Home / Berita Terkini / Listra Unpar dalam Wajah Nusantara 2018

Listra Unpar dalam Wajah Nusantara 2018

Pesta, Rasa, dan Dansa. “Pesta itu mewakili kita yang ingin berpesta dan bersenang-senang merayakan keberagaman dan akan diadakannya misi budaya ke luar negeri. Rasa itu menggambarkan rasa atau ekspresi yang diwujudkan dalam seni dan juga kegiatan bazaar makanan. Dansa mewakili kegiatan kita yang salah satunya adalah tarian tradisional,” itulah penjelasan Maureen Priscilia selaku ketua Wajah Nusantara 2018 mengenai tema yang dipilih.

Maureen adalah mahasiswi Teknik Industri angkatan 2015. Ia sudah aktif di Listra sejak tahun awal dirinya masuk Unpar. “Gue nyaman banget aja di sini, …. Memang (saya) tidak aktif di kegiatan kemahasiswaan di fakultas atau himpunan karena lebih suka di sini saja,” ungkapnya.

Wajah Nusantara 2018 diselenggarakan pada Minggu (12/8) lalu. Acara yang dilangsungkan di selasar PPAG Unpar tersebut adalah acara tahunan yang dilakukan oleh Lingkung Seni Tradisional Universitas Katolik Parahyangan (Listra Unpar) untuk melestarikan kebudayaan Indonesia.

Tarian yang ditampilkan antara lain adalah Rampa Kendang, Reang Penjingkrak, Gondewa (dari Sunda), Saman, dan tarian dari Papua. “Ini salah satu cara kita melestarikan budaya tradisional. Enggak gampang loh melestarikan satu budaya itu, kalau salah bisa aja enggak mewakili kebudayaannya. Tapi, kalau terlalu konservatif malahan nanti enggak menarik,” tambahnya.

Hal senada diungkapkan oleh ketua Listra, Dirga Febrian. “Gue sendiri udah di sini (Listra) sejak tahun pertama juga karena mau cari hal-hal baru yang bisa menyegarkan pikirannya dari kuliah di jurusan fisika.”

Misi budaya

Misi Budaya sendiri adalah penampilan Listra di luar negeri. Biasanya, bekerja sama dengan KBRI di negara tertentu untuk memperlihatkan budaya tradisional Indonesia sebagai salah satu cara diplomasi publik lewat pameran interkultural.

Calvin mahasiswa Teknik Industri selaku ketua misi budaya Listra mengatakan, hal ini bukanlah kali pertama Listra mengikuti acara serupa. Sejak beberapa tahun ke belakang, Listra sudah diundang ke berbagai negara seperti Belanda dan Yunani untuk mempromosikan budaya Indonesia dan filosofinya.

Enggak cuma tarian loh ya, kita juga menyanyikan lagu tradisional serta memperkenalkan atribut-atribut yang berhubungan dengan kebudayaan tradisional kita,” terangnya.

Kenyamanan dan rasa bangga terus membuat Listra tidak berhenti melakukan inovasi demi inovasi guna menarik perhatian sekaligus menggali nilai filosofi dari kebudayaan tradisional yang dimiliki Indonesia.

Gue sih yakin bahwa kita-kita ini pasti bangga bisa ngelestariin budaya tradisional. Dan juga, kita enggak pernah puas dengan apa yang kita punya sekarang. Kita masih mau lebih baik dan lebih baik lagi,” ungkap Dirga.