Home / Berita Terkini / Mahasiswa ACICIS Bersama Unpar Ajarkan Bahasa Inggris bagi Masyarakat Nagreg

Mahasiswa ACICIS Bersama Unpar Ajarkan Bahasa Inggris bagi Masyarakat Nagreg

Memiliki kemampuan dan keterampilan berbahasa Inggris merupakan syarat wajib dimiliki pada era globalisasi dan informasi seperti saat ini. Keterampilan berbahasa sudah seharusnya dilatih sejak usia dini. 

Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) sebagai perguruan tinggi yang sangat peduli pada pegembangan sumber daya manusia khususnya untuk warga Bandung dan sekitarnya menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat di Nagreg, Kabupaten Bandung pada tanggal 11 September 2019. 

Program yang sudah berlangsung selama dua tahun ini difokuskan pada pengajaran percakapan dalam Bahasa Inggris untuk para siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas 7 sampai 9. Program ini telah menjadikan para siswa menjadi lebih berani tampil dan percaya diri dalam berbahasa Inggris.     

Tim Unpar terdiri atas Sukawarsini Djelantik, Ph.D, mendampingi para mahasiswa dan alumni Unpar , termasuk para mahasiswa dari berbagai universitas di Australia yang tergabung dalam program ACICIS (Australian Consortium for In-Country Indonesian Studies). Para mahasiswa ACICIS yaitu Sean Nicholas Lalor, Natalie McDonald, Catherine Pagliaro, dan Camille Allison Faraizi. Turut bergabung juga mahasiswa dan alumni program studi Hubungan Internasional yaitu Felicia, Masya dan Vieronicha. 

Para siswa dan guru menyambut para pengajar dengan sangat antusias. Acara diawali dengan pertunjukan tari-tarian tradisional kreasi modern, pencak silat dan kecapi suling. Sebagai balasan, para pengajar menyanyikan lagu-lagu berbahasa Inggris yang populer di Australia seperti “Kookaburra.” Dosen, mahasiswa dan alumni kemudian mengajar masing-masing satu kelas, yang diisi dengan percakapan ringan dan belajar bahasa melalui musik dan lagu. 

Pada kesempatan itu juga telah dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), antara Unpar dan SMP YP 17 Nagreg untuk memastikan keberlangsungan program. Kepala Sekolah SMP YP 17 Nagreg Sarip Tjahyadi mengharapkan agar program seperti ini dapat berlanjut mengingat antusiasme dan manfaat bagi guru dan siswa. Sekolah ini juga telah menerapkan setiap Selasa sebagai “English day.” (/DAN)