Home / Berita Terkini / Mahasiswa Internasional Unpar Kenalkan Australia Lewat Bahasa Inggris

Mahasiswa Internasional Unpar Kenalkan Australia Lewat Bahasa Inggris

Di sela penyelenggaraan Ujian Akhir Semester 2017, dua orang mahasiswa internasional Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) asal Australia, Beth Kracke dan Lauren Rourke, berkesempatan mengunjungi salah satu komunitas lokal di Jawa Barat. Dalam kesempatan ini, Beth dan Lauren mengajarkan Bahasa Inggris dan mengenalkan Budaya Australia di Sekolah Menengah Pertama (SMP) YP 71 Nagreg Kendan, Kabupaten Bandung. Keduanya merupakan peserta program Australian Consortium for In-Country Studies (ACICIS) yang mengikuti kuliah Hubungan Internasional di Unpar.

Sebagai guru tamu di sekolah tersebut, keduanya mendapatkan sambutan yang hangat dari seluruh siswa dan tenaga pengajar baik dari SMP tempat mereka mengajar maupun sekolah menengah atas yang lokasinya berdekatan. Setibanya di sekolah, para siswa menyambut Beth dan Lauren dengan meriah, diiringi oleh tari dan musik tradisional, dari gerbang sekolah sampai aula pertemuan.

Di hadapan para siswa, Beth dan Lauren memberi penjelasan tentang Australia, seperti ragam olah raga, makanan, kesenian, termasuk memperkenalkan keberadaan Suku Aborigin sebagai penduduk asli benua tersebut. Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, siswa-siswi dengan antusias mengajukan pertanyaan menggunakan bahasa Inggris. Saat ditanya mengenai makanan kesukaannya, Beth Kracke menjawab, “Seblak”. Jawaban ini mengundang tepuk tangan yang meriah.

Menanggapi antusiasme pelajar yang tinggi, salah seorang guru senior, Iwan Ardie Priyatna, mengungkapkan keinginannya agar program guru tamu, khususnya guru bahasa Inggris, dapat lebih sering dilakukan oleh Unpar. Pak Iwan juga mengemukakan bahwa sekolah telah mengambil inisiatif dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan kepercayaan diri siswa, salah satunya dengan mendirikan kelompok percakapan (conversation club) di sekolah tersebut.

Kunjungan ke SMP 71 Nagreg Kendan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat oleh Unpar yang rencananya akan diselenggarakan di Desa Nagreg Kendan. Desa ini memiliki potensi wisata yang luar biasa seperti situs Kerajaan Nagreg-Kendan. Beberapa persoalan seperti masih minimnya potensi yang digali serta kurangnya pemasaran atau promosi menjadi hal yang harus diperbaiki agar Desa Nagreg Kendan mampu bersaing sebagai salah satu alternatif daerah tujuan wisata baru di Kabupaten Bandung.