Home / Berita Terkini / LPPK Unpar: Peran Pengembangan Pemelajaran Daring di Unpar
Sumber: ide.unpar.ac.id

LPPK Unpar: Peran Pengembangan Pemelajaran Daring di Unpar

Komunitas Akademik Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) kini semakin getol memanfaatkan fasilitas pemelajaran daring atau online dalam perkuliahan. Hal ini salah satunya didorong oleh kebijakan kampus dalam mengalihkan proses pekuliahan dari yang sebelumnya menggunakan metode tatap muka langsung menjadi metode daring untuk menjaga keselamatan dan kesehatan Komunitas Akademik Unpar menghadapi penyebaran COVID-19.

Untuk menunjang proses pemelajaran tetap berlangsung lancar dan efektif, Unpar menggunakan platform digital bernama Interactive Digital Learning Environment (IDE). Platform ini tidak hanya digunakan untuk membagikan materi perkuliahan secara satu arah, namun dapat digunakan secara dua arah sehingga menjaga interaksi antara pendidik (dosen) dan peserta didik (mahasiswa).

Pengelolaan IDE Unpar saat ini dijalankan oleh Lembaga Pengembangan Pemelajaran dan Karier yang didirikan pada awal 2020. Lembaga ini bertugas dalam pengembangan dan evaluasi berkesinambungan metode pemelajaran, termasuk melalui platform digital, sehingga lulusan Unpar memiliki daya saing dan dapat berkontribusi di tingkat nasional juga global. Di luar itu, LPPK juga bertugas dalam perancangan strategi seleksi calon mahasiswa, serta pengembangan talenta mahasiswa selama menempuh pendidikan sehingga memiliki karakteristik dan kebanggaan sebagai lulusan Unpar.

Digitalisasi Perkuliahan

Dalam konteks saat ini, pemerintah telah menerapkan kebijakan pemelajaran digital termasuk bagi institusi pendidikan tinggi. Kebijakan ini didukung penuh oleh Unpar, dimana LPPK beserta Biro Teknologi Informasi (BTI) dan Jajaran Rektorat terus melaksanakan pemelajaran digital dengan memanfaatkan IDE Unpar. Momen ini dapat pula menjadi kesempatan “re-image learning” atau memperbaharui perspektif Unpar akan pemelajaran.

Melalui IDE, proses belajar mengajar dilakukan sepenuhnya secara online. Dosen dan mahasiswa tidak perlu hadir secara tatap muka. Hal ini tentu memberikan rasa aman bagi mahasiswa dalam belajar maupun berdiskusi dalam perkuliahan. Secara rinci, LPPK mendukung program pemerintah “belajar dari rumah” melalui tiga poin kerangka pemelajaran, yaitu komunikasi yang baik (connect), materi yang relevan (content), serta evaluasi atau kuis yang membangun (contribution) 

Dari kerangka tersebut, LPPK menurunkan empat strategi, yaitu metode daring sebagai jendela penyampaian materi perkuliahan; media komunikasi dosen dan mahasiswa; media dokumentasi, penelitian atau basis data berbentuk foto, video, dan riset; serta media evaluasi pemelajaran melalui presentasi tugas mahasiswa, seperti melalui video atau vlog dan karya tulis mahasiswa digital).

Fitur Menguntungkan

IDE Unpar memiliki berbagai fitur dalam menunjang proses pemelajaran daring. Distribusi materi oleh dosen dapat dilakukan dengan fitur Resources, yang terdiri dari File, Folder, Page, URL dan IMS Content Package. Dosen dan mahasiswa dapat berkolaborasi dalam materi perkuliahan melalui fitur Book.

Untuk proses penilaian, pengguna IDE dapat menggunakan fitur Learning Activity, yang berupa Assignment, Quiz, SCORM Package, dan Lesson. Untuk memfasilitasi proses diskusi dan tanya jawab tersedia fitur Forum, Chat dan Message. IDE Unpar juga dapat dimanfaatkan sebagai platform video conference melalui Fitur BigBlueButton. 

Berbagai keuntungan bisa diperoleh dalam penggunaan IDE Unpar. Dosen kini memiliki fleksibilitas untuk membuat dua jenis pemelajaran daring, yaitu pemelajaran sinkronus menggunakan fasilitas video conference dan forum diskusi, juga asinkronus dimana materi pemelajaran terlebih dulu diunggah di IDE Unpar dan dapat diakses kapanpun oleh mahasiswa. 

Melalui IDE Unpar, dosen tidak perlu mengundang mahasiswa untuk masuk ke dalam kelas. Hal ini karena dalam setiap semester dibuat kelas yang merujuk pada kelas tatap muka langsung. Selain itu, IDE Unpar memudahkan dosen memantau aktivitas mahasiswa yang direkam oleh sistem. IDE membantu dosen dalam membuat kelompok di kelas agar pengumpulan tugas kelompok, diskusi dan aktivitas berkelompok lainya dapat dilakukan dengan mudah.

Mahasiswa juga mendapat berbagai keuntungan bila menggunakan IDE. Melalui fitur notifikasi misalnya, mahasiswa mengetahui kegiatan yang perlu dilakukan atau diikutinya seperti pengumpulan tugas dan forum diskusi. Teknologi IDE juga memungkinkan mahasiswa untuk tetap menjalin interaksi dengan sesama mahasiswa maupun dosen pengajar.

Tentunya, berbagai fitur dan keuntungan yang didapatkan ini perlu dipelajari oleh para penggunanya. Untuk itu, LPPK menyediakan modul panduan bagi dosen dan mahasiswa.  Khusus bagi para pendidik, setiap minggunya LPPK akan mengunggah modul-modul pengembangan diri bagi dosen dengan berbagai topik menarik seperti presentasi yang efektif di era digital, tips mengajar di era digital, materi kuliah di era disrupsi dan komitmen mengajar di era digital 

Proyeksi Kedepan

Mengembangkan layanan pemelajaran daring memiliki tantangannya tersendiri. Dari segi efektivitas sistem kontrol mahasiswa sebagai pengguna IDE hingga perancangan evaluasi efektif akan pemahaman mahasiswa dalam materi pemelajaran. LPPK juga perlu mendorong para dosen untuk belajar untuk mempersiapkan materi digital sesuai dengan bebannya, dan mendorong mahasiswa agar mulai terbiasa untuk belajar dalam bentuk digital dan belajar secara mandiri. Secara teknis, server IDE yang masih perlu dikembangkan lagi agar semakin stabil dan mudah diakses oleh seluruh civitas akademika Unpar. 

Berangkat dari tantangan dan situasi saat ini, LPPK siap mengambil langkah untuk mengembangkan IDE Unpar. Sosialisasi penggunaan IDE mulai dari tingkat sederhana hingga aplikasi dalam proses perkuliahan reguler akan terus dilakukan. Pelatihan IDE dilakukan berjenjang didukung oleh sosialisasi dan kebijakan universitas bagi setiap program studi. Infrastruktur penunjang seperti Server IDE Unpar perlu ditingkatkan sehingga ketika terjadi suatu hal yang tidak terduga, pemelajaran daring secara penuh dapat terakomodir tanpa terjadi hambatan yang berarti.

Dalam proyeksi jangka panjang, LPPK berharap dapat menjalankan integrasi bertahap pemelajaran digital di Unpar yang setara dengan kampus terkemuka di dunia. Melalui kesiapan ini, di masa mendatang IDE Unpar dapat berperan dan berdampak positif dalam menyebarkan nilai-nilai dasar dan spiritualitas Unpar ke ranah yang lebih luas.  

IDE Unpar menjadi wujud visi Unpar dalam proses pemelajaran digital yang mengarah pada “Perkuliahan Unpar Terbuka”, dimana kelas mahasiswa dari manapun terbuka dan diterima untuk belajar di Unpar tanpa dibatasi ruang dan waktu. Melalui transformasi IDE Unpar menjadi “Unpar Daily Education” dengan pemanfaatan yang menyeluruh untuk proses belajar mengajar, proses pemelajaran akan berubah sesuai kerangka: why I learn this content (global world view); how I learn this content (dosen sebagai fasilitator); dan what can I do now (kolaborasi karya dosen & mahasiswa). (DAN – Bagian Publikasi, Sumber: LPPK Unpar)