan esai. Namun dengan modal nekat, akhirnya esai milik Edwin dan Khrysna selesai dan berhasil di submit

Setelah satu minggu, panitia mengumumkan bahwa esai mereka terpilih untuk masuk ke tahap presentasi. “Sebenarnya agak pesimis sih bisa menang, soalnya berhadapan langsung dengan kampus-kampus hebat karena ide mereka juga keren-keren dan sangat futuristik,” tutur Edwin. 

Menurut Edwin sapaannya, dengan mengikuti lomba esai ini Ia mendapatkan gambaran bagaimana cara membuat esai yang baik disertai dengan argumen-argumen kuat terutama di bidang renewable energy, selain itu juga bisa menambah relasi dan insight baru dari kampuss-kampus lainnya. “Untuk mahasiswa Unpar lainnya terutama mahasiswa Teknik Kimia Unpar, jangan takut untuk mencoba selagi ada kesempatan,” ujarnya menambahkan. (JNS/DAN – Bagian Publikasi)