Home / Berita Terkini / Mahasiswa Sipil Unpar Borong Prestasi dalam CNE 2019
  • Mahasiswa Sipil Unpar Borong Prestasi dalam CNE 2019

  • TIM BETON

  • TIM ESTIMASI BIAYA

  • TIM PONDASI

  • TIM PONDASI 2

Mahasiswa Sipil Unpar Borong Prestasi dalam CNE 2019

Sebelas mahasiswa Program Sarjana Teknik Sipil Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) yang tergabung dalam empat tim berbeda berhasil memboyong prestasi dalam Final Civil National Expo (CNE) 2019 yang diselenggarakan oleh IMASTA Universitas Tarumanegara (Untar) awal Mei lalu. Dengan menyematkan nama Pacivic (Parahyangan Civil Competitiors), keempat tim tersebut meraih prestasi dalam tiga mata lomba yang berbeda.

Pada Lomba Beton Nasional (LBN) ke-23, Tim Pacivic 101 yang terdiri dari Johanes Rinaldi Hermali, Hermawan, dan Ana Yelina Arif berhasil meraih juara pertama. Selain itu, dua tim Sipil Unpar yaitu Pacivic Trident (Fendy, Angelina Prisilia Pradana, Steven Winata) serta Pacivic Grand (Glennardi Pranata dan Wilson Kristanto) masing-masing meraih juara pertama dan ketiga dalam Lomba Analisis Pondasi. Terakhir, dalam Lomba Estimasi Biaya Proyek, Tim PT. PAVICTUS beranggotakan Andreas Indra Wijaya, Nicholas Ryan Bintoro, serta Soni Satria Gunawan meraih peringkat kedua.

Dalam wawancara dengan Tim Publikasi pada Rabu (8/5/2019), Angel, Soni dan Ana selaku anggota tim Unpar membagikan kesan dan pengalaman mereka selama mempersiapkan dan mengikuti kompetisi selama lebih dari enam bulan ini.

Dari pengalaman jadi prestasi

Ada banyak hal yang mendorong ketiganya untuk mengikuti CNE. “Sebetulnya ingin mencari pengalaman,” ungkap Ana, salah satu anggota termuda dari Unpar. Soni menambahkan, kompetisi menjadi sarana menambah wawasan bagi mereka. “Kalau kita ikut lomba,” ujarnya, “materinya lebih luas.” Angel lalu menambahkan bahwa membanggakan almamater lewat prestasi menjadi dorongan lain bagi mereka. “Dengan mengikuti berbagai lomba, nama Unpar semakin dikenal.”

Sejak November atau sekitar enam bulan, para peserta CNE sudah mempersiapkan tim menghadapi kompetisi. Kesibukan sangat dirasakan oleh Ana yang menjadi peserta LBN. Bersama kelompoknya, ia tidak hanya mempersiapkan makalah, namun juga harus meramu dan melakukan pengetesan terhadap produk beton yang mereka buat. “Memang lama persiapannya.” Tim lain pun tidak kalah sibuk. Mulai dari membaca literatur, menyusun makalah, hingga mempersiapkan presentasi dan pertanyaan dari juri.

Didukung pendidik dan mahasiswa

Prestasi yang diraih mahasiswa Sipil ini tentu tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. “Dari himpunan, didukung wakil dekan teknik, meng-encourage kita untuk ikut,” jelas Soni. “Yang banyak membantu adalah dosen pembimbing,” tambah Angel. Selain itu, mereka juga mendapat dukungan dari kakak tingkat sebagai mentor yang memberi referensi dan saran dalam menghadapi kompetisi. Dukungan-dukungan ini, juga ilmu yang didapat dalam perkuliahan di kelas, menjadi dasar mereka untuk mempersiapkan diri. “Tentu kalau untuk lomba, kami harus mempersiapkan yang lebih,” ungkap Soni.

Lalu, bagaimana kesan mereka dalam kompetisi ini? Bagi Angel, pengalaman belajar dan mengevaluasi diri menjadi hal yang sangat berkesan baginya. “Saya belajar banyak dari praktisi dan juri pada saat final,” katanya. Di sisi lain, Soni sangat terkesan akan dinamika kerja sama dalam kelompok selama berproses dalam kompetisi. Namun, kesan paling penting datang dari Ana, yang kelompoknya berhasil meraih predikat pertama dalam LBN ke-23. “Ini pertama kali angkatan saya (Sipil 2017) masuk final di luar Unpar ,” tuturnya.

Mengakhiri wawancara, mereka bertiga mendorong mahasiswa lain untuk meningkatkan diri dan ilmu lewat kompetisi di luar Unpar. “Jangan takut kalah, yang penting berani mencoba,” tutur Angel. Hal yang sama diungkapkan Soni, sembari menjelaskan, “Selama ada komitmen dan kerja tim yang kompak pasti akan menjalaninya dengan penuh tanggung jawab.” “Semoga tahun depan lebih banyak yang ikut,” pungkas Ana.