Home / Alumni / Lima PT di Jabar Rintis Program Profesi Insinyur
Rintis Program Profesi Insinyur

Lima PT di Jabar Rintis Program Profesi Insinyur

Jakarta, (PR).- Lima perguruan tinggi di Jawa Barat merintis program studi program profesi insinyur (PPI) mulai tahun 2016 ini. Kelima perguruan tinggi tersebut merupakan bagian dari total 40 perguruan tinggi di Indonesia yang ditunjuk Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) untuk merintis program tersebut.

Kelima perguruan tinggi tersebut adalah Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), dan Universitas Islam Bandung. Beberapa perguruan tinggi lainnya di Indonesia yang merintis program yang sama adalah Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Lampung.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir menuturkan, program profesi insinyur mulai dirintis sebagai upaya memenuhi kebutuhan nasional saat ini akan tenaga insinyur berkualitas. Program tersebut secara umum bisa diikuti sarjana teknik ataupun sarjana terapan teknik. Mereka adalah sarjana yang baru lulus atau belum memiliki pengalaman praktik keinsinyuran yang mencukupi.

Program ini juga bisa diikuti sarjana sains dan sarjana pendidikan teknik yang telah memenuhi persyaratan penyetaraan. “Program ini diharapkan menghasilkan sumber daya keteknikan yang mampu memecahkan permasalahan ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan menghasilkan nilai tambah dan manfaat untuk masyarakat,” tuturnya.

Pemilihan 40 perguruan tinggi untuk merintis program profesi insinyur dilakukan berdasarkan klasifikasi dan pemeringkatan perguruan tinggi di Indonesia serta dilihat dari angka partisipasi kasar mahasiswa di setiap provinsi. “Selain itu, perguruan tinggi tersebut memiliki program studi keteknikan. Kami juga memperhatikan komposisi PTN dan PTS, ketersebaran di Jawa, Sumatera, dan Indonesia Timur dengan jumlah penduduk. Hingga mengutamakan perguruan tinggi dengan keteknikan terkait kemaritiman,” ungkapnya.

Blok Masela

Seperti diketahui, Kemenristek Dikti mencanangkan agar pendidikan tinggi harus ikut berperan dalam penyiapan sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk mendukungrencana jangka panjang pembangunan Blok Masela. Pembangunan kilang pengolahan gas Blok Masela, Maluku tersebut merupakan proyek yang direncanakan rampung pada tahun 2024. Pembangunan infrastruktur jangka panjang tersebut juga diperhitungkan akan memicu lahirnya hilir seiring pengoperasian Blok Masela.

Oleh karena itu, menurut Nasir, penyiapan tenaga ahli dari mulai lulusan yang berkualitas sangat penting untuk mendukung proyek pembangunan tersebut. Berdasarkan aturan yang ditetapkan Kemenristek Dikti, perguruan tinggi yang melaksanakan PPI diharuskan menyiapkan sistem untuk pelaksanaan prodi tersebut. Selain itu, juga menyiapkan kerja sama dengan kementerian terkait dan dengan Persatuan Insinyur Indonesia atau himpunan keahlian keinsinyuran lainnya yang telah terakreditasi oleh PII.

Direktur Jenderal Kelembagaan Pendidikan Tinggi, Kemenristek Dikti Patdono Suwignjo menuturkan, kurikulum program studi program profesi insinyur adalah sistem pembelajaran yang menitikberatkan pada pelaksanaan kegiatan profesi keinsinyuran. “Sistem kredit semester bermuatan 24 SKS yang terdiri atas lebih dari 70% di lapangan dan maksimum 30% tatap muka,” tuturnya. Durasi pembelajaran berlangsung selama 1-2 semester. (Siska Nirmala)***

 

Sumber: Pikiran Rakyat (Jumat, 15 April 2016)

Ralat Judul: Di judul tertulis “Lima PT di Jabar Rintis Program Profesi Insinyur” seharusnya adalah “Empat PT di Jabar Rintis Program Profesi Insinyur” (-redaksi Bag. Publikasi Unpar)