Home / Berita Terkini / LKM Unpar 2019: Bersama, Berdedikasi Membangun Unpar
Presiden Mahasiswa Unpar 2019 Denny Rizky (kiri) dan Wapresma Unpar 2019 Dzikra Muiz

LKM Unpar 2019: Bersama, Berdedikasi Membangun Unpar

Dedikasi, pengabdian sepenuh hati. Kata ini bisa jadi merupakan karakter penting bagi kaum muda yang memiliki keinginan untuk berkembang dan memberi arti, baik bagi dirinya sendiri, namun terlebih bagi sesamanya. Kata inilah yang dipilih oleh Lembaga Kemahasiswaan Unpar periode 2019 sebagai nama bagi kabinetnya: Kabinet Dedikasi.

Bagi Denny Rizky Setiawan (FH 2016) dan Dzikra Muiz (FE Akuntansi 2016) yang kini terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa Unpar, dedikasi merupakan awal keinginan mahasiswa untuk berkontribusi bagi kemajuan universitas. Seperti yang mereka sampaikan kepada Tim Publikasi, “Kami ingin mengabdi dan memberikan sesuatu kepada Unpar.” 

Enam Bulan Inovasi

Dalam waktu yang relatif singkat, Kabinet Dedikasi optimis dapat memberikan yang terbaik bagi komunitas Unpar lewat berbagai rencana program kerja dan pelaksanaan fungsinya sebagai lembaga kemahasiswaan. Salah satu program kerja mereka adalah kegiatan kolaborasi antar mahasiswa dengan alumni. “Kita akan mengadakan program kerja yang tujuannya engage dengan alumni,” kata Dzikra. 

“Kita juga mengutamakan pembinaan mahasiswa.” Dzikra mencontohkan kegiatan seperti Parahyangan Future Leader dan Bina LKM yang akan terus dikembangkan sesuai. Berbagai kegiatan LKM, meski diselenggarakan dalam waktu singkat, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa. “Kalau bisa, semua program kita unggulan,” ujar Denny.

Pengembangan LKM juga dilakukan dalam tata kelola organisasinya. Salah satunya terlihat pada keberadaan kementerian keuangan dan kewirausahaan. Inovasi ini menurut Denny bertujuan agar, “Kewirausahaan program kerja kedepan lebih teratur dan lebih jelas.” Dzikra menambahkan di masa mendatang, kementerian ini dapat mendorong efisiensi biaya kemahasiswaan lewat kerjasama antar program kerja, serta, ”Harapannya juga meningkatkan jiwa kewirausahaan.”

Merangkul Mahasiswa

Mahasiswa datang ke kampus dengan fokusnya masing-masing. Baik itu untuk menimba ilmu lewat kuliah, belajar berbisnis, hingga membina jejaring lewat kegiatan organisasi. Denny mengakui hal tersebut. “Mereka mencari jatidiri mereka, di umur mereka yang sudah mencapai dua puluh tahunan ini,” jelasnya. Hal ini tentu berdampak dengan partisipasi mahasiswa di dalam aktivitas organisasi kemahasiswaan, maupun kehadiran dalam kegiatan kampus baik sebagai peserta maupun pengunjung acara.

Untuk menyiasati hal tersebut, Kabinet Dedikasi berencana menggiatkan berbagai aktivitas fungsional yang bertujuan khusus untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa. Misalnya, kata Denny, adalah kegiatan sehat dua mingguan bersama LKM. “Tiap dua minggu konsepnya akan berbeda,” lanjutnya, yang akan dicapai dengan kolaborasi bersama pihak luar. Selain itu, kegiatan yang bertujuan mempersiapkan karier mahasiswa juga akan diinisiasi oleh LKM. “Harapannya itu bisa merangkul mahasiswa buat mempersiapkan mereka ke dunia kerja,” ujarnya.

Merangkum uraian Denny, Dzikra sendiri menyebutkan bahwa ada lima hal penting yang perlu diperhatikan untuk melawan ‘apatisme’ mahasiswa tersebut. Dimulai dengan membangun kesadaran atau awareness untuk berorganisasi, kemudian menyediakan program sesuai kebutuhan yang diharapkan dapat merangkul seluruh lapisan mahasiswa. Inisiator program kerja juga ditantang untuk menciptakan kegiatan yang menarik dan inovatif serta mempublikasikan kegiatan tersebut untuk menarik minat mahasiswa. 

Di akhir wawancara dengan Tim Publikasi, Denny dan Dzikra berharap agar LKM, “Lebih membawa dampak bagi mahasiswa.” Melalui dedikasi, diharapkan juga “LKM mampu menjadi inisiator bagi persatuan mahasiswa Unpar,” dengan kemampuannya untuk berkolaborasi, hadir dan dirasakan oleh masyarakat Unpar.