Home / Berita Terkini / Lustrum XI FISIP Unpar: Reaching Out for Humanity
Lustrum XI FISIP Unpar

Lustrum XI FISIP Unpar: Reaching Out for Humanity

Kamis (18/8), menjadi hari yang sangat spesial bagi seluruh civitas akademika Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). Hari tersebut merupakan puncak peringatan dies natalis ke-55 FISIP Unpar, sekaligus Lustrum XI. Acara diadakan di Mgr. Geisse Lecture Theatre, dan dihadiri oleh Rektor Unpar Mangadar Situmorang, Ph.D. beserta jajarannya, perwakilan yayasan, alumni, dosen dan karyawan FISIP, serta perwakilan dari himpunan mahasiswa program studi.

Acara diawali dengan pemaparan kegiatan yang telah diadakan dalam rangka Lustrum XI, diantaranya diskusi ilmiah, bedah film “Negeri di Bawah Kabut”, sarasehan “Reinventing Local Wisdom”, lomba foto, dan lainnya oleh Ketua Panitia, Sapta Dwikardana. Kemudian, dilanjutkan dengan sambutan dan laporan perkembangan fakultas oleh dekan FISIP, Dr. Pius Sugeng Prasetyo. Beliau menekankan adanya tuntutan, termasuk dari dalam lingkungan FISIP, serta dinamika global dan internasional yang sedang terjadi saat ini. Jaringan dengan instansi pendidikan lain merupakan hal yang penting, sebagai mitra sinergi, bagi perkembangan FISIP Unpar.

Selain ucapan selamat, Rektor Unpar juga menyampaikan bahwa saat ini dibutuhkan komitmen, keterikatan, dan dedikasi untuk mengembangkan program studi, FISIP, dan Unpar secara keseluruhan. Rektor juga mengajak segenap civitas akademika untuk menghidupkan kembali research centre yang ada di FISIP.

Perwakilan Pengurus Ikatan Alumni FISIP, Dr. H. Happy Bone Zulkarnaen mengetengahkan beberapa poin penting, diantaranya adalah perwujudan visi “The Great Unpar”, yang harus dilaksanakan (di-“exercise”). Hal ini berhubungan juga dengan peningkatan posisi Unpar agar semakin baik di Indonesia. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencapai hal tersebut, diantaranya adalah membentuk universitas yang berbasis riset dan inovatif serta melakukan kapitalisasi terhadap alumni FISIP dan Unpar secara keseluruhan.

Puncak acara kali ini adalah Orasio yang disampaikan oleh Dr. Adelbertus Irawan J. Prasetyo dengan tema “Accelerated Globalization and Human (In)Security”. Beliau mengemukakan bahwa masyarakat dan dunia masa kini berada dalam keadaan insecurity, tidak terkecuali Indonesia. Permasalahan tersebut sangat nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti kemiskinan, tindakan teror, dan sebagainya.

Mengakhiri orasionya, Irawan menyatakan perlunya integrasi dan intensifikasi jaringan global untuk mengatasi permasalahan human security dan accelerated globalization ini. FISIP Unpar perlu berperan, menawarkan solusi terhadap permasalahan human security masa kini.

Acara Dies Natalis kali ini diisi pula dengan pemutaran film pendek mengenai profil dan sejarah FISIP serta pemberian penghargaan bagi mahasiswa dengan IPK tertinggi dan kepada para pemenang lomba foto FISIP UNPAR.